Showing posts with label Budaya. Show all posts




mediasurabaya.com , SURABAYA - Di tengah perkembangan zaman dengan teknologinya yang semakin modern, Bangsa Indonesia masih melestarikan budaya nenek moyangnya.

Hal itu terlihat di wilayah Kota Surabaya yang notabene Kota Metropolitan terbesar kedua setelah Jakarta, beberapa wilayah Kelurahan masih menggelar acara rangkaian sedekah bumi.

Untuk malam hari ini Minggu (16/09/2018) terpantau, tradisi dilaksanakan di Pendopo Kelurahan Dukuh Pakis, Kecamatan Dukuh Pakis, dengan menggelar Wayang Kulit.

Suasananya juga terlihat penuh keakraban dan kekeluargaan sambil menyaksikan pergelaran. Hal ini seperti yang disampaikan oleh Babinsa Serda Hady S.

"Kegiatan masih berlangsung aman, serta penuh suasana keharmonisan", ungkap Hady, saat itu mendampingi Danramil.

Perlu diketahui, pergelaran Wayang Kulit menghadirkan Ki Dalang Nyai Hj. Ernita Waroq dari Mojokerto, dengan lakon Tumuruning Wahyu Mukutho Romo.

Dihadiri, antara lain oleh Camat Dukuh Pakis Hari Setyo Widodo, SH., Danramil 0832/06 Karangpilang Mayor Arh Anton Subandi, Lurah Dukuh Pakis Nanang Sugianto, SH., Ketua LPMK Abah Supriadi, Ketua RW se-Kelurahan Dukuh Pakis, Ketua RT, Tokoh Agama, Masyarakat dan Pemuda. [/Dik]




mediasurabaya.com , SURABAYA - Masyarakat Dk. Sawo, Kelurahan Bringin, Kecamatan Sambikerep, Kota Surabaya, sampai saat ini masih memegang teguh budaya para leluhur yaitu sedekah bumi.

Dalam memperingati tradisi yang digelar setiap tahun ini, warga menyemarakkannya dengan berbagai kegiatan, salah satu diantaranya biasa disebut okol atau gulat.

Tradisi ini merupakan wujud syukur para petani, atas hasil panen yang diperolehnya.

"Petani usai panen, selanjutnya menggelar sedekah bumi dengan menyuguhkan lomba okol atau gulat", kata Babinsa Bringin Sertu Ponirin dari Koramil 0832/08 Lakar Santri, saat itu monitoring acara, Minggu (09/09/2018) siang.

Menurut pengamatan Babinsa, gulat tradisional yang tidak mengenal usia ini menjadi agenda rutin setiap tahun, karena memang telah menjadi bagian dari wisata budaya.

Para peserta dewasa dan anak-anak, baik itu pria dan wanita bertanding di atas panggung beralaskan jerami ditutupi dengan terpal.

"Kalaupun terjatuh akibat dibanting tidak terlalu sakit", jelas Ponirin.

Dalam pertandingan, wajib memakai udeng atau ikat kepala, serta memakai tali selendang diikatkan melingkar ke bagian perut peserta gulat.

"Tradisi ini rutin diadakan setiap tahun, wujud rasa syukur warga di sini, yang utama atas kemerdekaan yang telah dicapai bangsa Indonesia", terang Suwarno, Ketua RW.02 Dk. Sawo.

"Sampai saat ini Dk. Sawo masih dalam keadaan tenteram, karena terjalinnya silaturahmi. Kekompakan terlihat, baik itu Tokoh Agama, Masyarakat, Adat, Pemuda dan bahkan aparat terkait, seperti Bhabinkamtibmas, Babinsa, Staf Kecamatan, Kelurahan juga hadir di sini", pungkasnya. [/Dik]


Surabaya,– Sinergitas Babinsa Koramil 0830/02 Semampir senantiasa berinteraksi dengan segala lapisan masyarakat yang sudah menjadi nadi dalam tugas pokok personel Koramil 0830/02 Semampir, hal ini di wujudkan oleh Serka Suhardi dalam tugas keseharian melaksanakan komunikasi sosial (Komsos) bersilaturahmi dengan warga serta komponen masyarakat serta pemantauan diwilayah Kelurahan Ampel Kecamatan Semampir Surabaya dan memberikan arahan-arahan kepada warga agar selalu meningkatkan upaya pencegahan secara dini terhadap kemungkinan adanya kelompok-kelompok yang tidak bertanggung jawab dan mewaspadai orang-orang pendatang dengan selalu berkoordinasi bersama instansi terkait diwilayah wisata religu Sunan Ampel Surabaya. Sabtu (13/1/2018)

Babinsa 0830/02 Semampir yang secara rutin bersinergi dengan warga di wilayah Kelurahan Ampel Kecamatan Semampir Surabaya ini bertekad mewujudkan kemanunggalan TNI dengan Rakyat serta menjalin persatuan dan kesatuan diwilayah.

Danramil 0830/02 Mayor Inf Imam Suyoso,S.Ag mengatakan "Koramil adalah satuan yang merupakan garda terdepan di TNI AD, dimana satuan inilah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat tanpa membedakan suku ras agama adat budaya maupun strata", tegasnya.

"Kegiatan ini bentuk komunikasi sosial sebagai wahana silaturahmi untuk saling bertukar pikiran, memberi, mengisi serta meningkatkan peran Binter, sehingga keberadaan insan teritorial memberikan makna yang positif tersendiri di lingkungan masyarakat sekelilingnya dan untuk meningkatkan kemanunggalan TNI Rakyat untuk menciptakan rasa nyaman kepada warga serta terujudnya kondusifitas wilayah tugas", tegas Dandim 0830/SU Letkol Inf Wing Sandya Udayanto,SE.


Acara Puncak Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional di Lapangan Kodam V Brawijaya Dihadiri Ribuan Orang
SURABAYA ,- Lapangan Kodam V/Brawijaya mulai pagi sampai siang hari ini tampak ramai oleh ribuan peserta undangan, untuk menghadiri acara Puncak HKSN (Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional), dengan tema "Kesetiakawanan Sosial Perekat Keberagaman", Rabu (20/12/2017).

Dalam sambutan yang disampaikan oleh Ketua Panitia HKSN, Mardiono menyampaikan ucapan terimakasih atas terselengaranya kegiatan ini dilaksanakan di Jatim (Jawa Timur), tahun kemarin dilaksanakan di Jateng (Jawa Tengah), namun tahun ini lebih meriah yang melibatkan semua komponen masyarakat.

Kegiatan ini dirangkai sebagai titik pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh semua komponen masyarakat sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat. Mudah-mudahan HKSN dapat memberikan manfaat kepada masyrakat.

Dilanjutkan oleh Gubernur Jatim, juga mengucapkan terimakasih atas terselengaranya kegiatan HKSN yang dilaksanakan di lapangan Kodam ini terimakasih kepada Bapak Pangdam V. Hari HKSN ini merupakan peningkatan Jatim terhadap kepedulian mayarakat bersama-sama TNI dan Polri melaksanakan Gotong Royong di Jawa Timur. Jangan lupa para undangan yang hadir untuk membeli kerajinan yang ada di Jatim.

Pada kesempatan ini, dalam sambutannya Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa juga menyampaikan ucapan terimakasih atas terselengaranya HKSN yang dilaksanakan di lapangan Kodam V/Brawijaya, terimaksih kepada Bapak Pangdam V/Brawijaya.

Peringatan HKSN mempunyai makna khusus, pemerintah melakukan pembangunan untuk bangsa ini bukan suatu kebetulan tetapi merupakan jeri payah para pejuang pahlawan pendahulu, agar terwujud kebangsaan yang merdeka dan lebih maju. Semangat rela berkorban ini yang menciptakan bangsa ini lebih maju, untuk menpertahankan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia).

Kita harus mencintai bangsa Indonesia, karena kita merupakan bagian dari anak-anak bangsa. Hari HKSN  ini mengambil tema Kesetiakawanan Sosial Perekat Keberagaman, ucapan terimakasih terhadap seluruh komponen yang terlibat pada Hari HKSN ini, tahun depan HKSN dilaksanakan di Provinsi Gorontalo.

Dilanjutkan Penyerahan Pataka Kesetiakawanan Sosial Nasional dam Persiapan Penganugerahan Satya Lencana Kebhaktian Sosial. Serta Pembacaan Petikan Surat Keputusan Presiden RI oleh Setmilpres. Setelah itu Penganugerahan Tanda Kehormatan Satya Lencana Kebhaktian Sosial oleh Menko PMK Puan Maharani, dilanjutkan foto bersama. Juga dilakukan Penyerahan Simbolis Kartu BPJS Ketenagakerjaan bagi pilar-pilar sosial, penerima hak-hak sipil.

Sebelum diakhirinya acara, sambutan disampaikan oleh Menko PMK Puan Maharani, menyampaikan ucapan terimakasih atas terselenggaranya kegiatan HKSN di lapangan Kodam V/Brawijaya dengan tema Kesetiakawanan Sosial Perekat Keberagama.

Bangsa ini tidak akan menjadi besar tanpa adanya gotong royong dari semua komponen. Membangun bangsa ini tidak hanya dilakukan oleh Pemerintah, namun harus dilakukan oleh semua komponen dengan cara bergotong royong.

Indonesia begitu besar yang kaya dengan kekayaan alamnya dan ber aneka ragam, kita harus bangga menjadi bagian dari anak-anak bangsa yang kita cintai. Ucapan aspresiasi dari Pemerintah Pusat terhadap kegiatan HKSN yang dilaksanakan di Jatim.

Setelah sambutan selesai dari Menko PMK, dipersembahkan seni budaya kolosal tarian Topeng dan Barongan, selanjutnya persembahan seni musik Drum Band AAL.

Hadir dalam acara yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemprov (Pemerintah Provinsi) Jatim tersebut, diantaranya meliputi Menteri PMK Puan Maharani, Menteri Sosial Dr. Hj. Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur DR. H. Soekarwo, Pangdam V/Brawijaya Mayjend TNI Arif Rachman, Pangarmatim Laksana TNI Didik Setiyanto, Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin, Ketua DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota se Jawa timur, Gubernur, Walikota dan Bupati seluruh Indonesia, Pejabat Eselon 1 dan 2, serta Kementerian Sosial RI (Republik Indonesia).


[/Dik]


mediasurabaya.com ,- Kawasan Grahadi Surabaya benar-benar telah menjadi Icon bagi elemen masyarakat untuk menyampaikan aspirasinya. Kali ini (19/11/2016) dilakukan aksi damai Panggung Bhinneka Tunggal Ika Bela NKRI, tema "NKRI & PANCASILA HARGA MATI !!!". Penyelenggara Aliansi Kebangsaan Jawa Timur, sebagai inisiator Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan Nasional-Jawa Timur (JPKPN Jatim), Barisan Relawan Jalan Perubahan-Jawa Timur (BARA JP-Jatim), LBH Bara JP Jatim , Jaringan Nasional Indonesia Baru (JNIB) Cab. Jawa Timur, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) St.Lukas Cab.Surabaya, Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesa (GMKI) Cab.Surabaya, Cakrawala Timur (CT), Komunitas Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) Cab.Surabaya, Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan Indonesia-Jawa Timur (FKKPI-Jatim), , Ikatan Putra Putri Tumbal Negara (IPPTN), ALMISBAT, Persatuan Perempuan Peduli Generasi Indonesia (SAPULIDI), Seknas Jokowi-Jatim, GusDurian Surabaya, Kelompok Pengamen Jalanan (KPJ), Budhist Education Centre, Buddhayana Dharmawira Centre, Majelis Buddhayana Indonesia, Boen Bio Jawa Timur, Banteng Reformasi Indonesia, Aliansi Petani Indonesia (API Jatim), Satu Kedaulatan Rakyat (SAKERA), Perjuangan Anak Bangsa (PAB), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), KAMUS-PR, Forum Komunikasi Banteng Lawas Bersatu (FORKOM BLB), Forum Kilamas (Forum Xmas), PMII Komisariat Unsuri, PMII Komisariat UPN, PMII Komisariat Unusida, Left Democration Force (LDF)-UINSA. Tokoh Agama (Toga), Budayawan dan Pekerja Seni serta diikuti oleh Peserta sekira 200 Orang, Penanggung jawab Sdr. Kusnan.

Diawali oleh para Peserta long march dari Gedung Kebudayaan Jawa Timur (Cak Durasim) menuju ke Panggung Bhinneka Tunggal Ika Bela NKRI di depan Gedung Negara Grahadi, dengan membawa spanduk yang bertuliskan Mendukung TNI POLRI menindak tegas pelaku isu sara. Meneguhkan Pancasila Mempertahankan Kebhinnekaan. Mendukung Pemerintahan Jokowi yang konstitusional. Wanita Katolik RI Ikrar Setia Pada Pancasila Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI.

Mereka juga menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dipimpin oleh Fabianus Hendrik dan dilaniutkan Mengheningkan Cipta, menyanyikan Lagu Garuda Pancasila, serta do'a bersama dipimpin oleh Perwakilan Elemen.

Peryantaan Sikap Aliansi Kebangsaan Jawa Timur, yaitu Menegaskan dan meneguhkan Pancasila adalah jiwa kami, NKRI adalah Rumah Kami, Bhinneka Tunggal Ika adalah pergaulan hidup kami. Mempertahankan pemerintah Indonesia yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Mendukung Polri menegakkan hukum secara tegas terhadap kelompok kelompok intoleran dan kelompok kelompok yang menggunakan agama atau apapun untuk melakukan kekerasan. Rakyat Jawa Timur siap melawan gerakan yang ingin menggantikan Pancasila sebagai Dasar Negara. Dan menyerukan kepada seluruh Rakyat Indonesia untuk tetap menciptakan toleransi terhadap setiap perbedaan suku, agama dan ras.

Indonesia terbentuk dalam NKRI harga mati, bela negara adalah NKRI. Dasar Negara kita didalam balutan keaneka ragaman Bhinneka Tunggal Ika. Tidak terima ideologi kita diganti oleh ideoligi negara lain. Kebersamaan benar diciptakan untuk mengamankan Pancasila dan UUD 1945. Kita tidak sudi negara kita dirongrong oleh penjajah, beri pemahaman di lingkungan kita bahwa kita adalah satu.

[/Ang]


http://mediasurabaya.com

Foto: Rois Jajeli | 

SURABAYA ,- Walikota Surabaya Tri Rismaharini memberikan pelatihan dan ilmu mengenai kuliner, kerajinan tangan, industri rumah tangga ke warga Papua. Risma berjanji, dalam waktu dekat akan mengirimkan instruktur ke Papua untuk membagikan ilmunya ke daerah ujung timur Indonesia.

"Ada pelatihan di lima bidang yang kita berikan seperti kuliner, home industri, kerajinan yang terbuat dari eceng gondok, kerajinan daun kering," kata Risma di sela-sela workshop Pahlawan Ekonomi Surabaya di Kaza City, Minggu (31/7/2016).

Walikota perempuan pertama di Surabaya ini menceritakan tentang animo ibu-ibu dari Papua. Ketika Risma melakukan kunjungan ke Papua pada April lalu, beberapa ibu-ibu dari Jayapura rela datang pagi-pagi ke hotel tempat menginap Risma, hanya untuk bertemu dan meminta Risma mengirimkan instruktur pelatihan di bidang kuliner, kerajinan tangan, home industri.

"Mereka pada waktu itu memaksa ingin bertemu saya. Padahal saya mau berangkat ke bandara," katanya.

"Mereka dari ibu-ibu penggerak di gereja ini ingin menambah ilmunya. Karena disana katanya banyak sekali perempuan korban KDRT (kekerasan dalam rumah tangga), sehingga ibu-ibu ingin memiliki kekuatan dan bisa mandiri," terangnya.

Karena waktunya mepet dengan kegiatan Preparatory Committee (PrepCom) 3 for Habitat III, para instruktur belum dikirim ke Papua, karena menyiapkan pameran dan kegiatan selama PrepCom.


Sebanyak 15 perempuan Papua pun tak sabar untuk mendapatkan pelatihan, sehingga mereka datang ke Surabaya untuk menimba ilmu dari pahlawan ekonomi Surabaya.


"Saya menjanjikan akan datang ke Jayapura. Ternyata yang datang ke sini nggak hanya dari Jayapura, tapi ada juga dari Wamena, Biak dan daerah lain. Ibu-ibu ini kan dari penggerak gereja, dan mereka diundi siapa saja yang berangkat ke Surabaya," terangnya sambil menambahkan, selain memberikan pelatihan selama 10 hari di Surabaya, dalam waktu dekat Risma akan mengirimkan instrukturnya ke Papua.

"InsyaAllah kita sudah siapkan beberapa orang dari pahlawan ekonomiu yang berhasil dan memulai dari nol," tandasnya sambil menambahkan, bahan baku untuk kerajinan seperti eceng gondok di Papua banyak ditemui.

"Bahannya di papua nggak sulit dicari. Seperti Tripang, mereka buang-buang, padahal tripang disana besar-besar. Kalau di Surabaya, Tripang sudah diekspor ke Korea, Amerika Serikat," terangnya.

Sementara itu, Deborah Wamea, salah satu peserta pelatihan dari Papua sangat antusias mengikuti pelatihan yang digelar Pemkot Surabaya seperti menjahit, bengkel dan membuat olahan makanan,

"Programnya bagus-bagus dan menarik. Sekali mengikuti pelatihan, saya langsung paham," ujarnya.

Ia menambahkan, pembelajaran terhadap masyarakat selama ini hanya dilakukan di Balai Latihan Kerja (BLK) milik pemerintah daerah setempat.

"Kalau disana, belajar sesuatu harus mengeluarkan uang, dan pelajarannya juga sulit dimengerti. Kalau di sini pengajarannya bagus dan mudah dipahami," tuturnya.

Setelah mendapatkan pelatihan di Surabaya, mereka akan membagikan ilmunya ke perempuan lain di Papua nanti.

"Kami tidak akan pelit, akan saya tularkan (ilmunya) ke ibu-ibu di sana agar semuanya juga bisa," tambah Yohanna Erari dari Serui. 

(roi/bdh)

Foto : MCDim0832 | Peserta Delegasi Prepcom 3 for UN Habitat
Kunjungan di Rusun Grudo Tegalsari Surabaya | 


SURABAYA ,- Kodim 0832/Surabaya Selatan beserta Jajaran Koramil 0832/01 s.d. 0832/08, melaksanakan pendampingan dan pengamanan dalam rangka The Third Session Of The Preparatory Committee Meeting (Prepcom 3) for UN Habitat yang dikuti oleh Peserta sekitar 2.500 orang dari 193 Delegasi Negara di seluruh dunia, Selasa 26/07/2016.

Prepcom 3 for UN Habitat sudah dilaksanakan mulai kemarin pada hari Senin 25 Juli 2016 s.d. Rabu 27 Juli 2016. Pada hari kedua ini, Selasa 26 Juli 2016 para Delegasi yang terdiri dari 36 Negara mengunjungi Broadband Learning Center (BLC) Rusun Grudo Gang 5 No.2 Tegalsari Surabaya. Negara-negara tersebut, antara lain Malawi, Jiboti, Kenya, Maroko, Uni Emirat Arab, India, Srilanka, Banglades, Filipina, Colombia, Nepal dan lain-lain. Kedatangan Rombongan Delegasi disambut oleh Muspika Tegalsari yang terdiri dari Camat, Wakapolsek Tegalsari, Lurah dr. Soetomo dan Kepala BNN Kota Surabaya AKBP Suprapti SH," kata Danramil 0832/03 Tegalsari Mayor Inf Mahfud Rofi'i, S.Pd., yang waktu itu ikut serta bersama Muspika menyambut kedatangan Rombongan Delegasi.


Rombongan Delegasi melihat seluruh fasilitas yang ada, meliputi fasilitas Flat yang terdiri dari 5 lantai, Mushola, Lahan Parkir, Taman Obat Herbal, Perpustakaan/Taman Baca, Broadband Learning Computer/Belajar Komputer Gratis ada 10 unit komputer, pengolahan sampah menjadi humus, pembuangan limbah berwawasan lingkungan & taman bermain anak-anak atau rekreasi.

Delegasi Malawi  sangat terkesan dengan lengkapnya fasilitas, begitu pula dengan Delegasi Filipina mengapresiasi murahnya sewa perbulan yaitu antara 100 s/d 150 ribu perbulan. Sedangkan Delegasi Colombia mengapresiasi Rusun Grudo yang berwawasan edukatif berupa Broadband Learning Computer gratis, dan Delegasi India begitu menikmati suasana yang bersih, indah & sejuk. Kesimpulannya, para delegasi sangat berkesan dengan Rusun Grudo yang akan dijadikan referensi pembangunan kawasan perkotaan yang berwawasan lingkungan di negaranya masing-masing," ujar Danramil 0832/03 Tegalsari.


BACA JUGA : 

Terkait Event PrepCom 3 for UN Habitat. Kodim 0832 Karya Bakti Bersama Muspika & Masyarakat


Jelang PrepCom 3 for UN Habitat, Babinsa & Satpol PP Tertibkan PKL Sawahan


Kodim 0832 Pengamanan Car Free Day & Fun Bike PrepCom 3 for UN Habitat Dihadiri Walikota Surabaya


Antusias Hari Ini Laku 22 Juta, Peserta Prepcom 3 for Habitat Kunjungi UMKM Batik Jumput Kedung Rukem


Rombongan Peserta Delegasi Prepcom 3 for UN Habitat juga melakukan kunjungan di SDN Kaliasin 1 Jl. Gubernur Suryo No. 26 Surabaya. Rombongan Peserta Delegasi berjumlah 25 orang, terdiri  dari 1 orang peserta dari Somalia dan 2 orang peserta dari Afrika, serta 22 orang peserta dari Indonesia, Ketua Pimpinan Rombongan Sdr. Eko. Saat Rombongan Delegasi tiba langsung disambut dengan Tarian Remo dan Yel-Yel. Selanjutnya melakukan peninjauan cara pembuatan kertas, pembuatan Kompos, alat pengolahan air limbah domestik, kerajinan batik tulis, hasil ketrampilan dan melihat ruang kelas," ujar Babinsa Kelurahan Embong Kaliasin Serda Nurhadi dan Kopka Wiji Utomo.


Tak ketinggalan Kampung Candi Rejo RT.02 dan RW.08 Kelurahan Genteng Kecamatan Genteng Surabaya juga dikunjungi oleh Delegasi Prepcom 3 for UN Habitat. Kampung ini mengelola air limbah menjadi air bersih yang bisa bemanfaat untuk penyiraman bunga, juga menjaga kebersihan lingkungan di samping itu juga untuk memelihara ikan," kata Babinsa Pelda Midianto, Serma Anton Kota, Serma Natal Siagian, Sertu Ekho P. dan Sertu Agung, serta Kopka Heni Suparjo, saat melakukan pengamanan di lokasi.


Delegasi Negara Perancis, Belarusia, Armenia dan Georgia serta Dalam Negeri, siang tadi juga mengunjungi Gedung Wismilak Jl. Darmo 20 Surabaya dalam rangka City Tour Heritage Track Package. Perlu diketahui, Gedung Wismilak merupakan Aset Cagar Budaya, bangunan kuno yang dibangun pada abad 18 yang sampai saat ini terawat, terpelihara bagus dan indah yang digunakan sebagai kantor pusat PT. Rokok Wismilak. Bangunan terdiri dari 4 lantai, para delegasi  melihat dan menanyakan tentang sejarah bangunan, surat rekomendasi aset cagar budaya serta studi komparatif tentang pelestarian bangunan-bangunan kuno yang tetap terpelihara dengan baik. Sebagai warisan budaya bangsa, sebagai referensi bahan diskusi dalam Prem Environment Comitee III di Grand City Surabaya. Rombongan meninggalkan Gedung Wismilak pada pukul 14.40 WIB, selanjutnya menuju Tunjungan Carnival Walk," pungkas Danramil 0832/03 Tegalsari.


Menjelang sore, Wakil Perdana Menteri Iran Madem Tania dalam rangka City Tour Surabaya Shopping and Culinary Track Package menyempatkan diri untuk berkunjung ke Kampung Handicraft. Disini Wakil Perdana Menteri Iran disambut oleh Muspika Kecamatan Tegalsari didampingi oleh Danramil 0832/03 Tegalsari Mayor Inf Mahfud Rofi'i, S.Pd., beserta Babinsa Kelurahan Wonorejo Serma Djumali, Serda Sujatmiko dan Bhabinkamtibmas Aiptu Didik, serta Ibu Sulatingsih Pengrajin PKK Nena Namo Jl. Kedungsari No.21 C RT.01 RW.I Kelurahan Wonorejo Kecamatan Tegalsari Surabaya.



(MCDim0832_Srt Ags)


[ Kodim 0832 ]


Bendera PBB. Foto: matthewhanzel.com - 


SURABAYA ,- M. Fikser Kepala Bagian Humas Pemerintah Kota Surabaya pada suarasurabaya.net, Sabtu (23/7/2016) mengatakan, akan terjadi momen penting dan sakral dalam rangkaian The Third Session of The Preparatory Committee for Habitat III Prepcom 3, Minggu (24/7/2016) pukul 09.30 WIB di area outdoor Grand City

"Bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) akan dikibarkan dalam upacara Raising Flag. Agenda tersebut rencananya akan dihadiri oleh Joan Clos Sekretaris Jenderal Habitat III, Basoeki Hadimoeljono Menteri Perumahan Umum dan Perumahan Rakyat RI, serta Tri Rismaharini Walikota Surabaya," katanya.

"Setelah acara, juga akan dilakukan prosesi serah-terima venue Grand City dari Pemerintah Indonesia kepada peserta UN Habitat III," kata dia.

Sekadar diketahui, UN Habitat III adalah konferensi PBB ketiga tentang perumahan dan pembangunan perkotaan berkelanjutan.

Diharapkan pembahasan draf agenda baru perkotaan dan rangkaian acara pendukung berjalan dengan lancar. (iml/fik)

Laporan Zumrotul Abidin

Editor: Fatkhurohman Taufik


SURABAYA ,- Agar situasi pelaksanaan United Nations Centre for Human Settelements (UNCHS/UN Habitat) aman dan kondusif, Polrestabes Surabaya mengerahkan 3.000 personel.

Pengamanan dilakukan secara terbuka dan tertutup, untuk Satreskrim dan Satintelkam terlibat dalam pengamanan tertutup. Sedangkan satuan lain, seperti Satsabhara, Satbinmas, dan Satlantas terlibat dalam pengamanan terbuka.

Untuk kesiapan pengamanan event Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) ini, pada Sabtu (23/7/2016) sore anggota Satreskrim Polrestabes dikumpulkan. Di sana anggota wajib mengumpulkan senjata api (senpi) di atas meja. Selanjutnya senpi diperiksa perwira Satreskrim. 

"Pemeriksaan ini meliputi kebersihan dan kelayakan senpi untuk kondisi siap pakai," kata Kasubag Humas Polrestabes Surabaya, Kompol Lily Djafar.

Sedangkan pengamanan tidak hanya dilakukan di Grand City, sebagai pusat UN Habibat. Melainkan obyek di beberapa tempat yang akan disinggahi peserta UN Habitat juga dijaga ketat.

Sehingga keamanan untuk peserta UN Habibat selama di Surabaya akan terjamin. Namun, sebelum even dimulai pihaknya telah melakukan penyisiran lokasi untuk memastikan keamanannya.

"Jadi nanti tiap anggota akan bersiaga di berbagai lokasi," paparnya. [air/gil]

Reporter : Ragil Priyonggo

SURABAYA ,-  Surabaya terus berbenah diri menata dan mempercantik wilayahnya. Setelah bangunan-bangunan di jalan Tunjungan dipermak dan dilakukan pengecatan, Sabtu (23/7/2016) ini giliran bangunan di jalan Wonokromo yang mendapat perawatan.


Bangunan-bangunan di jalan Wonokromo yang kebanyakan termasuk bangunan tua dicat ulang dengan warna seragam agar menjadi menarik.  Warna yang dipilih ialah hijau dan putih.
Dalam melakukan pengecatan, satgas dari Dinas Cipta Karya Surabaya kerja bakti dengan anggota Linmas Surabaya, Satpol PP Surabaya, dan dibantu warga pemilik bangunan.
Andre Subantono (26), staff dari Dinas Cipta Karya menuturkan kalau pengecatan bangunan di jalan Wonokromo sudah direncanakan sejak lama.  "Sudah direncanakan sejak lama. Sudah disosialisasikan ke warga kalau hari ini ada kerja bakti pengecatan bangunan, makanya banyak warga yang bantuin," katanya.
Ditanya mengenai apakah pengecatan bangunan di jalan Wonokromo ini ada kaitannya dengan terpilihnya Surabaya jadi tuan rumah Konferensi Dunia Prepcom III United Nation Habitat PBB, Andre Subantono (26) mengaku tidak tahu. Dia hanya mendapat perintah dari atasannya untuk melakukan pengecatan bangunan di kawasan Jalan Wonokromo. 
Salah satu pemilik toko di jalan Wonokromo, Afnan (57), mengaku senang dengan adanya pengecatan bangunan dari Pemkot Surabaya. "Ya senang,  toko saya jadi lebih bagus, warnanya sama kayak toko lainnya. Ini saya ikutan ngecat, senang kalau ngecat ramai-ramai gini," ujarnya. (sny/kun)
Reporter : Sony Ferdiansyah

FOTO: Kapolsek Gubeng saat menghadiri buka puasa bersama Muspika di SMA Muhammadiyah Pucang -

SURABAYA, – Dalam rangka menjaga keamanan dan mencegah terjadinya kejahatan saat bulan Ramadhan dan lebaran, Kapolsek Gubeng, Kompol Agus Bahari menyampaikan pesan Kamtibmas saat acara silaturrahim bersama Camat Gubeng dan Muspika serta MUI saat buka puasa bersama di SMA Muhammadiyah 5 Pucang.

Buka puasa bersama ini juga dihadiri karyawan Kecamatan Gubeng serta tokoh agama, tokoh masyarakat, Bhabinkamtibmas, Babinsa, lurah dan Tiga Pilar Kamtibmas.

Dalam kesempatan itu, Kapolsek Gubeng mengajak seluruh undangan yang hadir untuk bekerjasama menjaga keamanan.

Kapolsek Gubeng juga mengajak tokoh agama agar membantu Polri dengan menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas untuk mewaspadai paham radikal.(hp gubeng/ziz)

[ halopolisi.com ] 



Posted via Blogaway





Foto: Ghazali Dasuqi/detikcom - 
Situbondo, - Sejak tidak beroperasi lagi pada tahun 2004 silam, sejumlah aset PJKA di Situbondo tampak tidak terawat. Salah satunya, 'Gerbong Penolong' yang hingga kini teronggok di bekas stasiun kereta api Desa Sumberkolak Kecamatan Panarukan. 

Selain ditumbuhi rumput liar, sebagian besi gerbong juga ada yang hilang. Padahal, gerbong kereta api itu telah ditetapkan sebagai benda cagar budaya.
Pengamatan detikcom, sebuah stiker bertuliskan 'Aset Ini Ditetapkan Sebagai Benda Cagar Budaya' memang menempel di gerbong penolong tersebut. 

"Beberapa waktu lalu memang pernah ada tim dari pusat. Katanya gerbong ini mau dibawa ke museum di Bondowoso, tapi entah kapan mau dibawanya," kata Ninghar Supriyadi, penjaga bekas stasiun Desa Sumberkolak, sabtu (25/6/2016).

Gerbong tersebut, kata dia, termasuk satu dari beberapa gerbong yang paling tua. Di depan gerbong ini dulu ada besi pegangannya, tapi sekarang tak lagi terlihat alias raib.
Gerbong tersebut dulunya biasa digunakan untuk mengevakuasi kereta api anjlok. Dalam gerbong itu berisi berbagai peralatan evakuasi. Karena itulah, gerbong tersebut diberi nama 'Gerbong Penolong'.

Karena mangkrak tak terurus, gerbong itu menjadi barang yang menyeramkan. Rumpul liar pun membuat cagar budaya itu semakin memprihatinkan. Pintu gerbong pun juga terlihat masih digembok. 

Tidak ada yang mengetahui isi gerbong tersebut, demikian pula nasib anak kunci gemboknya.
"Saya sendiri tidak tahu, apa isi gerbong ini masih ada atau sudah tidak ada. Kunci gemboknya saya tidak tahu ada dimana," sambung pria yang juga Kepala Dusun Pariyaan Utara Desa Sumberkolak itu.
Bukan hanya 'Gerbong Penolong' saja. Bangunan bekas stasiun setempat tampak juga banyak yang rusak. Sejumlah kacanya juga pecah, dan beberapa perangkat stasiun dikabarkan hilang. Selain itu, tulisan-tulisan nakal juga banyak terdapat di tembok bangunan bekas stasiun tersebut.

Menariknya, hingga kini gedung bekas stasiun itu masing sering menyita perhatian. Salah satunya dari komunitas fotografi. Mungkin karena terkesan kuno, gedung bekas stasiun dan gerbong penolong itu sering dijadikan obyek oleh para fotografer.

"Dari luar kota juga banyak yang suka foto-fotoan di sini. Selama mereka tidak merusak aset yang ada, ya silahkan saja," pungkas pria warga setempat itu. 

(ugik/ugik)


Ilustrasi

SURABAYA,- Pelaksanaan Prepatory Committee Meeting (Prepcom) Ketiga UN Habitat III kurang sebulan lagi. Tak mau kecolongan, Pemkot Surabaya menguji kredibilitas pengemudi (driver).
Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya mengatakan Pemkot Surabaya benar-benar memilih driver yang punya kredibilitas bagus sebagai bagian pengamanan tamu.
"Ada 300 orang driver sudah kami daftarkan ke Korem untuk di screening supaya bisa diketahui kredibilitasnya," ujarnya dalam pertemuan dengan pengelola hotel, Jumat (24/6/2016).
Para driver ini akan mengantar jemput lebih dari 5.000 tamu dari 193 negara yang diperkirakan mengikuti ajang persiapan pertemuan tentang lingkungan dan permukiman perkotaan ini.
Saat bertemu dengan pengelola hotel di Balai Kota Surabaya, Risma menyampaikan agar mereka tidak menaikkan tarif sebagaimana kesepakatan sebelumnya.
"Mohon dengan hormat, jangan naikkan tarif. Jangan sampai kita dibilang tidak konsisten. Karena mendapat kepercayaan itu susah. Tolong dijaga," kata Risma.
Dia juga berharap pengusaha hotel dapat menyiapkan pelayanan terbaik bagi para delegasi Prepcom ketiga UN Habitat III.
Rencananya, peserta akan menginap di Surabaya minimal tiga hari untuk mengikuti agenda Prepcom ketiga UN Habitat III.
Sementara, dalam hal pengamanan, Pemkot Surabaya telah menyiapkan personel untuk berjaga di hotel.
"Sudah ada petugas yang stay di hotel. Kebutuhan operasional dan makan mereka Pemkot yang nanggung. Hotel ndak usah bayar. Kami hanya butuh data kalau ada tamu delegasi yang langsung datang ke hotel," ujarnya.
Perlu diketahui, konferensi internasional Komite Persiapan ketiga untuk UN Habitat III akan digelar di Grand City Surabaya pada 25-27 Juli 2016 mendatang.
Sebelum pelaksanaan agenda Prepcom III for UN Habitat 3, Surabaya akan menjadi tuan rumah Forum Smart City 2016 yang akan dihadiri delegasi beberapa negara seperti India dan Belanda.
Selain itu, pada Agustus 2016 yang akan datang, Surabaya juga akan menjadi tuan rumah menembak seluruh Asia Pasifik. Kurang lebih sebanyak 1.000 orang penembak dari berbagai negara datang ke Surabaya.
Laporan Denza Perdana
(den/ipg)
Editor: Iping Supingah

Peta mudik yang terdapat di buku panduan Kawan Perjalanan Mudik 2016
Foto : Tito Adamsuarasurabaya.net - 

SURABAYA,- Pembagian buku panduan Kawan Perjalanan Mudik 2016 dilakukan mulai Selasa (21/6/2016) di Kota Surabaya. Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan buku panduan perjalanan mudik lebaran ini, bisa mengambil di Radio Suara Surabayamulai hari ini.

"Bagi kawan-kawan pendengar Radio Suara Surabaya, ada dua ribu lima ratus buku yang bisa di ambil di Radio Suara Surabaya," kata Agung Prabowo Marketing Manager Majalah SCG.

Pembagian buku panduan ini juga akan dilakukan di 14 kota yang berbeda dan akan dibagi di lokasi yang strategis.

Rencananya 100 ribu eksemplar buku panduan ini bisa dimanfaatkan masyarakat untuk bisa menikmati libur Idul Fitri 1437 Hijriah. Masing-masing daerah yang tergabung dalam jaring radio Suara Surabaya akan membagikan seribu buku panduan tersebut.

Beberapa kota mulai 23-24 Juni yang akan membagikan buku panduan ini, Banyuwangi, Jember, Lumajang, Malang, Batu, Pamekasan, Sumenep, Surabaya, Mojokerto, Tulungagung, Madiun, Yogyakarta, Solo, Bojonegoro.

Sementara itu, lokasi penyebaran bu panduan Kawan Perjalanan Mudik 2016di Kota Surabaya berada di perempatan utama Surabaya, seperti perempatan Jl. Dr. Soetomo, perempatan Jl. Dharmahusada, dan banyak lokasi lainnya.

Bahkan, Jumat (24/6/2016) mendatang pembagian buku panduan ini akan dipusatkan di masjid ternama, seperti Masjid Al-Akbar, Al Falah dan Islamic Centre. (tit/ipg)

Editor: Iping Supingah


Ilustrasi Danau Toba (Marietha/d'Traveler)

Jakarta - Danau Toba di Sumatera Utara memang megah dan terkenal indah. Namun dibanding destinasi wisata lain, Danau Toba punya keunggulan yang tak ada duanya.

Sejarahnya, Danau Toba tercipta dari letusan Gunung Toba yang terjadi sekitar 75 ribu tahun silam. Saking dahsyatnya, letusan yang lebih dahsyat dari Krakatau tersebut sampai menimbulkan perubahan iklim sekaligus mengawali terciptanya Danau Toba.

Kisah itu pun ditampilkan dalam acara Malam Budaya Menyongsong Otorita Danau Toba di Kantor BPPT, Jakarta, Rabu malam (25/5/2016). Siapa sangka, sejarah tersebut menjadi poin plus Danau Toba ketimbang destinasi indah lainnya.

Menko Maritim Rizal Ramli pun menuturkan, bahwa keindahan saja tidak cukup untuk menarik wisatawan. Perlu ada suatu cerita menarik atau story line menarik yang dapat diceritakan pada para wisatawan.

"Apa itu kekuatan Danau Toba? Ada magnet story line, jalan cerita yang akan jadi magnet orang datang ke Danau Toba, itu awal film tadi," ujar Menko Maritim, Rizal Ramli.

Rizal pun sempat membandingkan Danau Toba dengan Colosseum yang ada di Italia. Menurut Rizal, Colosseum yang adalah bangunan tua punya cerita Romawi yang seakan membawa traveler kembali ke masa itu. Bahwa kisah dan cerita menarik terbukti dapat menarik wisatawan.

"Di dalam tourism, imagination are stronger than reality. Artinya apa? Kalau cerita Danau Toba dijelaskan banyak orang yang kepengen melihat cerita perubahan climate change yang sangat besar," ujar Rizal.

Untuk menyampaikan kisah tersebut, Rizal pun telah mengundang direktur dari Smithsonian Institute yang menjadi kepala dari sejumlah museum di AS. Tak tanggung-tanggung, ke depannya akan dibuat bioskop IMAX 4D di Danau Toba.

"Kita nanti akan bikin 4Dimension IMAX Theater di Danau Toba. Jadi kalau bapak ibu lihat di theaternya adegan ledakan itu terasa, akan ada suasana dramatik sekitar 20 menit di mana sodara seolah berasa ada di dunia 75 ribu tahun masehi," ujar Rizal.

Usai melihat film terbentuknya Danau Toba, wisatawan pun bisa melanjutkan berkeliling danau sekaligus makan dan mendengarkan live musik. Semoga semua rencana di Danau Toba dapat berjalan lancar. Kita tunggu saja.

Johanes Randy Prakoso - detikTravel
(rdy/krn)

 [ detik.com ] 


surya/monica felicitas Komunitas India unjuk kebolehan di depan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, dan beberapa undangan dari negara sahabat, Minggu (22/5/2016)

SURABAYA - Ribuan warga Surabaya, tumpah ruah di sepanjang jalan dari Tugu Pahlawan Surabaya menuju Taman Surya, Balaikota Surabaya, Minggu (22/5/2016).

Mereka ingin melihat 69 grup yang terdiri dari lembaga pemerintahan, instansi swasta, pelajar maupun komunitas yang meramaikan Parade Budaya dan Bunga Surabaya, tahun 2016.

Ada dari Dispora, Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Surabaya, Paskibraka, Pembawa Bendera Kota Surabaya, Drumband AAL Gita Jala Taruna, Parade Busana Tari Remo,Pura Agung Jagad Hita Karana (Komunitas Bali), komunitas Kawanua (Papua), Komunitas Tapanuli, Komunitas Maluku.

Pawai juga diramaikan Busana Carnival oleh 84 siswa dari Dispendik kota Surabaya.
Tidak hanya dari Surabaya, pawai juga diikuti dari Kabupaten Kediri, Sampang, Makasar, Klaten dan Madiun.

Selain itu Komunitas India juga menampilkan tarian khasnya, layaknya film Bollywood, yang mendapat tepuk tangan dari seluruh pengunjung Taman Surya.

Acara juga diramaikan berbagai grup drum band, dengan macam-macam lagu yang dibawakan, seperti Surabaya, dan Rek Ayo Rek.

Penulis: Monica Felicitas
Editor: Titis Jati Permata

 [ tribunnews.com ] 


MEDIA SURABAYA

{picture#https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg50eTS1AmUdtk9hswT1j4GALeqv0qiq2zoRr0pvxsphOg8h3esdkJidWVoomVK57bn7Og3z95aqoDZKyITZjxHLO9aR6j1dnsCq3A7LTtmC4ErWdjsjdBT7s-LB8q7Eb2G1zz28hbVkTE/s1600/20180107_023259.png} Tahun 2016-2021, Kota Surabaya sebagai Kota sentosa yang berkarakter dan berdaya saing global berbasis ekologi. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {pinterest#http://pinterest.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.