Showing posts with label Agama. Show all posts

Bangkalan, Kodim 0829/Bangkalan gelar acara memperingati malam Nuzulul Qur'an 1439 H/2018 bertempat di Masjid An Nur Kodim 0829/Bangkalan, Jln Mayjen Sungkono Kelurahan Kraton Kab. Bangkalan.
Acara diawali dengan pembacaan Ayat Suci Al-Qur'an Surat Al Baqoroh Ayat 185 dan 186 beserta artinya yang disampaikan oleh Serda Mardin yang merupakan anggota Kodim 0829/Bangkalan
Dalam sambutannya, Dandim  0829/ Bangkalan Letkol Arm Dodot Sugeng Heriyadi melalui Kasdim 0829/Bangkalan Mayor Inf Mahmudi mengatakan bahwa dalam sejarah manusia tidak ada yang mampu membuat surat seperti Kitab Suci Al Qur'an sampai berjumlah 30 juz yang terdiri dari 114 surat dan 3.666 ayat serta dalam isinya tidak ada yang bertentangan antara ayat yang satu dengan yang lainnya.
Lanjut kata Kasdim, Al Qur'an diciptakan untuk manusia untuk itu agar di pelajari dan di amalkan isi kandungannya dalam kehidupan sehari hari dengan cara menjalankan segala perintahnya  dan meninggalkan segala larangannya agar selamat di Dunia dan di Akhirat.
Tauziah hikmah peringatan Nuzulul Qur'an yang disampaikan oleh Ustadz Wawan Gunawan bertemakan "Dengan Puasa Ramadhan dan Nuzulul Qur'an 1438 H/2017 M Kita Mantapkan Ketaqwaan Prajurit TNI Pada Allah SWT Sebagai Landasan Moral Dan Menyukseskan Pelaksanaan Tugas Pokok TNI".
Ustadz mengatakan bahwa kita sebagai umat Islam wajib hukumnya untuk melaksanakan puasa selama 1 bulan penuh dengan tujuan untuk menjadi seorang yang bertaqwa kepada Allah SWT. Selain itu dijelaskannya juga bahwa Kitab Suci Al Qur'an adalah ciptaan Allah SWT yang di peruntukan untuk fitrahnya umat manusia.
"Bukan hanya Kitab Suci Al Qur'an saja yang diturunkan oleh Allah SWT, tetapi juga Kitab-Kitab Suci yang lainnya seperti Taurat, Zabur dan Injil diturunkan juga pada Bulan Ramadhan sesuai jamannya/masanya", terangnya.



SURABAYA ,- Bertempat di Masjid Raden Rahmat Markas Kodim 0832/Surabaya Selatan, dilaksanakan Salat Jumat Sinergi diikuti oleh Anggota Militer dan PNS Kodim 0832 beserta Masyarakat, Jumat (19/01/2018) siang.

Bertindak sebagai Khatib dan Imam yaitu Takmir Masjid Achmad, yang merupakan PNS Kodim 0832, dengan mengusung tema "Peningkatan Ketaqwaan".

Salat Jumat yang diikuti sekira 300 Orang tersebut, merupakan wujud sinergis dan kedekatan antara TNI dengan Masyarakat yang semakin mempererat tali silaturahmi, sehingga tercapainya Manunggal Dengan Rakyat TNI AD Kuat.


[/Dik]


mediasurabaya.com ,- Orasi Kebangsaan dalam rangka Pra Haul Gus Dur Ke-7 dilaksanakan di Outdoor Masjid Muhammad Cheng Hoo Jl. Gading No. 2 Surabaya. Sebagai pembicaara KH. DR. Sholahuddin Wahid (Gus Solah) dan Inayah Wahid (Putri Gus Dur), diikuti sekira 150 Orang dengan dipimpin oleh Sdr. Syaifurarrijal QZ. SE.(Alumni PP Tebu Ireng), Jumat 09/12/2016.

Pembukaan dimulai pada pukul 18.15 WIB, selanjutnya Pra Haul bersama diawali dengan  mendengarkan hadrah sholawat Nabi Muhammad SAW oleh Hadrah Al-Banjari Ikapete (Ikatan Alumni Pesantren Tebu Ireng). Ditampilkan pula penampilan dari pencak silat Pagar Nusa, dan dilanjutkan Sholat Isya' bersama.

Kemudian dilakukan pembacaan Yasiin, Tahlil dan doa yang dipimpin oleh KH. Saiful Rijal (Ketua Ikapete), serta pembacaan ayat suci Al Qur'an oleh Hj . Ulfah.

Lagu Kebangsaan Indonesia Raya juga berkumandang dan dilanjutkan Mars Masjid Muhammad Cheng Hoo oleh Paduan Suara Masjid Muhammad Cheng Hoo pimpinan atau pembina Ibu Dahlan Iskan.

Disampaikan oleh Ketua Panitia H. Roisuddin Bakri , S.Ag, M.Si., menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua tamu undangan dan semua pihak yang mendukung terselenggaranya acara ini. Kegiatan ini murni religi untuk menyatukan bangsa dan menjaga Kebhinnekaan serta kegiatan sosial.

H.M Nurawi Ketua Yayasan Masjid Cheng Hoo, melanjutkan bahwa kegiatan yang dilaksanakan di Masjid Muhammad Cheng Hoo merupakan bentuk kerukunan antar golongan yang ada di Indonesia khususnya di Surabaya serta menunjukkan pada masyarakat umum eksistensinya bukan untuk satu golongan tapi untuk semua golongan. Sampai saat ini ada 14 masjid Cheng Hoo yang tersebar di Indonesia yang merupakan bagian dari syiar agama Islam.

Di sela acara, dilakukan penempatan lukisan gambar Gus Dur untuk dilelang karya Cak Rozi Alumni PP Tebu Ireng.

Jianlong Imam Besar Masjid Nan Ching, RRT dalam kesempatan ini menyampaikan bahwa kedatangan saya di sini untuk menghadiri peresmian salah satu pondok pesantren di banyuwangi.

Dan sekaligus Haul Gus Dur yang ke 7 dan senang serta bangga sekali di sini melihat berbagai elemen masyarakat saling menghargai antar umat dan sebagai umat Islam, semoga Gus Dur mendapat tempat di sisi Allah SWT.

Sebagai sesama umat Islam kami mendoakan agar umat muslim Indonesia terhindar dari bencana.

Pendiri Yayasan Masjid Cheng Hoo Bambang S, menambahkan bahwa Masjid Muhammad Cheng Hoo didirikan bukan hanya oleh orang Islam Tionghoa saja tetapi dibangun oleh semua elemen masyarakat baik muslim maupun non muslim. Dengan pembangunan Masjid Muhammad Cheng Hoo yang ada dan tersebar di Indonesia secara bergotong royong bersama elemen bangsa menunjukan indahnya kebersamaan dan Ukhuwah Islam yang harus kita jaga.

Pelaksanaan lelang 5 buah lukisan gambar Gus Dur karya Cak Rozi Alumni PP Tebu Ireng, hasil dari lelang akan disumbangkan untuk Haul Gus Dur.
1. Gus Dur 2 juta
2. Gus Dur menembus batas 10 juta
3. Gusdur yang selalu mewarnai  3 juta
4. Samudra Gus Dur
5. Gus Dur yang membaur.

Orasi Kebangsaan dengan moderator Prof. Dr. H. Sahid HM., M.Ag. dengan Narasumber  KH. DR. Sholahuddin Wahid.

Orasi atau penyampaian pendapat oleh KH. DR. Sholahuddin Wahid, dari awal bangsa ini berdiri sudah terdiri dari berbagai macam suku dan agama, agama pertama yang masuk adalah Budha, Hindu, Kristen yang dibawa oleh Belanda dalam masa penjajahan.

Kemudian Islam yang disiarkan oleh para pedagang dari Arab disebarkan oleh para wali. Sumpah Pemuda merupakan bentuk kebulatan tekad para pemuda yang mewakili keaneka ragaman suku bangsa dan bahasa menjadi satu yaitu Bangsa Indonesia tetapi bangsa Indonesia belum terbentuk.

Dalam pembentukan negara para tokoh pendiri bangsa memahami keaneka ragaman, serta pluralisme bangsa dengan menetapkan dasar negara adalah pancasila dengan sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa yang mewadahi semua keaneka ragaman yang ada di negara Indonesia.

Bagaimanapun Gus Dur adalah anak biologis dan ideologis kaum santri tulen. Ayah, Ibu, dan Kakeknya adalah pemimpin organisasi Islam tradisional terbesar di Indonesia. Mereka lahir dan dewasa dalam lingkungan pesantren, yang sangat kental dengan ajaran agama yang ketat.

Meski begitu, Gus Dur dan ayahnya, KH. Wahid Hasyim adalah sosok pembaharu dalam tradisi pesantren dan menguasai khazanah pemikiran Islam klasik dan modern, serta memahami pemikiran Barat. Hingga wafat, Gus Dur juga selalu mengikuti perkembangan dunia kontemporer.

Bentuk toleransi kita kepada agama lain jangan ikut campur dalam urusan agama lain yang tidak kita pahami. Semua ajaran atau tuntunan agama akan berlaku mengikat apabila disahkan oleh negara dalam bentuk UU dengan contoh UU Perkawinan.

Orasi atau penyampaian pendapat oleh Inayah Wahid Putri Gus Dur, saat ini kita harus fokus pada penegakan hukum, kemanusiaan dan sebagainya bukan hanya bertumpu pada pluralisme semata yang membuat kita tidak maju dalam pemikiran.

Gus Dur dalam mendidik anak-anaknya. Menurutnya, seluruh anak Gus Dur diperlakukan sama. Gus Dur juga tidak pernah memaksakan keinginannya hanya memberikan contoh kepada anak anaknya.

Sehingga apa yang sudah dilihat dapat dilakukan oleh kami dan Demokrasi sudah diajarkan oleh Gus Dur sejak dalam keluarga serta gambaran umum, setelah itu anaknya sendiri yang akan memilih.

Semasa hidupnya Gus Dur memang getol membela kelompok minoritas, salah satunya adalah golongan Tionghoa, Namun sebenarnya bukan pluralismenya, melainkan kemanusiaan dan kelompok minoritas lainnya.

Gus Dur bukan hanya milik warga nahdliyin. Gus Dur sudah menjadi Bapak Bangsa, sehingga seluruh komponen bangsa ini ikut memilikinya.

Kesimpulan yang disampaikan oleh Prof. Dr. H. Sahid HM M.Ag., dari keseluruhan sambutan serta orasi yang telah disampaikan oleh Narasumber, yaitu :

Bahwa gerakan membangun pluralisme yang telah ditorehkan oleh almarhum Gus Dur terhadap kemajuan bangsa Indonesia yang meliputi berbagai aspek, baik dari sisi budaya, etnis dan agama yang bisa disatukan dan dimunculkan titik temunya yang mana tafsiran-tafsiran bisa ditemukan dalam kehidupan nyata.

Dalam konteks kebangsaan yang tidak mengenal etnis maupun suku bangsa, yang mana juga merupakan implementasi dari arti sebuah kebhinnekaan yang sesungguhnya. Dengan istilah pluralisme saling menghargai perbedaan dan kemajemukan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Wajib bagi kita untuk bisa menjaga Kebhinekaan agar toleransi dalam kehidupan berbangsa tetap  terjaga.

Orasi Kebangsaan dalam rangka Pra Haul Gus Dur ke 7 dihadiri pula oleh Konjen atau yang mewakili, terdiri dari Konjen Amerika Surabaya, Konjen Jepang Surabaya, Konjen RRT Surabaya (Gu Jingqi), serta para pendiri Masjid Muhammad Cheng Hoo.

[/Dik]


http://mediasurabaya.com

thariq/px Al Quran -

BULAN Ramadan juga merupakan tonggak sejarah Islam saat kitab suci Al Quran diturunkan ke bumi menjadi motivasi utama Gerakan Perpustakaan Anak Nusantara (GPAN) Regional Malang menggalang open donation Al Quran dan sedekah uang.
Sejak awal bulan Ramadan, panitia bergerak menggalang donasi dari berbagai donatur di Malang maupun luar kota. Menurut ketua pelaksana Donasi 100 Al Quran, Muhammad Anwar Rizqi Rais, tiga hari menjelang penyebaran donasi Al Quran, berhasil terkumpul lebih dari 100 kitab suci umat Muslim ini.

“Panitia tentu sangat bersyukur dengan donasi yang kami dapatkan dari para donatur. Sungguh di luar ekspektasi kami dan jelas telah melampaui target,” imbuhnya sembari tersenyum lebar.

Ia menambahkan, hingga hari pelaksanaan tiba, Al Quran yang terkumpul mencapai 200-an lebih.Panitia langsung mengemas Al Quran tersebut menjadi beberapa parcel dan sisanya disusun rapi seperti paket.

Jumat, 17 Juni 2016 lalu panitia Donasi 100 Al Quran bergerak menuju target lokasi yang telah direncanakan sebelumnya. Sejak pukul 09.00 WIB, panitia menuju lokasi pertama di Panti Asuhan Mawaddah Warohmah di Bunulrejo, Malang.

Usai bertemu dengan perwakilan panti dan beberapa anak asuh, panitia bergerak menuju Desa Karangwidoro, Dau, Malang. Setelah istirahat sejenak dan menunaikan ibadah salat Jumat, tim bergerak secara konvoi berkeliling di sekitar wilayah desa tersebut.

“Tujuan kami adalah mencari mushala dan masjid yang benar-benar membutuhkan Al Quran dan sering digunakan sebagai pusat kegiatan keagamaan seperti TPQ, mengaji, ataupun tadarus. Alhamdulillah dengan jumlah donasi Al Quran yang terkumpul sangat banyak, jadi bisa menjangkau beberapa mushala di area luar Karangwidoro,” ungkapnya.

Setelah ratusan Al Quran ditebar di beberapa mushala dan masjid, tim panitia menuju salah satu pondok di kawasan Karangwidoro yakni Pondok Pesantren Roudlotun Nasichin. Di pondok tersebut, tim GPAN Malang membagikan donasi Al Quran dan dilanjutkan dengan berbuka puasa bersama dan salat tarawih berjamaah.

Reportase : Healza Kurnia
Mahasiswa Universitas Negeri Malang
fb.com/healza kurnia

Editor: Tri Hatma Ningsih
Sumber: Surya Cetak

[ tribunnews.com ] 


Foto : MCDim_Srt Ags | Kapten CPM H. M. Ali Imam, SH : Ceramah Peringatan Isro' Mi'roj 1437 H
Di Aula Korem 084

Hari Kamis tanggal 19 Mei 2016 pukul 10.00 WIB bertempat di Aula Makorem 084/Bhaskara Jaya Jl. A. Yani No.1 Surabaya dilaksanakan Peringatan Isro’ Mi’roj Nabi Muhammad SAW 1437 H Korem 084/Bhaskara Jaya Tahun 2016, tema “Dengan Hikmah Isro’ Mi’roj Nabi Muhammad SAW Kita Mantapkan Keimanan Dan Ketakwaan Guna Meningkatkan Loyalitas, Moralitas Dan Intregritas Sebagai Landasan Dalam Mewujudkan TNI Yang Kuat, Hebat, Profesional Dan Dicintai Rakyat”. Dipimpin oleh Kasrem 084/Bhaskara Jaya Letkol Inf Heri Suprapto Jumlah 150 orang Anggota Jajaran Korem 084/Bhaskara Jaya beserta PNS dan Ibu Persit Kartika Chandra Kirana Rem 084/Bhaskara Jaya.
Sertu Che Imron :  Pembacaan Ayat Suci Al’Quran Peringatan Isro’ Mi’roj 1437 H
Peringatan Isro’ Mi’roj Nabi Muhammad SAW 1437 H diawali dengan Pembacaan Ayat Suci Al’Quran oleh Babinsa Kel. Darmo Sertu Che Imron Koramil 0832/04 Wonokromo Kodim 0832/Surabaya Selatan, dilanjutkan pembacaan Sari Tilawah.
Kasrem 084/Bhaskara Jaya Letkol Inf Heri Suprapto : Memberikan Sambutan Peringatan Isro’ Mi’roj 1437 H
Dalam sambutan Danrem 084/Bhaskara Jaya yang diwakili oleh Kasrem 084/Bhaskara Jaya Letkol Inf Heri Suprapto, mengucapkan rasa terima kasih dan rasa hormat atas kehadiran para undangan yang telah hadir dalam rangka Peringatan Isro’ Mi’roj Nabi Muhammad SAW 1437 H Korem 084/Bhaskara Jaya Tahun 2016.

Sebagai umat beragama dan insan, marilah kita memanjatkan puji syukur karena rahmatnya kita diberikan kesehatan dalam memperingati Isro’ Miroj di Korem 084/Bhaskara Jaya dalam suasana semangat dan Ukuwah Islamiyah. Saya selaku Danrem 084/Bhaskara Jaya dan sebagai pribadi mengucapkan rasa syukur kepada Kapten CPM M. Ali Imam, SH yang mana beliau akan memberikan tausiah dan ceramah agama dalam rangka peringatan Isro’ Mi’roj di Makorem 084/Bhaskara Jaya. Peristiwa Isro’ Mi’roj merupakan perjalanan sejarah dan merupakan titik balik dari sejarah Islam yang merupakan perjalanan terpenting dan merupakan peristiwa heroik dimana Nabi Muhammad SAW mendapatkan perintah dari Allah SWT untuk melaksanakan kewajiban Sholat 5 Waktu.

Dengan pentingnya peristiwa Isro’ Mi’roj tema “Dengan Hikmah Isro’ Mi’roj Nabi Muhammad SAW Kita Mantapkan Keimanan Dan Ketakwaan Guna Meningkatkan Loyalitas, Moralitas Dan Intregritas Sebagai Landasan Dalam Mewujudkan TNI Yang Kuat, Hebat, Profesional Dan Dicintai Rakyat”, maka tema ini sangat tepat dengan tugas ke depan dan saya berharap dengan peristiwa ini hakikat yang akan disampaikan Penceramah dapat meningkatkan iman bagi warga Korem 084/Bhaskara Jaya untuk menjadi prajurit yang sholeh dan dicintai rakyat dan prajurit yang menginspirasi dalam pembangunan bangsa dan negara yang sangat kita cintai.

Dilanjutkan ceramah yang disampaikan oleh Kapten CPM H. M. Ali Imam, SH., dari Sub Denpom V/2 Mojokerto, bahwa Hikmah peringatan Isro’ Mi’roj Nabi Muhammad SAW, yaitu Sebagai hamba Allah SWT, maka sepatutnya kita bersyukur kepada Allah SWT atas nikmat yang diberikan kepada kita dalam rangka memperingati peristiwa besar Nabi Muhammad SAW yaitu Isro’ dan Mi’roj dan dinilai sebagai tonggak sejarah peradaban baru manusia karena Nabi Muhammad SAW diperintahkan untuk menunaikan ibadah Sholat 5 Waktu yang sampai sekarang Sholat 5 Waktu adalah ibadah harian wajib didirikan oleh setiap umat Islam.

Tujuan dari Isro’ dan Mi’roj adalah untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Allah SWT tidak memandang pangkat dan derajat seseorang melainkan yang taat kepada Allah SWT dan perintah untuk melaksanakan Sholat adalah orang yang beriman. Kematian seseorang tidak memandang siapa orangnya dan kedudukannya oleh karena itu saling mengingatkan. Dalam kehidupan kita di dunia sudah diatur oleh Allah SWT dan kita semua harus punya rasa syukur.

Pada Peringatan Isro’ Mi’roj Nabi Muhammad SAW 1437 H dihadir oleh :
1. Kasrem 084/Bhaskara Jaya Letkol Inf Heri Suprapto.
2. Kasiintelrem 084/Bhaskara Jaya Letkol Inf Farul Rozi.
3. Pasiterrem 084/Bhaskara Jaya Mayor Inf Hermanto.

( MCDim0832_Srt Ags)

 [ kodim 0832 ] 


Rombongan Ekspedisi Islam Nusantara selama sepekan ini akan berada di Jawa Timur untuk melacak sejarah Islam di Indonesia. Di Jawa Timur, tim ekspedisi akan menyambangi tempat-tempat bersejarah yang ada.

Imam Pituduh koordinator tim ekspedisi Islam nusantara, ketika berada di Grahadi, Kamis (14/4/2016) mengatakan, ekspedisi Islam Nusantara kali ini akan merekam seluruh jejak Islam di Nusantara mulai Aceh hingga Papua.

Ekspedisi ini, kata Pituduh, ingin melakukan napak tilas dan merekam secara utuh sejarah Islam versi Nahdlatul Ulama (NU) dan bukan versi kolonial seperti yang selama ini menghiasi buku-buku sejarah di Indonesia.

Ekspedisi Islam Nusantara kali ini dimulai sejak 31 Maret 2016 dan akan berakhir hingga 9 Juni 2016.

Selain mendatangi pelaku sejarah dan tempat-tempat sejarah Islam, dalam perjalannya kali ini, tim ekspedisi Islam Nusantara juga melakukan perekaman guna membuat film dokumenter.

"Ekspedisi Islam Nusantara digelar untuk menunjukkan sejarah hakiki Islam di Indonesia, yaitu Islam Nusantara, sebuah Islam yang berbeda dengan Islam Arabia," kata Imam Pituduh.

Imam Pituduh yang juga sebagai Wakil Sekjen PBNU ini mengatakan, Islam Nusantara adalah Islam yang tidak punya watak kekerasan, apalagi radikal, serta merugikan peradaban.

Keberadaan Islam Nusantara justru untuk menyangga peradaban itu sendiri. Imam Pitudu lantas mencontohkan, hasil ekspedisi yang dilakukan di bekas kerajaan Demak Bintoro membuktikan, Majapahit dan Demak Bintoro ternyata selalu bersahabat, sejarah yang selama ini menyebutkan jika Raden Patah memberontak ternyata salah karena yang berontak adalah Gerindra Wardana bukan Raden Patah.

Sekadar diketahui, ekspedisi Islam Nusantara merupakan sebuah ekspedisi sejarah untuk merekam jejak islam yang digelar oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama.

Ekspedisi ini ingin membuktikan jika Islam Nusantara adalah Islam yang cinta damai dan benar-benar Islam yang menjadi penyejuk bagi semuanya. 

Sampai saat ini sudah sembilan daerah di tiga provinsi yang dilewati tim ini yaitu Cirebon, Semarang, Demak, Kudus, Rembang, Tuban, Lamongan, Gresik, dan Surabaya.

Perjalanan berikutnya, tim menuju Lumajang, Jombang, Mojokerto, Kediri, Nganjuk, Yogyakarta, Tasikmalaya dan Serang.

Kemudian beralih ke Pulau Sumatera (Aceh, Medan, Langkat, Siak, Indragiri, Pariaman, Padangpanjang, Palembang), Pulau Kalimantan (Kutaikartanegara dan Banjarmasin), Pulau Sulawesi (Makassar, Gowa, Gorontalo, Manado), Maluku (Ternate dan Tidore), Nusa Tanggara Barat (Lombok), serta perjalanan terakhir ke Indonesia paling timur, yaitu Papua (Sorong dan Raja Ampat).

Di tempat-tempat yang dikunjungi, tim akan membidik persoalan toleransi dan akulturasi budaya, kebhinekaan dan solidaritas sosial, kemandirian ekonomi, kesehatan dan keberlanjutan kehidupan, sufisme dan kepercayaan lokal. suarasurabaya.net

(fik/dwi)

MEDIA SURABAYA

{picture#https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg50eTS1AmUdtk9hswT1j4GALeqv0qiq2zoRr0pvxsphOg8h3esdkJidWVoomVK57bn7Og3z95aqoDZKyITZjxHLO9aR6j1dnsCq3A7LTtmC4ErWdjsjdBT7s-LB8q7Eb2G1zz28hbVkTE/s1600/20180107_023259.png} Tahun 2016-2021, Kota Surabaya sebagai Kota sentosa yang berkarakter dan berdaya saing global berbasis ekologi. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {pinterest#http://pinterest.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.