Showing posts with label Bencana. Show all posts



mediasurabaya.com , SURABAYA - Akibat adanya angin kencang yang menerjang di wilayah Kecamatan Wonocolo, Kota Surabaya, banyak dahan dan ranting pohon yang mengalami patah.


Peristiwa ini terjadi pada pagi hari ini Jumat (12/10/2018) di permukiman, tepatnya di Gang Damri RT.06 RW.02 Kelurahan Sidosermo.

Dikhawatirkan dapat mengganggu aktivitas, warga bersama-sama melakukan pembersihan sisa-sisa sampah pohon yang berserakan di jalan kampung.

"Kita lakukan kerja bakti bersama - sama untuk membersihkan cabang pohon yang berserakan di jalan", kata Koptu Sigit, anggota Koramil 0832/07 Wonocolo, saat itu juga ikut membantu warga.

Babinsa wilayah Kelurahan Sidosermo ini mengungkapkan, dahan dan ranting pohon yang patah telah menimpa kabel listrik, sehingga kabel listrik putus.

Dikonfirmasi mediasurabaya.com via aplikasi pesan, Sigit menyampaikan, bahwa terjadinya angin kencang tadi pagi.

"Tadi pagi sekitar jam 05.30 an, sekarang sudah ditangani PLN", jelasnya. [/Dik]




Lombok, Satgas penanggulangan gempa lombok dari Satgas Brawijaya di bawah pimpinan Danyonif Mekanis 516/CY Letkol Inf Yusub Dody Sandra S.I.P., M.I.Pol menugaskan Sertu M. Hasim As'Ari Batih Kibant Yonif Mekanis 516/CY bersama 5 orang lainnya, melaksanakan kegiatan Operasi Militer Selain Perang dalam rangka melaksanakan kegiatan trauma healing kepada para murid-murid SDN 1 Batulayar pasca gempa Lombok, Selasa (28/08/2018).


Menurut Dansatgas Brawijaya Letkol Inf Yusub Dody Sandra S.I.P., M.I.Pol, mengatakan dalam kegiatan ini, puluhan anak-anak korban gempa Desa Batu Layar Kecamatan Batu Layar Kabupaten Lombok Barat yang sedang bermain di posko utama diberikan pelajaran dan pelatihan menggambar dan mewarnai oleh Sertu M. Hasim As'Ari dan 5 orang lainnya.

Lebih lanjut Letkol Inf Yusub Dody Sandra S.I.P., M.I.Pol, mengatakan kegiatan ini dilakukan untuk menghibur dan mengedukasi anak-anak korban gempa dengan cara memberikan mereka berbagai aktivitas, diantaranya menggambar dan mewarnai serta mengajak bermain bersama.

"Diharapkan dengan kegiatan ini, rasa trauma yang ditimbulkan akibat bencana gempa secara perlahan akan hilang", tutupnya.


mediasurabaya.com , SURABAYA -
Kali ini yang diberangkatkan pada kloter pertama ada beras, penjernih air, tenda, pakaian, keperluan bayi, obat-obatan, sarung, pompa hingga genset.

Selain itu Pemerintah Kota Surabaya juga menurunkan tenaga medis mulai dari dokter, perawat, ada pula Satpol PP, Linmas dan PMK

Sumber : Satpol PP Surabaya
Twitter @satpolppsby


SURABAYA ,- Hallo Sobat Praja menjaga saluran air di Kota Surabaya itu sangat penting loh dan dampaknya pun bagi Surabaya sangat besar, Sabtu (06/01/2018).
Kalo Saluran Air di Kota Surabaya tidak dirawat dan dibiarkan begitu saja dan dijadikan Sebagai "tempat sampah " maka akan berdampak banjir loh Sobat Praja.
Nah dari itu Satpol PP Surabaya berada di Jl. Margo Mulyo bertugas menertibkan bangunan atau PKL yang berada di atas saluran air.
Harapannya semoga Surabaya Terbebas dari Banjir ya Rek 🤩😍😍
#kapolrestabessurabaya #satpolppindonesia #satpolppsurabaya #satpolppsby #dishubsurabaya #surabaya #sapawargasby
wahjuwibowoAyo min @satpolppsurabaya giatkan terus penertiban spt ini, termasuk sepanjang jl kedungdoro banyak yg bikin bangli diatas saluran air.
eddoangie👍👍👍
azwaranam_Semoga dgn ini wilayah tandes dan sekitarnya bebas banjir @satpolppsurabaya
kurnia_greennordLanjutkan pak de. Garai banjir iku
arti_agustinaEmang hrs d tertibkan smua.biar.srbaya jd bersih dn asri.dn jg biar gk kumuh dn kotor.dn jg biar gk banjir
hudi241aIki jek biasa min coba cek daerah mburi kebalen Kulon kali gede buntu, ya opo ga buntu dibangun omah nang ndukur e
zptra_ngguantengg ndann.
efendi.oneSipppo
brigittatylpSemangatttt💪
kusumadesy25Jorok tenan.. mbok sing resik'an tha rek!

Liputan6.com, Jakarta Tim SAR terus mencari dan mengevakuasi korban gempa Aceh selama masa tanggap darurat. Fokus utama tim SAR saat ini membantu membersihkan puing-puing bangunan.

Dalam evakuasi itu, tim SAR menemukan satu korban meninggal atas nama Devi Srijalani di Pidie, Aceh. Dengan demikian, jumlah korban meninggal gempa Aceh mencapai 102 orang

"Jumlah korban meninggal dunia gempa Aceh adalah 102 orang. Di mana 96 di Pidie Jaya, empat orang di Pidie, dan dua orang di Bireuen. Korban luka-luka 857 orang. Pengungsi 83.838 orang tersebar di 124 titik," tutur Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (13/12/2016).

Sebanyak 4.836 personel dari kementerian, lembaga, TNI, Polri, pemda, relawan, NGO, dan organisasi masyarakat masih melakukan penanganan darurat. Pemerintah pusat membantu pemerintah daerah dengan memasok logistik, dana, manajerial dan tertib admistrasi.

"Kepala BNPB (Willem Rampangilei) terus di lokasi bencana untuk mengkoordinir potensi nasional untuk membantu pemerintah daerah," kata Sutopo.

Bantuan terus berdatangan ke posko utama. Bertambahnya jumlah pengungsi juga disebabkan masih seringnya gempa susulan. BMKG mendata masih terjadi gempa susulan.

"Masyarakat takut dan khawatir adanya guncangan, sehingga merasa nyaman di pengungsian," tutur Sutopo.

Terkait penyediaan air bersih, ujar dia, belum semuanya bisa terlayani dengan baik di sejumlah titik pengungsian. Hal ini melihat kondisi sumur yang kering dan dangkal pascagempa.

"Jika pun ada airnya keruh, sehingga tidak dapat dikonsumsi," ungkap Sutopo.

Dia menambahkan, kegiatan trauma healing, psikososial dan pelayanan kesehatan masih tetap berlangsung untuk para pengungsi. Klaster nasional penanganan pengungsi, klaster kesehatan dan klaster logistik terus melayani pengungsi gempa Aceh.

"Kebutuhan mendesak sandang dan pangan, MCK, air bersih, relawan, tenda dan shelter, kebutuhan bayi, sarung, mukena dan lainnya. Posko utama terus menyalurkan bantuan ke pengungsi," ujar Sutopo.

 [ liputan6.com ] 



http://mediasurabaya.com

SURABAYA ,- Penggalangan dana untuk korban banjir bandang Garut dan Sumedang dilakukan oleh Jamaah Ansharusy Syariah (JAS) diikuti sekitar 6 orang dan dipimpin Sdr. Andi (Qoid Hisbah JAS Muderiyah Surabaya), di Halaman Masjid Mujahidin Jl. Perak Barat no. 275 Kelurahan Perak Utara Kecamatan Pabean Cantikan Surabaya, Jumat 23/09/2016.

Setelah sholat Jum'at selesai, kelompok Jamaah Ansharusy Syariah (JAS) melaksanakan penggalangan dana dengan cara membentangkan spanduk serta menyediakan kotak untuk tempat uang, di depan pintu Masjid tepatnya di Halaman Masjid Mujahidin. Mereka membawa spanduk "PEDULI BANJIR BANDANG GARUT dan SUMEDANG", Jamaah Ansharusy Syariah, Forum Me-Dan. Selama penggalangan dana dapat berjalan dengan tertib dan lancar.

[/Fik]



http://mediasurabaya.com

Reporter : Harry Purwanto

Lumajang, - Dua pendaki asal Cirebon yakni Supriyadi (26) dan Zirli Gita Ayu Safitri (16) yang tersesat di Gunung Semeru ditemukan oleh Tim Basarnas dan TRC BPBD Lumajang di Aliran Sungai Besuk Sat Sekitar Gunung Botok Kawasan Tawon Songo, Desa/Kecamatan Pasrujambe.

"Benar mas, dua suvivor sudah ditemukan dalam kondisi lemah dan sekarang proses evakuasi," ujar Kabid Kesiapsiagaan BPBD Lumajang, Hendro Wahyono pada beritajati.com, Selasa(24/05/2016).

Menurut dia, kondisi lemah 2 pendaki ditolong dengan diberikan makanan dan minuman tambahan. Pendaki bisa dievakuasi dengan cara jalan. 

"Alhamdullilah pendaki bisa jalan kaki, ini sekarang proses ke Pos Tawon Songo," ungkapnya.

Sebelumnya, 2 pendaki dikabarkan berada di kawasan air terjun kembar arah Barat Laut yakni Malang. Kabar ini diketahui melalui SMS dilakukan oleh 2 pendaki ke rekannya.

Tim Basarnas bersama TRC BPBD Lumajang yang menduga 2 pendaki akan lewat jalur kuno pendakian Semeru dilakukan penghadang. Ketika sampai dikawasan Aliran Sungai Besuk Sat, petugas mengetahui 2 survivor sedang jalan kaki dengan kondisi lemah.

"Jadi saat itu, tim dilapangan langsung melakukan penjemputan," terangnya.

2 buah mobil Ambulance dari RS Bayangkara dan RSUD Haryoto disiakan di Pos Tawon Songo untuk menyambut dua survivor untuk dibawa ke Puskesmas setempat.[har/ted]



JakartaCNN Indonesia -- Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) meminta pemerintah Singapura untuk saling menghormati masing-masing kedaulatan dan konstitusi negara dalam memproses hukum pihak yang terlibat dalam pembakaran hutan di Sumatra. Pembakaran hutan tersebut selama ini menyebabkan pencemaran asap lintas batas negara.


Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK Rafles Brotestes Panjaitan mengatakan pemerintah Singapura harus membangun sinergi dan koordinasi bersama pemerintah Indonesia dalam menangani masalah kebakaran hutan dan pencemaran asap lintas batas negara.



Khususnya terkait proses hukum pemerintah Singapura, menurut Rafles, tidak bisa secara sepihak mengenakan sanksi pidana maupun administratif kepada perusahaan-perusahaan pelaku pembakaran hutan.






"Artinya (pemerintah Singapura) tidak bisa ikut kemauan sendiri, harus ada namanya kesamaan negara dalam kolaborasi dan ikut aturan. Jangan agenda kita belum setuju ini mereka sudah melajukan secara sepihak," ujar Rafles seusai menghadiri sosialisasi peraturan Menteri LHK pada Selasa (24/5).



Menurut Rafles, pengenaan sanksi terhadap perusahaan Indonesia terkait perkara kebakaran hutan itu merupakan kewenangan dari pemerintah Indonesia khususnya KLHK.






Hal ini, ujar Rafles didasari pada perusahaan yang terlibat merupakan perusahaan yang berkedudukan di Indonesia sehingga perusahaan tersebut berada dalam kewenangan hukum Indonesia bukan Singapura.



"Perusahaan kan bagian dari negara jadi jangan mau diubek-ubek ini kan masyarakat kita, jadi yang memiliki hak memproses hukum ialah Indonesia," ucap Rafles.





Ketika dikonfirmasi seputar hal yang sama, Sekretaris Jenderal KLHK Bambang Hendroyono dalam pernyataannya seperti menyayangkan tindakan pemerintah Singapura yang terkesan menindak perusahaan Indonesia yang terlibat dalam pembakaran hutan secara sepihak.


"Singapura sudah sepatutnya menghormati. Yang pasti pemerintah Indonesia hadir untuk menangani kebakaran hutan ini," kata Bambang.



Menurut Bambang, terkait kolaborasi Indonesia dengan Singapura mengenai permasalahan pencemaran asap lintas-batas (transboudary haze pollution) Indonesia memiliki ketentuan dalam pengendalian kebakaran hutan termasuk penjatuhan sanksi bagi perusahaan pemegang izin yang kedapatan melakukan pembakaran hutan pada wilayah konsesinya.



Bambang menyatakan perlu ditingkatkan komunikasi antara pemerintah Indonesia dan Singapura seputar kolaborasi masalah kebakaran hutan dan pencemaran asap ini.



"Kami harapkan komunikasi government to government bersama Singapura bahwa kedua negara memiliki komitmen yang sama mengatasi kebakaran hutan dan pencemaran asap," ujar Bambang.



Hal ini sebagai tanggapan terhadap tindakan pemerintah Singapura melalui Badan Lingkungan Nasional (National Environment Agency) Singapura mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap direktur sebuah perusahaan Indonesia yang terlibat pembakaran hutan di Sumatera pada Kamis (12/5).



Tindakan pemerintah Singapura ini didasari pada Undang-Undang Polusi Asap Lintas Perbatasan (Transboundary Haze Pollution Act) yang telah disahkan parlemen Singapura sejak 2014 lalu.



(obs)

CNN Indonesia

Foto: Jefris Santama/detikcom | Jefris Santama - detikNews -

Medan - Tim DVI Polda Sumut kembali mengidentifikasi 4 jenazah korban banjir bandang dan longsor di Sibolangit, Sumatera Utara (Sumut). Total yang sudah teridentifikasi yakni 10 jenazah.

"Jadi, jenazah yang belum teridentifikasi ada enam, ini kita masih lanjut untuk proses indentifikasinya," kata Kepala RS Bhayangkara Medan Kombes Pol Farid Amansyah kepada wartawan di RS Bhayangkara Medan, Selasa (17/5/2016) malam.

Kesepuluh jenazah itu berhasil diidentifikasi dengan metode sidik jari dan tanda-tanda medis. "10 jenazah yang sudah teridentifikasi telah dikembalikan ke keluarganya," tambah Farid.

Berikut identitas 10 jenazah yang sudah teridentifikasi:

1. M Riyantio Fandy (25) warga Medan.
2. Rafki (22) warga Riau.
3. M Gusti Dwi Prasetyo (21) warga Medan.
4. M Iqbal (21) warga Medan.
5. Rizki Ayu Zahra Nasution (18) warga Padang Lawas, Sumut.
6. Dwi Hastuti Ningsih (20) warga Medan.
7. Melida Gunung Sari Chaniago ( 23) warga Padang Lawas Utara.
8. Ade Riana Sihombing (21) warga Padang Sidempuan.
9. Gustinaris Diah Pratiwi (18) warga Kabupaten Malang, Jatim.
10. Wazzah Hajirah (20) warga Labuhan Batu Utara, Sumut.

Sementara itu, tim SAR gabungan masih mencari 5 korban hilang lainnya di kawasan wisata air terjun dua warna, Sibolangit, Sumut. Dalam pencarian kali ini, tim SAR gabungan menemukan baju diduga milik korban yang hilang.

"Pencarian hari ini masih nihil dan malam ini sudah dihentikan. Masih 16 jenazah yang berhasil dievakuasi," kata Sekretaris BPBD Deliserdang Darwin Surbakti saat dikonfirmasi terpisah.

Dalam pencarian yang dilakukan tim SAR gabungan, Darwin menyatakan telah ditemukan baju yang diduga milik korban yang hilang. Penemuan tersebut ditemukan di seputaran aliran lokasi wisata air terjun dua warna.

"Besok pagi akan kita lanjutkan kembali pencarian. Untuk sementara, anjing pelacak belum dilibatkan, namun kemungkinan untuk dilibatkan (anjing pelacak) bisa saja," terang Darwin.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan tim SAR gabungan akan terus melakukan pencarian pada dua hari kedepan. "Setelah itu, kita akan melakukan evaluasi," tambah Darwin. (dhn/dhn)

 [ detik.com ]  


Kepolisian Resor Wajo, Sulawesi Selatan, mengerahkan personelnya yang berada di wilayah Kecamatan Belawa agar selalu berkoordinasi dengan pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wajo terkait banjir yang melanda.
Tanggul Salompare di Kelurahan Belawa, Kecamatan Belawa jebol. Akibatnya, dua desa terendam di kawasan itu.

"TRC temukan tanggul yang jebol seluas 40 meter dan kerusakannya sudah kita koordinasikan dengan pihak Balai Jeneberang untuk penanganannya agar segera dibenahi," kata anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Wajo.

Tanggul itu tidak mampu lagi menahan debit air yang semakin besar. Intensitas hujan yang terus mengguyur wilayah Kabupaten Enrekang dan Sidrap turut memperparah kondisi tanggul.
Hingga saat ini, BPBD Kabupaten Wajo belum mengetahui secara rinci berapa kerugian material dan jumlah lahan serta pemukiman warga yang terendam banjir dampak dari jebolnya tanggul tersebut. [ tribratanews.com ]

[Humas Polda Sulsel/imf] 

Kepala Kepolisian Resor Wajo, Sulawesi Selatan, Ajun Komisaris Besar Polisi M Guntur SIK, menghadiri rapat kesiapan antisipasi banjir di wilayah Kabupaten Wajo, Jumat (22-04-2016).

Kegiatan rapat ini dilakukan di ruang kerja Wakil Bupati Wajo dan dipimpin oleh Wakil Bupati Wajo Dr Syarir Kube Dauda. Turut hadirdalam rapat Kasdim 1406 Wajo, Kadis BNPB, Kadis Sosial, Kabag Ops Polres Wajo, para Camat/Kapolsek yang mengalami banjir di daerahnya, serta anggota Kesehatan Kabupaten Wajo.

Setelah rapat, kegiatan dilanjutkan dengan meninjau langsung ke lokasi banjir oleh Wakil Bupati Wajo, Kapolres Wajo, Kasidim 1406 Wajo, Kadis BNPB, dan Kadis Sosial.

Kegiatan berjalan dengan lancar dan terkendali. 

[Humas Polda Sulsel/imf]

MEDIA SURABAYA

{picture#https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg50eTS1AmUdtk9hswT1j4GALeqv0qiq2zoRr0pvxsphOg8h3esdkJidWVoomVK57bn7Og3z95aqoDZKyITZjxHLO9aR6j1dnsCq3A7LTtmC4ErWdjsjdBT7s-LB8q7Eb2G1zz28hbVkTE/s1600/20180107_023259.png} Tahun 2016-2021, Kota Surabaya sebagai Kota sentosa yang berkarakter dan berdaya saing global berbasis ekologi. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {pinterest#http://pinterest.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.