Showing posts with label Kriminal. Show all posts

GOWA,- Aparat Kepolisian Resor Gowa, Sulawesi Selatan, berhasil meringkus pelaku tindak pemerkosaan terhadap seorang mahasiswi yang masih duduk di kelas 2 Sekolah Menengah Atas (SMA), Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan (Sulsel).

Pelaku yang berinisial LK dan IC dibekuk oleh Satuan Reskrim Polres Gowa setelah menerima laporan dari korban YN pada hari Sabtu (21-05-2016), sekira pukul 17.00 Wita.

LK dan IC diduga merupakan pelaku pemerkosaan terhadap YN yang masih berumur 16 tahun di salah satu rumah kosong di daerah Bontonompo Selatan, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Menurut pengakuan korban, LK merupakan teman korban di jejaring sosial Facebook, setelah beberapa hari berteman, korban lalu diajak ketemuan langsung oleh LK, dan korban pun tanpa menaruh curiga langsung mengiyakan ajakan tersebut.

Saat ketemuan, LK membawa salah seorang temannya yakni IC dan saat itu korban langsung ditodong menggunakan badik (senjata tajam) oleh IC kemudian dipaksa naik ke atas motor yang ditunggangi LK. Sambil berboncengan tiga, korban dibawa ke salah satu rumah milik pelaku, di daerah Bontonompo Selatan, Kabupaten Gowa. Di sana korban disekap lalu diperkosa secara bergantian selama dua hari dua malam.

Setelah itu korban kemudian dikembalikan ke tempat semula yakni di dekat kuburan yang tak jauh dari sekolah korban. Sesampai di sana korban lalu diantar ke rumahnya menggunakan bentor (becak motor) yang disewa pelaku.

Kini kedua pelaku LK dan IC mendekam di sel tahanan Polres Gowa untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

[Heri Siswanto – Humas Polres Gowa]
nuzi ita

 [ tribratanews.com ] 


Kelimanya diamankan jajaran Polresta Samarinda. Foto: Samarinda Pos/Jawa Pos Group

SAMARINDA – Hentakan house music mengalun keras. Lampu di ruangan 306 salah satu karaoke keluarga di Samarinda Ulu, Samarinda, Kaltim, mulai redup.
Lima orang, dua pria dan tiga perempuan muda masih asyik bergoyang. Tiba-tiba polisi datang. Musik langsung dimatikan dan semua lampu dinyalakan, terang.
Terlihat wajah penghuni kamar karaoke langsung tegang. Mereka adalah Nit (21), Nin (20), Nis (24), Sed (30), dan Fad (35). Dua nama terakhir laki-laki.
Nit dan Nin merupakan mahasiswi salah satu akademi kebidanan di Jalan AW Sjahranie. Keduanya sama-sama duduk di semester 4. Sementara Nis adalah wanita yang mengaku diundang untuk menemani nyanyi.
Sedangkan Sed adalah residivis kasus jambret dan Fad residivis kasus narkoba. Kelimanya digerebek anggota Satreskoba Polresta Samarinda, karena diduga menggelar pesta narkoba.
Dari penggeledahan yang dilakukan, polisi menyita beberapa butir pil ineks. Beberapa diantaranya, pil ineks sudah sempat dipakai.
Saat polisi masuk Nin bahkan sudah terlanjur teler. Bahkan hingga dibawa ke mobil polisi pun Nin terlihat “fly”. “Saat dibawa ke mobil satu wanita (Nin, Red) teler berat,” ujar salah seorang polisi yang ikut melakukan penangkapan.
Polisi melakukan penggerebekan karena mendapat kabar, di salah satu ruang karaoke sedang berlangsung pesta narkoba.

“Kami langsung melakukan penyelidikan. Dan ternyata kelimanya kami dapatkan berada dalam ruangan, kemudian saat digeledah ditemukan beberapa butir ineks,” tegas KBO Satreskoba Polresta Samarinda Ipda Syahrial Harahap.
Nin mengaku, dia dan Nit dihubungi seorang kenalannya berinisial Fa. Keduanya diminta datang ke ruangan karaoke. “Katanya diminta menemani nyanyi. Begitu tiba, saya dan teman (Nit, Red) langsung diajak ke kamar mandi. Di sana disuruh menenggak pil itu (ineks, red),” ungkap Nin.
Nin dan Nit dijanjikan akan diberi uang Rp 250 ribu sebagai upah. “Saya juga disuruh menelan pil itu, tapi tak saya telan. Saya kemudian dititipi dan disuruh menyimpan pil itu,” Nit menambahkan.
Sementara Nis yang mengaku biasa mangkal di sejumlah kafe remang-remang juga diajak Fa. “Saya disuruh datang ke sana (ruang karaoke, red). Belum tahu hendak dikasih uang berapa nanti. Saat itu saya belum pakai ineks, tapi beberapa hari sebelumnya saya nyabu di kos,” terang Nis, seperti diberitakan Samarinda Pos (Jawa Pos Group).
Sed dan Fad mengaku tak mengenal tiga wanita yang menemani mereka saat itu. Kelimanya mengaku dijebak oleh Fa yang tiba-tiba menghilang saat polisi tiba.
Kini polisi sedang menelusuri asal usul ineks yang sudah disita sebagai barang bukti tersebut. “Kasusnya masih kami kembangkan. Kelimanya juga masih kami minta keterangan,” tandas Belny. (rin/oke/sam/jpnn)

 [ jpnn.com ] 


MEDIA SURABAYA

{picture#https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg50eTS1AmUdtk9hswT1j4GALeqv0qiq2zoRr0pvxsphOg8h3esdkJidWVoomVK57bn7Og3z95aqoDZKyITZjxHLO9aR6j1dnsCq3A7LTtmC4ErWdjsjdBT7s-LB8q7Eb2G1zz28hbVkTE/s1600/20180107_023259.png} Tahun 2016-2021, Kota Surabaya sebagai Kota sentosa yang berkarakter dan berdaya saing global berbasis ekologi. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {pinterest#http://pinterest.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.