Showing posts with label Beauty. Show all posts


mediasurabaya.com ,- Orasi Kebangsaan dalam rangka Pra Haul Gus Dur Ke-7 dilaksanakan di Outdoor Masjid Muhammad Cheng Hoo Jl. Gading No. 2 Surabaya. Sebagai pembicaara KH. DR. Sholahuddin Wahid (Gus Solah) dan Inayah Wahid (Putri Gus Dur), diikuti sekira 150 Orang dengan dipimpin oleh Sdr. Syaifurarrijal QZ. SE.(Alumni PP Tebu Ireng), Jumat 09/12/2016.

Pembukaan dimulai pada pukul 18.15 WIB, selanjutnya Pra Haul bersama diawali dengan  mendengarkan hadrah sholawat Nabi Muhammad SAW oleh Hadrah Al-Banjari Ikapete (Ikatan Alumni Pesantren Tebu Ireng). Ditampilkan pula penampilan dari pencak silat Pagar Nusa, dan dilanjutkan Sholat Isya' bersama.

Kemudian dilakukan pembacaan Yasiin, Tahlil dan doa yang dipimpin oleh KH. Saiful Rijal (Ketua Ikapete), serta pembacaan ayat suci Al Qur'an oleh Hj . Ulfah.

Lagu Kebangsaan Indonesia Raya juga berkumandang dan dilanjutkan Mars Masjid Muhammad Cheng Hoo oleh Paduan Suara Masjid Muhammad Cheng Hoo pimpinan atau pembina Ibu Dahlan Iskan.

Disampaikan oleh Ketua Panitia H. Roisuddin Bakri , S.Ag, M.Si., menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua tamu undangan dan semua pihak yang mendukung terselenggaranya acara ini. Kegiatan ini murni religi untuk menyatukan bangsa dan menjaga Kebhinnekaan serta kegiatan sosial.

H.M Nurawi Ketua Yayasan Masjid Cheng Hoo, melanjutkan bahwa kegiatan yang dilaksanakan di Masjid Muhammad Cheng Hoo merupakan bentuk kerukunan antar golongan yang ada di Indonesia khususnya di Surabaya serta menunjukkan pada masyarakat umum eksistensinya bukan untuk satu golongan tapi untuk semua golongan. Sampai saat ini ada 14 masjid Cheng Hoo yang tersebar di Indonesia yang merupakan bagian dari syiar agama Islam.

Di sela acara, dilakukan penempatan lukisan gambar Gus Dur untuk dilelang karya Cak Rozi Alumni PP Tebu Ireng.

Jianlong Imam Besar Masjid Nan Ching, RRT dalam kesempatan ini menyampaikan bahwa kedatangan saya di sini untuk menghadiri peresmian salah satu pondok pesantren di banyuwangi.

Dan sekaligus Haul Gus Dur yang ke 7 dan senang serta bangga sekali di sini melihat berbagai elemen masyarakat saling menghargai antar umat dan sebagai umat Islam, semoga Gus Dur mendapat tempat di sisi Allah SWT.

Sebagai sesama umat Islam kami mendoakan agar umat muslim Indonesia terhindar dari bencana.

Pendiri Yayasan Masjid Cheng Hoo Bambang S, menambahkan bahwa Masjid Muhammad Cheng Hoo didirikan bukan hanya oleh orang Islam Tionghoa saja tetapi dibangun oleh semua elemen masyarakat baik muslim maupun non muslim. Dengan pembangunan Masjid Muhammad Cheng Hoo yang ada dan tersebar di Indonesia secara bergotong royong bersama elemen bangsa menunjukan indahnya kebersamaan dan Ukhuwah Islam yang harus kita jaga.

Pelaksanaan lelang 5 buah lukisan gambar Gus Dur karya Cak Rozi Alumni PP Tebu Ireng, hasil dari lelang akan disumbangkan untuk Haul Gus Dur.
1. Gus Dur 2 juta
2. Gus Dur menembus batas 10 juta
3. Gusdur yang selalu mewarnai  3 juta
4. Samudra Gus Dur
5. Gus Dur yang membaur.

Orasi Kebangsaan dengan moderator Prof. Dr. H. Sahid HM., M.Ag. dengan Narasumber  KH. DR. Sholahuddin Wahid.

Orasi atau penyampaian pendapat oleh KH. DR. Sholahuddin Wahid, dari awal bangsa ini berdiri sudah terdiri dari berbagai macam suku dan agama, agama pertama yang masuk adalah Budha, Hindu, Kristen yang dibawa oleh Belanda dalam masa penjajahan.

Kemudian Islam yang disiarkan oleh para pedagang dari Arab disebarkan oleh para wali. Sumpah Pemuda merupakan bentuk kebulatan tekad para pemuda yang mewakili keaneka ragaman suku bangsa dan bahasa menjadi satu yaitu Bangsa Indonesia tetapi bangsa Indonesia belum terbentuk.

Dalam pembentukan negara para tokoh pendiri bangsa memahami keaneka ragaman, serta pluralisme bangsa dengan menetapkan dasar negara adalah pancasila dengan sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa yang mewadahi semua keaneka ragaman yang ada di negara Indonesia.

Bagaimanapun Gus Dur adalah anak biologis dan ideologis kaum santri tulen. Ayah, Ibu, dan Kakeknya adalah pemimpin organisasi Islam tradisional terbesar di Indonesia. Mereka lahir dan dewasa dalam lingkungan pesantren, yang sangat kental dengan ajaran agama yang ketat.

Meski begitu, Gus Dur dan ayahnya, KH. Wahid Hasyim adalah sosok pembaharu dalam tradisi pesantren dan menguasai khazanah pemikiran Islam klasik dan modern, serta memahami pemikiran Barat. Hingga wafat, Gus Dur juga selalu mengikuti perkembangan dunia kontemporer.

Bentuk toleransi kita kepada agama lain jangan ikut campur dalam urusan agama lain yang tidak kita pahami. Semua ajaran atau tuntunan agama akan berlaku mengikat apabila disahkan oleh negara dalam bentuk UU dengan contoh UU Perkawinan.

Orasi atau penyampaian pendapat oleh Inayah Wahid Putri Gus Dur, saat ini kita harus fokus pada penegakan hukum, kemanusiaan dan sebagainya bukan hanya bertumpu pada pluralisme semata yang membuat kita tidak maju dalam pemikiran.

Gus Dur dalam mendidik anak-anaknya. Menurutnya, seluruh anak Gus Dur diperlakukan sama. Gus Dur juga tidak pernah memaksakan keinginannya hanya memberikan contoh kepada anak anaknya.

Sehingga apa yang sudah dilihat dapat dilakukan oleh kami dan Demokrasi sudah diajarkan oleh Gus Dur sejak dalam keluarga serta gambaran umum, setelah itu anaknya sendiri yang akan memilih.

Semasa hidupnya Gus Dur memang getol membela kelompok minoritas, salah satunya adalah golongan Tionghoa, Namun sebenarnya bukan pluralismenya, melainkan kemanusiaan dan kelompok minoritas lainnya.

Gus Dur bukan hanya milik warga nahdliyin. Gus Dur sudah menjadi Bapak Bangsa, sehingga seluruh komponen bangsa ini ikut memilikinya.

Kesimpulan yang disampaikan oleh Prof. Dr. H. Sahid HM M.Ag., dari keseluruhan sambutan serta orasi yang telah disampaikan oleh Narasumber, yaitu :

Bahwa gerakan membangun pluralisme yang telah ditorehkan oleh almarhum Gus Dur terhadap kemajuan bangsa Indonesia yang meliputi berbagai aspek, baik dari sisi budaya, etnis dan agama yang bisa disatukan dan dimunculkan titik temunya yang mana tafsiran-tafsiran bisa ditemukan dalam kehidupan nyata.

Dalam konteks kebangsaan yang tidak mengenal etnis maupun suku bangsa, yang mana juga merupakan implementasi dari arti sebuah kebhinnekaan yang sesungguhnya. Dengan istilah pluralisme saling menghargai perbedaan dan kemajemukan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Wajib bagi kita untuk bisa menjaga Kebhinekaan agar toleransi dalam kehidupan berbangsa tetap  terjaga.

Orasi Kebangsaan dalam rangka Pra Haul Gus Dur ke 7 dihadiri pula oleh Konjen atau yang mewakili, terdiri dari Konjen Amerika Surabaya, Konjen Jepang Surabaya, Konjen RRT Surabaya (Gu Jingqi), serta para pendiri Masjid Muhammad Cheng Hoo.

[/Dik]


http://mediasurabaya.com

thariq/px Al Quran -

BULAN Ramadan juga merupakan tonggak sejarah Islam saat kitab suci Al Quran diturunkan ke bumi menjadi motivasi utama Gerakan Perpustakaan Anak Nusantara (GPAN) Regional Malang menggalang open donation Al Quran dan sedekah uang.
Sejak awal bulan Ramadan, panitia bergerak menggalang donasi dari berbagai donatur di Malang maupun luar kota. Menurut ketua pelaksana Donasi 100 Al Quran, Muhammad Anwar Rizqi Rais, tiga hari menjelang penyebaran donasi Al Quran, berhasil terkumpul lebih dari 100 kitab suci umat Muslim ini.

“Panitia tentu sangat bersyukur dengan donasi yang kami dapatkan dari para donatur. Sungguh di luar ekspektasi kami dan jelas telah melampaui target,” imbuhnya sembari tersenyum lebar.

Ia menambahkan, hingga hari pelaksanaan tiba, Al Quran yang terkumpul mencapai 200-an lebih.Panitia langsung mengemas Al Quran tersebut menjadi beberapa parcel dan sisanya disusun rapi seperti paket.

Jumat, 17 Juni 2016 lalu panitia Donasi 100 Al Quran bergerak menuju target lokasi yang telah direncanakan sebelumnya. Sejak pukul 09.00 WIB, panitia menuju lokasi pertama di Panti Asuhan Mawaddah Warohmah di Bunulrejo, Malang.

Usai bertemu dengan perwakilan panti dan beberapa anak asuh, panitia bergerak menuju Desa Karangwidoro, Dau, Malang. Setelah istirahat sejenak dan menunaikan ibadah salat Jumat, tim bergerak secara konvoi berkeliling di sekitar wilayah desa tersebut.

“Tujuan kami adalah mencari mushala dan masjid yang benar-benar membutuhkan Al Quran dan sering digunakan sebagai pusat kegiatan keagamaan seperti TPQ, mengaji, ataupun tadarus. Alhamdulillah dengan jumlah donasi Al Quran yang terkumpul sangat banyak, jadi bisa menjangkau beberapa mushala di area luar Karangwidoro,” ungkapnya.

Setelah ratusan Al Quran ditebar di beberapa mushala dan masjid, tim panitia menuju salah satu pondok di kawasan Karangwidoro yakni Pondok Pesantren Roudlotun Nasichin. Di pondok tersebut, tim GPAN Malang membagikan donasi Al Quran dan dilanjutkan dengan berbuka puasa bersama dan salat tarawih berjamaah.

Reportase : Healza Kurnia
Mahasiswa Universitas Negeri Malang
fb.com/healza kurnia

Editor: Tri Hatma Ningsih
Sumber: Surya Cetak

[ tribunnews.com ] 


Foto : MCDim_Srt Ags | Kapten CPM H. M. Ali Imam, SH : Ceramah Peringatan Isro' Mi'roj 1437 H
Di Aula Korem 084

Hari Kamis tanggal 19 Mei 2016 pukul 10.00 WIB bertempat di Aula Makorem 084/Bhaskara Jaya Jl. A. Yani No.1 Surabaya dilaksanakan Peringatan Isro’ Mi’roj Nabi Muhammad SAW 1437 H Korem 084/Bhaskara Jaya Tahun 2016, tema “Dengan Hikmah Isro’ Mi’roj Nabi Muhammad SAW Kita Mantapkan Keimanan Dan Ketakwaan Guna Meningkatkan Loyalitas, Moralitas Dan Intregritas Sebagai Landasan Dalam Mewujudkan TNI Yang Kuat, Hebat, Profesional Dan Dicintai Rakyat”. Dipimpin oleh Kasrem 084/Bhaskara Jaya Letkol Inf Heri Suprapto Jumlah 150 orang Anggota Jajaran Korem 084/Bhaskara Jaya beserta PNS dan Ibu Persit Kartika Chandra Kirana Rem 084/Bhaskara Jaya.
Sertu Che Imron :  Pembacaan Ayat Suci Al’Quran Peringatan Isro’ Mi’roj 1437 H
Peringatan Isro’ Mi’roj Nabi Muhammad SAW 1437 H diawali dengan Pembacaan Ayat Suci Al’Quran oleh Babinsa Kel. Darmo Sertu Che Imron Koramil 0832/04 Wonokromo Kodim 0832/Surabaya Selatan, dilanjutkan pembacaan Sari Tilawah.
Kasrem 084/Bhaskara Jaya Letkol Inf Heri Suprapto : Memberikan Sambutan Peringatan Isro’ Mi’roj 1437 H
Dalam sambutan Danrem 084/Bhaskara Jaya yang diwakili oleh Kasrem 084/Bhaskara Jaya Letkol Inf Heri Suprapto, mengucapkan rasa terima kasih dan rasa hormat atas kehadiran para undangan yang telah hadir dalam rangka Peringatan Isro’ Mi’roj Nabi Muhammad SAW 1437 H Korem 084/Bhaskara Jaya Tahun 2016.

Sebagai umat beragama dan insan, marilah kita memanjatkan puji syukur karena rahmatnya kita diberikan kesehatan dalam memperingati Isro’ Miroj di Korem 084/Bhaskara Jaya dalam suasana semangat dan Ukuwah Islamiyah. Saya selaku Danrem 084/Bhaskara Jaya dan sebagai pribadi mengucapkan rasa syukur kepada Kapten CPM M. Ali Imam, SH yang mana beliau akan memberikan tausiah dan ceramah agama dalam rangka peringatan Isro’ Mi’roj di Makorem 084/Bhaskara Jaya. Peristiwa Isro’ Mi’roj merupakan perjalanan sejarah dan merupakan titik balik dari sejarah Islam yang merupakan perjalanan terpenting dan merupakan peristiwa heroik dimana Nabi Muhammad SAW mendapatkan perintah dari Allah SWT untuk melaksanakan kewajiban Sholat 5 Waktu.

Dengan pentingnya peristiwa Isro’ Mi’roj tema “Dengan Hikmah Isro’ Mi’roj Nabi Muhammad SAW Kita Mantapkan Keimanan Dan Ketakwaan Guna Meningkatkan Loyalitas, Moralitas Dan Intregritas Sebagai Landasan Dalam Mewujudkan TNI Yang Kuat, Hebat, Profesional Dan Dicintai Rakyat”, maka tema ini sangat tepat dengan tugas ke depan dan saya berharap dengan peristiwa ini hakikat yang akan disampaikan Penceramah dapat meningkatkan iman bagi warga Korem 084/Bhaskara Jaya untuk menjadi prajurit yang sholeh dan dicintai rakyat dan prajurit yang menginspirasi dalam pembangunan bangsa dan negara yang sangat kita cintai.

Dilanjutkan ceramah yang disampaikan oleh Kapten CPM H. M. Ali Imam, SH., dari Sub Denpom V/2 Mojokerto, bahwa Hikmah peringatan Isro’ Mi’roj Nabi Muhammad SAW, yaitu Sebagai hamba Allah SWT, maka sepatutnya kita bersyukur kepada Allah SWT atas nikmat yang diberikan kepada kita dalam rangka memperingati peristiwa besar Nabi Muhammad SAW yaitu Isro’ dan Mi’roj dan dinilai sebagai tonggak sejarah peradaban baru manusia karena Nabi Muhammad SAW diperintahkan untuk menunaikan ibadah Sholat 5 Waktu yang sampai sekarang Sholat 5 Waktu adalah ibadah harian wajib didirikan oleh setiap umat Islam.

Tujuan dari Isro’ dan Mi’roj adalah untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Allah SWT tidak memandang pangkat dan derajat seseorang melainkan yang taat kepada Allah SWT dan perintah untuk melaksanakan Sholat adalah orang yang beriman. Kematian seseorang tidak memandang siapa orangnya dan kedudukannya oleh karena itu saling mengingatkan. Dalam kehidupan kita di dunia sudah diatur oleh Allah SWT dan kita semua harus punya rasa syukur.

Pada Peringatan Isro’ Mi’roj Nabi Muhammad SAW 1437 H dihadir oleh :
1. Kasrem 084/Bhaskara Jaya Letkol Inf Heri Suprapto.
2. Kasiintelrem 084/Bhaskara Jaya Letkol Inf Farul Rozi.
3. Pasiterrem 084/Bhaskara Jaya Mayor Inf Hermanto.

( MCDim0832_Srt Ags)

 [ kodim 0832 ] 


Rombongan Ekspedisi Islam Nusantara selama sepekan ini akan berada di Jawa Timur untuk melacak sejarah Islam di Indonesia. Di Jawa Timur, tim ekspedisi akan menyambangi tempat-tempat bersejarah yang ada.

Imam Pituduh koordinator tim ekspedisi Islam nusantara, ketika berada di Grahadi, Kamis (14/4/2016) mengatakan, ekspedisi Islam Nusantara kali ini akan merekam seluruh jejak Islam di Nusantara mulai Aceh hingga Papua.

Ekspedisi ini, kata Pituduh, ingin melakukan napak tilas dan merekam secara utuh sejarah Islam versi Nahdlatul Ulama (NU) dan bukan versi kolonial seperti yang selama ini menghiasi buku-buku sejarah di Indonesia.

Ekspedisi Islam Nusantara kali ini dimulai sejak 31 Maret 2016 dan akan berakhir hingga 9 Juni 2016.

Selain mendatangi pelaku sejarah dan tempat-tempat sejarah Islam, dalam perjalannya kali ini, tim ekspedisi Islam Nusantara juga melakukan perekaman guna membuat film dokumenter.

"Ekspedisi Islam Nusantara digelar untuk menunjukkan sejarah hakiki Islam di Indonesia, yaitu Islam Nusantara, sebuah Islam yang berbeda dengan Islam Arabia," kata Imam Pituduh.

Imam Pituduh yang juga sebagai Wakil Sekjen PBNU ini mengatakan, Islam Nusantara adalah Islam yang tidak punya watak kekerasan, apalagi radikal, serta merugikan peradaban.

Keberadaan Islam Nusantara justru untuk menyangga peradaban itu sendiri. Imam Pitudu lantas mencontohkan, hasil ekspedisi yang dilakukan di bekas kerajaan Demak Bintoro membuktikan, Majapahit dan Demak Bintoro ternyata selalu bersahabat, sejarah yang selama ini menyebutkan jika Raden Patah memberontak ternyata salah karena yang berontak adalah Gerindra Wardana bukan Raden Patah.

Sekadar diketahui, ekspedisi Islam Nusantara merupakan sebuah ekspedisi sejarah untuk merekam jejak islam yang digelar oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama.

Ekspedisi ini ingin membuktikan jika Islam Nusantara adalah Islam yang cinta damai dan benar-benar Islam yang menjadi penyejuk bagi semuanya. 

Sampai saat ini sudah sembilan daerah di tiga provinsi yang dilewati tim ini yaitu Cirebon, Semarang, Demak, Kudus, Rembang, Tuban, Lamongan, Gresik, dan Surabaya.

Perjalanan berikutnya, tim menuju Lumajang, Jombang, Mojokerto, Kediri, Nganjuk, Yogyakarta, Tasikmalaya dan Serang.

Kemudian beralih ke Pulau Sumatera (Aceh, Medan, Langkat, Siak, Indragiri, Pariaman, Padangpanjang, Palembang), Pulau Kalimantan (Kutaikartanegara dan Banjarmasin), Pulau Sulawesi (Makassar, Gowa, Gorontalo, Manado), Maluku (Ternate dan Tidore), Nusa Tanggara Barat (Lombok), serta perjalanan terakhir ke Indonesia paling timur, yaitu Papua (Sorong dan Raja Ampat).

Di tempat-tempat yang dikunjungi, tim akan membidik persoalan toleransi dan akulturasi budaya, kebhinekaan dan solidaritas sosial, kemandirian ekonomi, kesehatan dan keberlanjutan kehidupan, sufisme dan kepercayaan lokal. suarasurabaya.net

(fik/dwi)

Foto: Arina Yulistara

Audisi Sunsilk Hijab Hunt 2016 di Surabaya telah selesai diselenggarakan. Delapan besar hijabers asal Jawa Timur telah terpilih untuk mewakili Surabaya. Namun tak hanya delapan yang maju ke babak selanjutnya tapi ada satu hijabers yang terpilih mendapatkan golden ticket di audisi Sunsilk Hijab Hunt Surabaya. Siapakah hijabers tersebut?

Dia adalah Rizki Desy Wulansari. Hijabers muda berusia 20 tahun ini berhak mendapatkan golden ticket berkat aksi jiu jitsunya di depan juri utama yakni Dian Pelangi dan Lulu Elhasbu. Saat diumumkan, wanita dengan sapaan akrab Desy itu terkejut dan menangis.

"Aku nggak nyangka, aku persembahkan ini untuk ibu!" seru Desy saat disebutkan namanya oleh Dian ketika pengumuman hijabers yang lolos tahap selanjutnya di Dyandra Convention Center, Minggu (10/4/2016).

Dengan mendapatkan golden ticket berarti Desy bisa langsung maju ke babak final dan mengikuti karantina di Jakarta tanpa melalui tahap voting online terlebih dahulu. Menurut Dian, Desy berhak mendapatkan tiket emas tersebut karena ia memiliki bakat yang unik dan berbeda dari lainnya. Tidak hanya itu, ia juga menginspirasi lewat prestasi-prestasinya sebagai atlet jiu jitsu nasional.

"Aku pribadi puas banget karena secara nilai dia tertinggi dan dia bakatnya total, sering mendapatkan piala, berprestasi kejuaraan nasional juga, public speaking-nya bagus, postur tubuhnya juga, dan dia dari keluarga yang sederhana tapi inspiratif," jelas Dian kepada Wolipop.

Kini sudah ada dua golden ticket keluar dari roadshow audisi Sunsilk Hijab Hunt 2016. Masih lima kota lagi yang belum disambangi ajang tahunan tersebut. Setelah Surabaya, Sunsilk Hijab Hunt 2016 akan menggelar audisinya di Banjarmasin, Yogyakarta, Palembang, Makassar, dan Jakarta. [ detik.com ]

(aln/hst)

Foto: Arina Yulistara

Audisi Sunsilk Hijab Hunt 2016 hari kedua masih berlangsung hingga saat ini di Gramedia Expo, Jl Basuki Rahmat, Surabaya, Minggu (10/4/2016). Para hijabers Surabaya yang lolos 20 besar dari penyaringan juri internal kemarin, Sabtu (9/4/2016) diuji kembali untuk memilih siapa saja peserta perwakilan dari Surabaya yang akan masuk babak voting.

Salah satu peserta yang tampil hari ini adalah Rizki Desy Wulansari. Rizki mampu memukau juri dengan menunjukkan kebolehannya bela diri jiu jitsu. Ia membawa lawan tandingnya untuk menunjukkan teknik-teknik jiu jitsu yang dikuasai mulai dari memukul hingga membanting lawan.

"Bagus, bawa partner ada lagunya juga, aku suka sih, sering berprestasi lagi," puji Dian setelah Desy unjuk bakat di Gramedia Expo, Minggu (10/4/2016).

Wanita 20 tahun itu merupakan atlet jiu jitsu dari Jawa Timur. Ia sering menjadi jawara jiu jitsu tingkat nasional. Hijabers dengan sapaan akrab Desy ini mengatakan sudah berlatih ju jitsu sejak kelas lima SD. Tak jarang Desy menjadi juara satu dalam kejuaraan jiu jitsu dalam skala nasional.

Desy mengatakan kini sudah sampai sabuk biru yang artinya ia bisa disebut asisten pelatih. Wanita yang menjadi jawara Jiu Jitsu Kelas Reguler Putri Tingkat Nasional di Ponorogo itu mengaku ikut Sunsilk Hijab Hunt 2016 karena ingin membuktikan bahwa seorang atlet berhijab juga bisa menginspirasi.

"Aku mau buktikan saja kalau atlet kayak aku ini juga bisa jadi role model," ujar wanita asal Gresik itu.

Desy menambahkan, hijab tidak menjadi penghalang dirinya untuk berprestasi sebagai atlet jiu jitsu. Tak ada larangan untuk atlet jiu jitsu menggunakan jilbab. Meski demikian, ia pernah mengalami sikap yang kurang menyenangkan saat mengikuti kompetisi jiu jitsu karena penggunaan jilbabnya.

Mahasiswi Universitas Airlangga itu pernah diremehkan ketika mengikuti kompetisi jiu juitsu ketika SMA. Ia dianggap kurang berkompeten. Namun ternyata Desy bisa mengalahkan orang-orang yang meremehkannya.

"Pernah diremehin waktu SMA kalau sekarang sih sudah lumayan banyak atlet jiu jitsu yang pakai jilbab. Ada yang berkata, 'kok kamu pakai hijab begini, memang bisa?', ternyata waktu ketemu sama aku saat tanding aku bisa ngalahin mereka. Waktu itu aku di Surabaya untuk Unesa Open waktu kelas satu SMA," cerita Desy. [ detik.com ]

(aln/sra)


MEDIA SURABAYA

{picture#https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg50eTS1AmUdtk9hswT1j4GALeqv0qiq2zoRr0pvxsphOg8h3esdkJidWVoomVK57bn7Og3z95aqoDZKyITZjxHLO9aR6j1dnsCq3A7LTtmC4ErWdjsjdBT7s-LB8q7Eb2G1zz28hbVkTE/s1600/20180107_023259.png} Tahun 2016-2021, Kota Surabaya sebagai Kota sentosa yang berkarakter dan berdaya saing global berbasis ekologi. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {pinterest#http://pinterest.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.