Showing posts with label Bakti TNI. Show all posts


Probolinggo,  Bulan Suci Ramadhan yang diyakini umat Muslim merupakan bulan penuh berkah dan mafiroh tidak disia-siakan begitu saja oleh Komunitas Militer Suka Rela, yang beranggotakan Prajurit TNI-AD angkatan Tamtama tahun 1993 yang tahun ini adalah tahun yang ke - 25 mereka mengabdi kepada  Negara Kesatuan Republik Indonesia ini, Sabtu (9/6/2018).

Sebagai ungkapan rasa syukur yang diberikan Allah SWT kepada Prajurit Tamtama Milsuk TA.1993 yang tergabung dalam 393 Community wilayah Jawa Timur, mereka mengadakan kegiatan Bhakti Sosial Berbagi Untuk Sesama dengan membagikan sebagian rejekinya kepada fakir miskin dan anak yatim piatu secara serentak hari ini di wilayah teritorial Kodam V/Brw, yang berada di setiap Kabupaten dan Kota sewilayah Jawa Timur.

Sersan Kepala Sumartono sebagai salah seorang pengurus di komunitas 393 Community mengatakan kepada awak media, hal ini memang sudah disepakati bersama dan rencananya dijadikan agenda tahunan di bulan Suci Ramadhan, sebagai ungkapan rasa syukur kami masih diberikan kesehatan, keselamatan dan umur yang membuat kami masih dapat memberikan pengabdian kepada bangsa dan negara ini. Pungkasnya disela-sela kegiatan pemberian santunan kepada anak yatim piatu diwilayah teritorial Kodim 0820/Probolinggo.

Serka Sumartono juga mengatakan kegiatan ini dilaksanakan serentak di Jawa Timur oleh komunitas 393 Community.

Semoga kegiatan ini bermanfaat bagi masyarakat yang kurang beruntung dan dapat menjadi barokah bagi komunitas 393 Community dalam melanjutkan pengabdian kepada bangsa dan negara Indonesia.



Bangkalan, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 0829/03 Kamal jajaran Kodim 0829//Bangkalan diantaranya Serda sudarwono melaksanakan pemasangan kalender dirumah ibu Sri Sulestarin Dusun Baturubuh Desa Kebu Kecamatan kamal, Serma Sumadi melaksanakan pemasangan tanggalan dirumah RTLH Bapak Suudi Dusun Trebung, Ibu Romelah dab Bapak Adenan Dusun Parseh Desa Gilianyar Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan Kamis (7/6/2018)

Kesuksesan penyaluran bantuan RTLH tak lepas dari adanya transparansi program. Agar bantuan tepat sasaran dan tak menjadi masalah, ke­pala Desa Pasirmukti mela­kukan inovasi berupa pema­sangan Kalender.

Hal itu sebagai bukti bahwa rumah tersebut memang telah mendapatkan haknya. "Saya pasangkan kalender sebagai tanda mereka telah menerima bantuan sehingga tidak ada pembangunan yang fiktif karena semuanya trans­paran," ujar Danramil 0829/03 Kamal Kapten Inf Joko Darmawan.

Lebih lanjut Danramil mengatakan, "Setelah pembangunan selesai mereka menandata­ngani lagi berita acara bahwa bantuan yang diberikan sesuai dengan apa yang telah direncanakan ketika sosialisasi. Sekarang kami sedang me­nyelesaikan proses pelaporannya saja," tuturnya.


Salah seorang penerima ban­tuan, Sri Sulestarin (52) warga Dusun Baturubuh Desa Kebu Kecamatan kamal, mengaku sangat senang dengan keter­bukaan kepala desa dalam me­nyalurkan bantuan. Sebab, rumahnya yang dulu kurang layak saat ini telah nyaman ditinggali.


"Alhamdulillah, bantuan ini sangat membantu karena saya tidak tahu harus ke mana nyari biaya untuk perbaikan rumah," ujarnya.



Bangkalan, Komandan Rayon Militer (Danramil) 0829/02 Socah Kapten Inf M Sahri bersama anggota Babinsanya melaksanakan pengecekan dan memasang kalender di RTLH  wilayah binaannya diantaranya di Desa Butuh Bawah, Desa Keleyan dan Desa Da'iring Kecamatan Socah Kabupaten Bangkalan, Jum'at (8/6/2018)

Kesuksesan penyaluran bantuan RTLH tak lepas dari adanya transparansi program. Agar bantuan tepat sasaran dan tak menjadi masalah, ke­pala Desa Pasirmukti mela­kukan inovasi berupa pema­sangan Kalender.


Hal itu sebagai bukti bahwa rumah tersebut memang telah mendapatkan haknya. "Saya pasangkan kalender sebagai tanda mereka telah menerima bantuan sehingga tidak ada pembangunan yang fiktif karena semuanya trans­paran," ujar Danramil 0829/02 Socah Kapten Inf M Sahri.


Lebih lanjut Danramil mengatakan, "Setelah pembangunan selesai mereka menandata­ngani lagi berita acara bahwa bantuan yang diberikan sesuai dengan apa yang telah direncanakan ketika sosialisasi. Sekarang kami sedang me­nyelesaikan proses pelaporannya saja," tuturnya.


Salah seorang penerima ban­tuan, Sarifah (38) warga Dusun Butuh Bawah Desa Butuh Bawah Kecamatan Socah, mengaku sangat senang dengan keter­bukaan kepala desa dalam me­nyalurkan bantuan. Sebab, rumahnya yang dulu kurang layak saat ini telah nyaman ditinggali.


"Alhamdulillah, bantuan ini sangat membantu karena saya tidak tahu harus ke mana nyari biaya untuk perbaikan rumah," ujarnya.



Probolinggo,- Bulan puasa telah terlewati dari dua per tiga perjalanan namun cuaca masih terasa panas pada siang hari, meski demikian keluarga ini masih semangat dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari, hal ini karena hari raya Idul Fitri sudah hampir tiba.


Keluarga ini masih belum dapat membayangkan apabila dalan hari raya idul fitri kali ini akan menempati rumahnya yang baru, mengingat rumah yang ditempatinya selama beberapa tahun akan direnovasi oleh prajurit Kodim 0820 Probolinggo sehingga kondisinya akan menjadi lebih baik. Kamis (7/6/2018)

Keluarga-keluarga ini memang terbilang keluarga yang kurang mampu dan menempati rumah bilik bambu sebagai tempatnya berteduh selama ini, namun dengan adanya progran TMMD dari TNI AD, rumah bilik yang selama ini digunakan untuk berteduh bersama keluarga, akan direnovasi oleh Bapak TNI dari Kodim 0820 Probolinggo.


Tidak terbayang didalam benaknya untuk dapat merenovasi rumah yang ia tempati, karena untuk kebutuhan sehari hari saja terkadang masih tidak mencukupi. "Saya sangat bersyukur sekali dengan adanya TMMD dari bapak tentara Kodim ini, ucap Pak Sunarto setidaknya yang sudah diterjemahkan dari bahasa Madura.

"Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Bapak tentara yang telah banyak membantu baik dukungan materiil maupun moril yang telah Bapak berikan kepada keluarga kami untuk merenovasi rumah kami, ucap Sujak, hal senada dengan Sunarto sebelumnya. 

Pekerjaan memang tidak murni dari anggota kodim. "Kita juga mengharapkan partisipasi masyarakat terutama pemilik rumah. Rumah yang ditempati adalah miliknya dan diperbaiki serta kelak dipergunakan juga oleh yang punyanya sehingga akan menjadi bermakna bila pemilik rumah turut andil membantu pekerjaan ini, tegas Kapt Kav Nasrokin.


Selebihnya, kita berharap dari hal-hal kecil menggalang kebersamaan antara TNI dengan masyarakat hingga menjadi besar dengan harapan tercipta kemanunggalan TNI Rakyat secara sejati.



Probolinggo,- Bagi sebagian daerah apalagi perkotaan akan menjadi tidak merasa aneh bila terdapat pembangunan dimana-mana. Berbeda halnya dengan masyarakat pedesaan terutama yang jarang berinteraksi dengan desa lainnya atau ke kota. Kamis (7/6/018)


Kehadiran babinsa yang ada selama ini belum cukup mampu mengangkat ketertinggalan desa seperti Wedusan. Masih banyak lagi yang serupa khususnya di daerah-daerah pinggiran. Begitu besarnya kekurangan tidak mampu dijawab dengan kegiatan yang sifatnya swadaya dilatarbelakangi tingkat ekonomi yang rendah. Untuk sedikit mengurangi adalah dengan kegiatan yang berskala besar dan terlihat dampak nyata.


Kekurangan bukan hanya infra struktur, tetapi pengetahuan dan keterampilan sehingga perlu tangan trampil untuk mengubahnya. Orang mengenalnya dengan sebutan TMMD dan identik dengan membangun jalan atau prasarana lainnya. Padahal, keberlanjutan dan berkesinambungan perlunya desa setipe Wedusan diperhatikan. Ada sesungguhnya yang namanya TMMD Kesehatan, TMMD Pertanian, TMMD Pendidikan, TMMD Bebas Buta Aksara, dll. Selain dari pada umumnya TMMD akan juga mengangkat sebagian atau semua yang disebutkan diatas seperti yang dilaksanakan oleh Kodim 0820/Probolinggo


Semua program baik yang sifatnya fisik maupun non fisik akan berhasil tidak bisa berjalan satu pihak. Semua jenis kegiatan apapun. Akan menjadi sempurna bila semuanya memberi andil yang positif memikul tanggung jawab memajukan. Termasuk masyarakat desa tersebut yang menjadi sasaran kegiatan (Sarkawi 393)




Bangkalan, Staf Ahli Bidang Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Lingkunhan Hidup Kodam V/Brawijaya Kolonel Inf Bambang Sudarmanto, S. Sos, bersama rombongan, terjun langsung ke tiga lokasi sasaran program pembangunan Rumah Tidak Layak Huni ( RTLH) wilayah Koramil 0829/04 Burneh sabanyak 5 rumah, Koramil 0829/09 Blega dan Koramil 0829/10 Galis sebanyak 5 rumah, Senin (4/6) kemarin



Kunjungan pejabat Kodam V/Brawijaya ke lokasi RTLH bertujuan untuk mengetahui sejauh mana tanggung jawab anggotanya atas beban tugas yang diberikan oleh negara. Selain itu untuk memastikan secara langsung program RTLH apakah sudah tepat sasaran dan dapat bermanfaat bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Pelaksanaan bedah rumah yang dilaksanakan pada program ini ditargetkan rampung pengerjaanya.



Kolonel Inf Bambang Sudarmanto menyampaikan, agar mensyukuri bantuan yang telah diberikan oleh pemerintah yang dipercayakan kepada TNI-AD dalam hal ini Kodim 0829/Bangkalan yang mendapat kepercayaan tugas pengerjaan sebanyak 500 unit RTLH untuk masyarakat Kabupaten Bangkalan.


Sasaran program RTLH di Kabupaten Bangkalan tersebar di 18 wilayah kecamatan, setiap kecamatan mendapat 27 unit RTLH yang diperuntukkan bagi warga pra sejahtera sebagai upaya untuk meningkatkan taraf hidup, kesejahteraan dan kesehatan masyarakat. Program RTLH dilaksanakan oleh Kodim 0829/Bangkalan dan 18 Koramil jajarannya di wilayahnya masing-masing. 


Kunjungan pejabat Kodam kali ini turut didampingi Pasiter Kodim 0829/Bangkalan, Pasiintel Kodim 0829/Bangkalan, Danramil 0829/04 Burneh, Danramil 0829/09 Blega dan Danramil 0829/10 Galis, beserta Babinsa masing masing Desa serta Anggota staf Ter dan Intel 2 orang.



Probolinggo, Bagi sebagian daerah apalagi perkotaan akan menjadi tidak merasa aneh bila terdapat pembangunan dimana-mana. Berbeda halnya dengan masyarakat pedesaan terutama yang jarang berinteraksi dengan desa lainnya atau ke kota. Selasa (5/6/2018)
Kehadiran babinsa yang ada selama ini belum cukup mampu mengangkat ketertinggalan desa seperti Wedusan. Masih banyak lagi yang serupa khususnya di daerah-daerah pinggiran. Begitu besarnya kekurangan tidak mampu dijawab dengan kegiatan yang sifatnya swadaya dilatarbelakangi tingkat ekonomi yang rendah. Untuk sedikit mengurangi adalah dengan kegiatan yang berskala besar dan terlihat dampak nyata.
Kekurangan bukan hanya infra struktur, tetapi pengetahuan dan keterampilan sehingga perlu tangan trampil untuk mengubahnya. Orang mengenalnya dengan sebutan TMMD dan identik dengan membangun jalan atau prasarana lainnya. Padahal, keberlanjutan dan berkesinambungan perlunya desa setipe Wedusan diperhatikan. Ada sesungguhnya yang namanya TMMD Kesehatan, TMMD Pertanian, TMMD Pendidikan, TMMD Bebas Buta Aksara, dll. Selain dari pada umumnya TMMD akan juga mengangkat sebagian atau semua yang disebutkan diatas seperti yang dilaksanakan oleh Kodim 0820/Probolinggo
Semua program baik yang sifatnya fisik maupun non fisik akan berhasil tidak bisa berjalan satu pihak. Semua jenis kegiatan apapun. Akan menjadi sempurna bila semuanya memberi andil yang positif memikul tanggung jawab memajukan. Termasuk masyarakat desa tersebut yang menjadi sasaran kegiatan.



Probolingg, Sebelumnya telah diselenggarakan pertemuan dengan para Kepala Dinas dalam naungan Pemkab Probolinggo untuk memberikan atau mengisi kegiatan yang sifatnya pengisian pemahaman atau kegiatan nyata yang dapat memberikan nilai positif untuk masyarakat Desa Wedusan, yang diselenggarakan di Ruang Data, Makodim 0820/Probolinggo.

Pada kesempatan itu, Kasdim membuka kegiatan dan dipaparkan Perwira Penghubung yang dalam pelaksanaan kegiatan TMMD ke 102 berlaku sebagai Wadan Satgas. Disampaikan bahwa kegiatan yang berjalan nantinya bukan hanya kegiatan fisik semata namun ada juga perlu dibekali bagi masyarakat tentang pemahaman atau kegiatan yang sifatnya sosial dan dapat dirasakan masyarakat di lokasi TMMD.

Salah satu harapan dari Pak Camat Tiris, Bpk Robby, yang turut hadir adalah melihat tipologi kondisi masyarakatnya maka bagi Dinas Kesehatan diharapkan bisa memberikan pelayanan kesehatan masyarakat yang memang jarang ingin berobat. Pandangannya masyarakat, bagaimana mau berobat, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masih perlu dipikirkan.

Penyampaian dari Hipmi Kabupaten Probolinggo, Ibu Intan, sempat didaulat untuk berbicara atas kesanggupannya mendukung kegiatan, ternyata gayung bersambut. Penyampaian dari potensi desa atas masih banyaknya bambu di desa tersebut maka dari Hipmi akan mendukung pelatihan waega setempat dalam pembuatan kerajinan bambu. Bukan menjadi suatu kepastian, namun sebagai upaya, kita dari Kodim pun berharap bahwa pelatihan ini memberikan nilai tambah masyarakat yang tentunya ada pendampingan khususnya masalah pemasaran. Harapan ini semoga terealisasi sehingga niat untuk memberdayakan dan memajukan daerah setempat tercapai.




Probolinggo, Banyak yang mempertanyakan kenapa Kecamatan Tiris sebagai obyek sasaran TMMD di Probolinggo khususnya Desa Wedusan. Penunjukan sasaran tempat tidak semata-mata asal pilih tanpa dilihat di lapangan. Ada tiga kecamatan yang dinilai menjadi sasaran yang tepat disaat pengajuan awal. 


Pengajuan sasaran hingga penetapan Desa Wedusan Kecamatan Tiris tidak serta merta begitu saja terjadi. Beberapa survei sudah dijalani dengan melihat langsung di setiap kecamatan dari segala aspek. Termasuk mengumpulkan masyarakat sebagai bentuk sosialisasi kesiapan masyarakat.


Penetapan sasaran TMMD ke 102 di Probolinggo 

Tim survei yang turun adalah dari Kodim 0820/Probolinggo dan institusi Pemkab Probolinggo meliputi Bappeda, Dinas PMD dan Perkim. Beberapa obyek yang akan dikerjakan pun dinilai secara kuantitas.


Dengan mempertimbangkan beberapa sisi dan manfaat yang akan dirasa besar pengaruhnya dan menjadi keputusan tim survei pada saat itu. Alasan yang pokok adalah akses jalan yang melintasi suatu wilayah, tingkat kesejahteraan dan potensi wilayah yang ada serta yang utama lagi adalah keinginan dari warga masyarakat setempat untuk menerima perubahan.


Atas dasar itulah, Perwira Penghubung yang sekaligus di lapangan sebagai Wakil Komandan Satuan Tugas untuk kegiatan TMMD sangat intens menyambangi Desa Wedusan. Menyiapkan secara mental apakah bisa menerima pembangunan tersebut termasuk bisa untuk turut menjaga dan merasa memiliki apa yang sudah ada nantinya. Bagaimana bisa terawat dengan baik dan akan menjadi tahan lama dan bernilai guna bila apa yang sudah disiapkan sarana jalan digunakan secara serampangan. Bisa dengan penggunaan berat muatan tidak sesuai speks atau karena ulah pengrusakan. Itu pula alasan memilih pembuatan jalan dengan rabat bukan aspal. Karena bila aspal harus memiliki drainase yang baik atau aspal akan bertentangan dengan air sehingga akan lebih mudah rusak kembali 



Surabaya,- Kodim 0830/Surabaya Utara melalui Koramil Jajarannya, melanjutkan kegiatan program Jambanisasi (Sanitasi). Pembuatan jamban untuk warga tersebut merupakan program sanitasi total berbasis masyarakat di seluruh Kota Surabaya Utara. Selasa (5/6). 

Dandim 0830/Surabaya Utara Letkol Inf. Wing Sandya Udayanto,SE mengatakan, program ini merupakan program penyediaan sarana sanitasi jamban sehat (hygiene sanitation) berbasis masyarakat. Serta, meningkatkan kesadaran masyarakat untuk stop buang air besar (BAB) sembarangan. Program stop BAB sembarangan dilakukan melalui kegiatan penyuluhan yang bersifat edutainment untuk memberikan ilmu pengetahuan kepada masyarakat akan pentingnya kesehatan lingkungan dan pembuatan jamban," terang Dandim. 

Seperti yang dilakukan Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 0830/04 Bubutan Serka Yulius bersamanSertu Sukir melaksanakan pembuatan jamban di rumah ibu Bpk. Hasan beralamat di Kelurahan Alun-Alun Contong Kecamatan Bubutan Surabaya. 

Kegiatan pembuatan dimulai dengan penggalian lubang septic tank, pemasangan kloset, pembuatan bak mandi  termasuk warga lainnya yang belum memiliki jamban. 

Bapak Hasan dan warga setempat merespon dengan ucapan terimakasih dan menyambutnya dengan antusias untuk membantu menyukseskan program tersebut. Sebab, sebelumnya warga setempat terbiasa BAB di sembarang tempat. Sehingga dengan kebiasaan tersebut menciptakan lingkungan yang kurang sehat. 

"Saya sangat senang dan berterimakasih mendapat bantuan pembuatan jamban, sehingga kami tidak perlu lagi buang air di sungai," kata Bapak Hasan dengan mata berbinar.




Probolinggo, Dua unit rumah kembali dipugar untuk direnovasi dalam program TMMD ke 102 di Desa Wedusan Kecamatan Tiris Kab. Probolinggo. Dua rumah tersebut atas kepemilikan Ibu Harni dan Ibu Nima. Minggu (3/6/2018)

Belum tuntas lima bangunan sebelumnya, keinginan pemilik rumah yang terjaring dalam program TMMD menginginkan cepatnya menempati rumah dalam suasana baru. Kembali, rumah tersebut berdinding "bedheg" (kulit anyaman bambu) dan beralaskan tanah.

Rumah dengan ukuran 8.6 meter x 3.9 meter kepemilikan Ibu Nima dan 5.6 meter x 5.9 meter kepemilikan Ibu Harni di dusun yang sama, Dusun Guding akan dibantu karena rumah tersebut berada di tanah atas kepemilikan sendiri. "Seharian sampai sore bekerja maka maksimal 20 persen dicapai perbaikannya", imbuh Pasi Teritorial Kapt Kav Nasrokin.

Kegiatan TMMD ini akan terus berlanjut, bahkan dari kegiatan yang diselenggarakan dalam setahun dibuat tiga periode/gelombang pada satu provinsi.

Dalam satu gelombang adalah lima kabupaten. Sehingga, bisa jadi bila tahun ini diselenggarakan, tahun depan bisa terselenggara juga (sdk)


Surabaya,- Untuk mempererat tali silaturahmi dan kerjasama yang baik dalam rangka mendukung tugas pokok pembinaan teritorial (Binter) juga Kemanunggalan TNI Rakyat.

 

Anggota Koramil 0830/04 Bubutan Sertu Agus Djunaedy intens dan berkesinambungan melaksanakan Komunikasi Sosial (Komsos) dengan seluruh elemen masyarakat di wilayah tugas guna jaga kondusifitas wilayah.

 

Sebagaimana Sertu Agus Djunaedy yang secara rutin melaksanakan Komsos dengan beberapa warga dan juga petugas keamanan diwilayah Kelurahan Gundih Kecamatan Bubutan Surabaya jaga kondusifutas wujudkan Kemanunggalan TNI dengan Rakyat.

 

Mengajak warga lebih peduli dan peka segala perubahan situasi dan tingkatkan kembali kewaspadaan diwilayah, juga himbauan agar senantiasa peduli terhadap sesama serta menggiatkan sistim keamaan lingkungan (Siskamling) di wilayah. Sabtu (2/6)

 

Saat dikonfirmasi, Danramil 0830/04 Bubutan Mayor Chb Sukimun mengatakan Babinsa adalah ujung tombak satuan yang bertugas di lapangan dan bersentuhan langsung dengan masyarakat, ungkapnya.

 

"Kegiatan ini juga wahana silaturahmi untuk saling bertukar pikiran, memberi, mengisi serta meningkatkan peran Binter, dengan harapan keberadaan insan teritorial memberikan makna yang positif tersendiri di masyarakat guna mendukung kemanunggalan TNI-Rakyat juga menjaga kondusifitas wilayah," terang Mayor Sukimun.

 

Ditempat terpisah, Dandim 0830/SU Letkol Inf Wing Sandya Udayanto,SE menegaskan "Kegiatan Aparat kewilayahan ini merupakan sarana komunikasi sosial Babinsa untuk meningkatkan kemanunggalan TNI Rakyat dan selain itu bertujuan memupuk jiwa sosialis pada masing-masing individu apkowil dengan jajaran samping serta meningkatkan jiwa kepedulian terhadap lingkungan dengan harapan dapat menghindari ataupun mencegah hal tidak dinginkan terjadi, tegasnya.

 



Jombang. Bulan Ramadhan sangat identik sebagai bulan yang penuh akan keberkahan. Kehadirannya dalam setiap tahun selalu dinanti-nantikan oleh umat muslim dari seluruh penjuru dunia. Bagi yang beragama muslim pun tentunya menantikan kehadirannya. Ada berbagai keistimewaan yang terdapat dalam bulan Ramadhan, salah satunya adalah berlipatnya pahala dari amalan ibadah yang kita lakukan 
Seperti yang dilakukan personil Koramil 0814/07 Kabuh Jajaran Kodim 0814 Jombang dengan iklas guna mengejar pahala di bulan puasa melaksanakan pembuatan pondasi sebagai gorong gorong serta pagar Masjid Arrohman di dusun Jalak Desa Banjardowo Kecamatan Kabuh Kabupaten Jombang. Senin 28 Mei 2018.
Komandan Koramil 0814/07 Kabuh Kapten Kav Yateman menyampaikan kegiatan yang dilakukan kali ini merupakan bentuk kepedulian Koramil sebagai aparat teritorial terhadap wilayah Binaanya sebagai wahana untuk menjalin silaturahmi dengan masyarakat serta wujud nyata kemanunggalan TNI dengan Rakyat. " Hal ini dilakukan guna meningkatkan peran teritorial dalam menjalin silahturahmi antara Babinsa dengan masyarakat," katanya.
Bapak Agung selaku Takmir masjid mengucapkan berterima kasih kepada bapak Babinsa dari Koramil 0814/07 yang telah membantu pembuatan pondasi yang nantinya juga sebagai pagar Masjid serta sebagai gorong-gorong di desanya tersebut. " Dengan hadirnya Babinsa ini dangat membantu kami, karena sebentar lagi akan datang bulan Idul Fitri, jelas sekali bantuan ini sangat berarti agar pembangunan cepat selesai, semuanya gratis dan ikhlas," kata Agung.


Ngawi,   - Ini bukti bahwa program rehab Ruah Tidak Layak Huni (RTLH) yang digelar TMMD ke-100 Kodim 0805 Ngawi di Dusun Banteng Desa Karanganyar tidak asal-asalan. Bahkan kalau tidak berlebihan semuany standar, baik kualitas dan kekokohannya. Jumat, (13/10/2017).

Seperti dalam perehaban RTLH milik Ngadimin (39) buruh tani, Dsn Banteng Rt 7 Rw 3 Ds. Karanganyar. Karena kondisi awalnya sudah sangat tidak layak, khsus untuk rumah Ngadimin ini proses perehabannya secara total. 

    ''Matursuwun Pak Tentara, rumah saya sekarang benar-benar kokoh setelah direhab oleh pak Tentara. Saya akui bahwa perehaban RTLH di TMMD tetap mengutamakan kualitas dan dikerjakan dengan sistem cepat,'' tutur Ngadimin.



Penyerahan Simbolis Program Jambanisasi dilaksanakan di Gedung Serba Guna RW.3 Jl. Dukuh Karangan Gang V Kel. Babatan, Kec. Wiyung Surabaya, dalam rangka Kegiatan Karya Bakti TNI Kodim 0832/Surabaya Selatan Semester I TA.2016 dengan Tema "Melalui Karya Bakti TNI Satkowil, Kita Wujudkan Lingkungan Yang Sehat, Bersih Dan Nyaman, Guna Meningkatkan Derajat Kesehatan Dan Kesejahteraan Masyarakat Serta Memantapkan Kemanunggalan TNI Rakyat Dalam Rangka Menyiapkan Ruang, Alat Dan Kondisi Juang Secara Dini Untuk Kepentingan Pertahanan Negara". Dihadiri oleh Dandim 0832/Surabaya Selatan Letkol Inf Bangkit Rahmat Tri Widodo, M.Si. (Han). MA., Waka Polsek Wiyung AKP Benny Matuan, Camat Wiyung Bapak Kusnan, Lurah se-Kec. Wiyung, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat, beserta Warga RW.3 Kel. Babatan Kec. Wiyung Surabaya, Selasa 10/05/2016 pukul 09.15 WIB.

Dandim 0832 menyampaikan hubungan TNI dengan Masyarakat jangan seperti minyak dan air, namun harus menjadi satu kesatuan sinergi. Permasalahan akan bisa selesai, bila kita bersama-sama. Semoga kita dapat meningkatkan standar kebahagiaan dan kesejahteraan bagi masyarakat. Kita tidak bisa melakukannya sendiri, namun harus saling bantu satu sama lain. Bukan banyaknya yang dapat kita bantu, akan tetapi keikhlasan dalam bekerja dan kebaikan tidak berhenti di satu titik, tetapi kebaikan diwaktu selanjutnya. Mudah-mudahan lingkungan menjadi semakin baik, sebagai aparat teritorial upayakan selalu senyum, sapa, dan salam, serta meningkatkan silaturahmi dengan baik. Dandim 0832 juga memberikan apresiasi kepada Danramil 0832/06 Karangpilang Mayor Inf Abdul Muntolib karena dapat menjalankan perintah dari Komando Atas TNI AD, sehingga kegiatan Bakti TNI Jambanisasi saat ini yang ada di wilayah Koramil 0832/06 Karangpilang dapat berjalan dengan lancar dan bermanfaat bagi masyarakat. Semoga ke depan hubungan TNI dengan Masyarakat menjadi lebih baik dan penuh kekeluargaan.

Tokoh Masyarakat Bapak H. Sumali, menyampaikan, bahwa keberadaan Koramil Karangpilang banyak sekali menyelenggarakan kegiatan Bakti TNI. Banyak perhatian yang diberikan oleh Koramil, memperhatikan sarana warga seperti renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang sudah dikerjakan dan selesai beberapa waktu yang lalu, maupun pembuatan jamban saat ini. Danramil sering melakukan anjangsana dan berkoordinasi dengan Tokoh Masyarakat di wilayah. Semoga bantuan jamban ini dapat bermanfaat bagi warga di wilayah Kel. Babatan," pungkasnya.

Penyerahan secara simbolis Program Jambanisasi kepada Perwakilan Warga RW.3 A.n. Ibu Wahyudi, Ibu Ponasi dan Ibu Karso yang diberikan secara langsung oleh Dandim 0832/Surabaya Selatan Letkol Inf Bangkit Rahmat Tri Widodo, M.Si. (Han). MA., Waka Polsek Wiyung AKP Benny Matuan, dan Tokoh Masyarakat Bapak H. Sumali. Ibu Karso dan Ibu Ponasi serta Ibu Wahyudi merasa bersyukur dan terharu, karena bantuan pembuatan Jamban ini dapat membantu dan bermanfaat bagi warga tidak mampu dan TNI sekarang begitu sangat merakyat dari pada dulu. Dandim 0832 memberikan potong tumpeng kepada Perwakilan Warga penerima jamban Ibu Wahyudi dan dilanjutkan ramah tamah dengan penuh keakraban dan foto bersama Dandim 0832/Surabaya Selatan.

( MCDim0832_Srt Ags )

 [ Kodim 0832 ] 

Banda Aceh – Panglima Kodam Iskandar Muda, Mayor Jendral TNI L. Rudy. Polandi menerima audiensi General Manager PT Perusahaan Listrik Negara Distribusi Aceh,  Bob Syaril beserta rombongan di ruang kerja Pangdam Jalan Ahmad Yani No. 2 Kodam Iskandar Muda, Banda Aceh, Kamis (14/4/16).

Pangdam didampingi Aster Kasdam IM, Kolonel Inf Terry Tresna Purnama, Kapendam IM, Kolonel Inf Machfud dan Kazidam Letkol Efrizon, menyambut baik serta memberikan apresiasi atas kedatangan General Manager, Bob Syaril beserta rombongan untuk bekerjasama dengan Kodam Iskandar Muda.

Kedatangan General Manager PT Perusahaan Listrik Negara Distribusi Aceh,  Bob Syaril beserta rombongan untuk bekerjasama dengan Kodam IM dengan tujuan agar listrik di daerah Aceh lebih baik dan maju untuk kedepannya.

Pada kesempatan tersebut Pangdam mengatakan, merasa senang atas kunjungan general manager PT Perusahaan Listrik Negara Distribusi Aceh, Bob Syaril ke Kodam IM karena dengan demikian akan dapat saling mengenal serta dapat membangun pertemanan.

Pangdam berharap kepada Bob Syaril untuk dapat terus berkoordinasi dengan pimpinan Kodam IM sehingga terjalin hubungan yang baik dan harmonis. “Karena itu Kodam IM siap membantu PLN sepenuhnya demi kepentingan rakyat banyak,” tandas Pangdam Iskandar Muda Mayor Jendral TNI L. Rudy. Polandi. [ tniad.mil.id ]


Wilayah Korem 033/Wira Pratama adalah daerah yang lebih banyak perairannya dibanding daratan yang hanya sekitar 5 %, menarik dan strategisnya wilayah ini adalah pulau-pulau yang ada merupakan pulau-pulau terluar yang berbatasan lansung dengan negara tetangga Malaysia, Singapura dan Vietnam.
Ada 19 pulau terluar yang menjadi tugas tanggung jawab Korem 033/WP, eksistensi pulau-pulau tersebut harus dipastikan secara nyata dalam konteks mempertahankan wilayah kedaulatan NKRI. Lebih dari itu upaya untuk pemberdayaan wilayah pulau-pulau terluar merupakan sebuah keniscayaan agar jangan sampai kasus masa lalu akibat kurang perhatian dan waspada akhirnya pulau tersebut beralih kepemilikan  ke negara lain.
Berangkat dari pemikiran dan pertimbangan semacam itulah, Korem 033/WP mengagas kegiatan menjelajahi pulau-pulau terluar di Kepulaun Riau (Kepri) dalam bentuk “Ekspedisi Gurindam Sakti 2016. Adapun tujuan Ekspedisi ini adalah pertama, Memelihara dan meningkatkan kemampuan prajurit agar memiliki kemampuan dalam menjelajah daerah kepulauan, rawa, laut, sungai dan pantai kedua  Mendata pulau-pulau  yang berpenduduk  atau belum berpenduduk sekaligus mendata segala potensi sumber daya alam (SDA) dan potensi bencana alam yang mungkin terjadi dan ketiga Melaksanakan kegiatan serbuan territorial (Baksos, karya bhakti, penyuluhan, jambanisasi) terhadap masyarakat di wilayah pulau guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam rangka kemanunggalan TNI-Polri dan rakyat.
Kegiatan Ekspedisi ini akan berlansung selama 1 bulan penuh dan pelaksanaan pemberangkatan lansung dilepas oleh Pangdam I/BB Mayjen TNI Lodewyk Pusung   bersama Danrem 033/WP Brigjen TNI Madsuni dihadiri  Wagub, Kapolda dan jajaran FKPD Kepri.
Setiap Kodim-Kodim di Korem 033/WP telah membuat program kegiatan Ekspedisi   yang melibatkan hampir 300 personel gabungan berbagtai profesi TNI-Polri, unsur  kementerian, lembaga negara, instansi pemerintah daerah, mahasisiwa, pencinta alam, Pramuka dan elemen masyarakat lain demi visi dan misi yang sama dalam menjaga, memelihara dan menyelamatkan pulau-pulau milik bangsa sendiri. [ tniad.mil.id ] 
(Adrizal)

Foto : Heru Wiyono

Di daerah perkotaan seperti Kota Surabaya, keberadaan pepohonan semakin tergusur oleh bangunan-bangunan. Banyaknya pepohonan tidak selalu mengartikan banyak air yang terserap, karena permukaan tanah yang tertutup membuat air tidak dapat meresap ke tanah. Oleh sebab itu, TNI AD melalui Satuan Komando Wilayah (Satkowil) Koramil 0832/02 Genteng Kodim 0832/Surabaya Selatan, melaksanakan sosialisasi pemasangan biopori kepada Murid SDN Kaliasin 7 di Halaman Makoramil 0832/02 Genteng, Jumat 08/04/2016 09.40 WIB.

Babinsa Serda Suprabdi didampingi Serda Heru WK menyampaikan, bahwa sekolah tersebut berada di wilayah binaan. Babinsa memberikan sosialisasi tentang pemasangan biopori kepada peserta didik usia dini, agar anak-anak tersebut memahami bagaimana cara melestarikan dan menjaga lingkungan dengan kondisi perkotaan saat ini. Untuk mengatasi masalah tersebut, maka anak-anak usia dini perlu mendapatkan pemahaman bagaimana membuat lubang resapan atau sumur resapan buatan manusia yang sekarang dikenal dengan lubang biopori.

Biopori dapat dibuat di halaman depan, halaman belakang atau taman yang berada di rumah. Lubang biopori sendiri umumnya dibuat dengan lebar kira-kira 30 cm, jarak antar lubang sekitar 50 cm-100 cm. Manfaat yang bisa didapat antara lain mencegah dan mengurangi banjir, karena banjir telah menjadi bencana yang merugikan bagi warga perkotaan. Keberadaan lubang biopori dapat menjadi jawaban dari masalah lingkungan. Bila setiap rumah dan kantor atau tiap bangunan memiliki biopori, berarti jumlah air yang segera masuk ke tanah semakin terserap banyak dan dapat mencegah terjadinya banjir.

Banyak manfaat untuk lingkungan kita dengan adanya biopori, maka membuat biopori dapat menjadi salah satu pertimbangan kelestarian lingkungan. Tujuan lain dari sosialisasi tersebut, yaitu menumbuhkan kesadaran dan kepedulian kepada anak-anak sejak usia dini untuk selalu menjaga keseimbangan lingkungan disekitarnya.

***D i k i***


Sebagai Satuan Komando Wilayah (Satkowil) TNI AD Kodim 0832/Surabaya Selatan berperan aktif dan mendukung serta bersinergi dengan Aparatur Pemerintah, baik atas permintaan maupun atas inisiatif sendiri. Hal ini terkait dengan kegiatan Karya Bakti (Karbak) Gabungan, dihadiri Dandim 0832/Surabaya Selatan Letkol Inf Bangkit Rahmat Tri Widodo, M.Si.(Han). MA., di Taman Bungkul Jl. Raya Darmo, Kel. Darmo, Kec. Wonokromo Surabaya, Jumat 01/04/2016.

Untuk mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, maka Kodim 0832/Surabaya Selatan melibatkan Babinsa Koramil 0832/02 Genteng, Koramil 0832/03 Tegalsari dan Koramil 0832/04 Wonokromo. Para Babinsa dan Staf Muspida serta Muspika berbaur dengan suasana keakraban, mereka melakukan pembersihan maupun pengecatan trotoar di sekitar Taman Bungkul Surabaya.

Karya Bakti bersama Aparatur Pemerintah di Taman Bungkul yang merupakan salah satu Icon Kota Surabaya, dalam rangka Bakti TNI untuk kepentingan masyarakat umum. Meliputi bidang fisik dan non fisik guna memantapkan Kemanunggalan TNI Rakyat.

(MCDim0832_Srt Ags)

MEDIA SURABAYA

{picture#https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg50eTS1AmUdtk9hswT1j4GALeqv0qiq2zoRr0pvxsphOg8h3esdkJidWVoomVK57bn7Og3z95aqoDZKyITZjxHLO9aR6j1dnsCq3A7LTtmC4ErWdjsjdBT7s-LB8q7Eb2G1zz28hbVkTE/s1600/20180107_023259.png} Tahun 2016-2021, Kota Surabaya sebagai Kota sentosa yang berkarakter dan berdaya saing global berbasis ekologi. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {pinterest#http://pinterest.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.