Showing posts with label Peristiwa. Show all posts

SURABAYA ,- Beberapa hari ini, Babinsa Kelurahan Wiyung Serma Sugeng Hariyono memberikan perhatian ekstra untuk melakukan pendampingan kepada Nafilla (14) Siswi Kelas V SD MI Bahrul Ulum Jl. Wiyung II No.10 Kelurahan Wiyung Kecamatan Wiyung Kota Surabaya.

Nafilla merupakan korban penculikan yang terjadi pada hari Minggu tanggal 5 Maret 2017 kurang lebihnya pukul 17.00 WIB pulang dari mengaji, ia sempat dibawa ke suatu tempat dan disekap selama 1 hari dan dipaksa untuk mengemis dari satu Bus ke Bus lainnya. Selanjutnya pada hari Senin tanggal 6 Maret 2017, ia berhasil meloloskan diri dari para penculiknya.

Bersama Serma Sugeng Hariyono, Media Center Kodim 0832 menemui korban dan keluarganya di rumah kontrakannya yang terletak di kawasan Wiyung, Kamis (23/03/2017) malam.
“Saya pulang dari mengaji mau beli bakso di dekat Mushola, tapi belum sempat beli bakso, ada 1 orang ciri-cirinya laki, tinggi, padat berisi, rambut panjang sebahu, atas mulut sebelah kiri ada bekas jahitan, ia mendekati saya menepuk bahu sebelah kanan. Lalu saya ditawari mau dibelikan ice cream tapi saya tidak mau. Lalu tangan saya dipegang dan ditarik, saya diajak ke Mobil Avanza Warna Hitam huruf depannya AE. Ciri-ciri mobilnya, kap depan ada skotlet warna merah lebarnya tiga puluhan centimeter sampai ke belakang. ”, kata Nafilla.




Siswi yang sering dipanggil Nabila oleh teman-temannya tersebut menambahkan, di dalam mobil sudah ada 2 orang laki (rambut panjang sebatas punggung dan rambut pendek tapi bagian depan rambutnya panjang) dan 1 perempuan rambut lurus panjang diatas pinggang. Menurut perasaan Korban, saat itu di dalam mobil seperti ada kakak iparnya, korban sempat heran padahal kakaknya tidak bisa mengemudi mobil, begitu pintu mobil ditutup wajahnya berubah jadi orang lain (bukan kakaknya).

Setelah itu mata korban juga ditutup pakai hasduk pramuka dan mulutnya diplester. Begitu tiba di suatu lokasi kurang lebihnya pukul 21.30 WIB ia merasa seperti dalam gedung, ia melihat sudah banyak anak di situ, sempat menghitung jumlahnya 29 anak.
“Seperti di Gedung, setelah mata dibuka saya melihat sudah ada anak-anak jumlahnya banyak. Lalu saya hitung, jumlahnya 29 anak, bahkan ada yang paling kecil seperti baru bisa berjalan umurnya mungkin 1.5 tahun, sepertinya saya yang paling besar”, imbuhnya.

Masih di dalam gedung itu, korban menceritakan bahwa dirinya mendengar pelaku berbicara melalui telpon diloudspeaker, ia mendengar ada pembicaraan antara pelaku dengan seseorang. Saat itu korban mendengar, bahwa pelaku mengatakan “gimana jadi ta”, lalu dijawab” iya jadi”, kan janjinya besok jam 12 siang. Lalu pelaku (ada bekas jahitan di atas mulut) mengatakan kalau besok jam 12 siang saya tidak bisa karena ada anak baru, lalu dijawab sekarang aja.

Tidak berapa lama datang 2 (dua) Orang yaitu laki dan perempuan seperti warga keturunan, selanjutnya orang tersebut mengambil salah satu anak. Korban mendengar pelaku memanggilnya dengan nama Aulia, anaknya cantik, mungkin 4 tahunan. Pelaku mengatakan ke Aulia kalau sama bapak ini jangan nakal, Aulia diam saja menganggukkan kepala. Selanjutnya dimasukkan ke dalam Mobil Jazz warna putih. Sebelum pergi, orang tersebut yang laki memberikan tas kresek hitam kepada pelaku.

Dari pengakuan Nabila selanjutnya, rambutnya juga dipotong pendek oleh pelaku perempuan. Bahkan pelaku dalam menjalankan aksinya seperti memakai ritual, karena ia disuruh makan kembang dan dimandikan air kembang oleh pelaku perempuan. Mulai dini hari sampai siang hari ia dipaksa mengemis di dalam Bus-Bus secara bergantian, satu pelaku laki mengikuti di dalam Bus untuk mengawasinya, bahkan Mobil pelaku juga mengikutinya dari belakang Bus.

Dalam menghadapi suasana seperti itu, yang patut ditiru oleh anak-anak lainnya adalah, keberanian dan kecerdikkan Nabila. Otaknya terus berputar mencari cara untuk bisa meloloskan diri, ternyata di wilayah Mojokerto korban berhasil lolos. Senin (6/03/2017) siang, ketika pelaku lengah dan pada saat ada penumpang keluar masuk Bus, maka korban langsung melompat, dan terjatuh lalu segera bangun kembali untuk berjalan gegas menuju Pos Polisi Jampi Rogo.

Nabila melaporkan dan menceritakan siapa dirinya dan peristiwa apa yang baru saja dialaminya, Petugas yang ada di dalam Pos Polisi Jampi Rogo langsung menghubungi Polsek Wiyung Surabaya untuk mengklarifikasi kasus kehilangan anak di wilayahnya apakah sudah ada laporan. Karena sebelumnya memang keluarga korban sudah melaporkan kasus ini, setelah pasti maka Petugas minta kepada keluarga korban untuk menjemput Nabila di Pos Polisi Jampi Rogo, agar dibawa ke Polsek Wiyung Surabaya sebelum pulang ke rumah.

Pada pukul 21.45 WIB, Nabila sampai di rumahnya dan disambut oleh Babinsa Kelurahan Wiyung Serma Sugeng Hariyono. Selanjutnya pada hari Kamis 9 Maret 2017, sekira pukul 09.00 WIB Serma Sugeng Hariyono dimintai keterangan oleh Kapolsek Wiyung. Dan pada malam harinya sekira pukul 19.00 WIB, dengan didampingi oleh Serma Sugeng Hariyono, keluarga korban dimintai keterangan di Polsek Wiyung.

Perlu diketahui, pada saat Nabila di dalam Bus, ia berusaha keras mendapatkan pinjaman HP Penumpang supaya bisa menghubungi keluarganya. Namun menurut pengakuan Nabila, justru yang pertama kali dihubungi olehnya adalah Anggota Koramil 0832/06 Karangpilang yaitu Babinsa Kelurahan Wiyung Serma Sugeng Hariyono. Dari screenshoot yang dikirim ke Media Center Kodim 0832, diketahui bahwa memang pada hari Senin tanggal 6 Maret 2017 pukul 11.52 WIB Nabila kirim pesan kepada Babinsa tersebut “pak sugeng aq minta tolong pak aq dibwa orang aq disuruh minta” pak tlong kbari sma orang tuaku aq takut pak aq minta tlong”.

Karena belakangan ini begitu maraknya hoax (berita palsu) terkait penculikan, saat itu Serma Sugeng Hariyono juga sempat mengira dan berpikir apakah pesan yang ia terima termasuk hoax. Untuk menjawab keraguannya, maka Babinsa tersebut menanyakan dimana sekolahnya. Setelah yakin bahwa Nabila sekolah di wilayah binaannya, maka Serma Sugeng Hariyono langsung mendatangi sekolahan yang dimaksud.

Begitu sampai di sekolahan Nabila, saya sudah merasa, karena saya lihat wajah guru-gurunya jelas sekali menunjukkan kesedihan.
“Dalam hati saya, berarti benar pesan yang telah dikirimkan Nabila ke FB Messenger saya. Sebelum Guru-Guru mengatakannya, saya katakan bahwa saya sudah tahu semuanya”, kata Babinsa yang memang dikenal sangat akrab dengan anak-anak sekolah di wilayah binaannya karena sering memberikan Wasbang (Wawasan Kebangsaan).

Pasca lolos dari penyekapan para penculik dan takut jaringannya terbongkar, ada dugaan pelaku akan mengulangi kembali untuk menculik Nabila. Karena beberapa hari yang lalu, ada orang laki mendekatinya.
“Saat Dhuhur di Sekolah, ada orang laki tanya ke saya “kamu kenal Nabila”, saya jawab “ya saya sendiri”, lalu orang tersebut mengatakan “orang tuamu sakit, cepat pulang dengan saya” lalu saya jawab“saya mau pulang tapi ijinkan ke Guruku dulu” lalu orang tersebut pergi. Saya tidak percaya orang itu, karena Bapak saya baru saja ke sekolahan”, kata Nabila, yang sudah ditinggal Ibunya meninggal 4 tahun yang lalu.

Ia mengingat-ingat lalu menambahkan, sepertinya orang yang mau ngajak saya kemarin itu ada temannya tapi hanya 1 (satu) Orang, tapi kok memakai pakaian seragam sekolah, lalu yang pakai seragam sekolah memanggilnya Bapak.

Menghadapi situasi yang tidak diinginkan, Serma Sugeng Hariyono berupaya membantu memberikan pengawasan dan berharap kepada keluarganya dan pihak Sekolah untuk mengawasi anak didiknya, terutama Nabila karena baru mengalami penculikan, kasihan dia trauma dan ketakutan.
“Tadi pagi saya antar sekolah, sekalian saya titipkan Kepala Sekolah, informasi terakhir dia menangis mencari saya kerana takut diculik lagi, terus dia dijemput orang tuanya minta pulang , saya piket koramil pak”, kata Babinsa Kelurahan Wiyung kepada Media Center Kodim 0832 via Aplikasi Pesan, Jumat (24/03/2017).

(MCDim0832_Srt Ags)


SURABAYA ,- Suasana pagi di kawasan mega proyek Kota Satelit wilayah Surabaya Selatan, mengalami kepanikan akibat robohnya Dak Cor pada bangunan baru di lantai 8 Pakuwon Super Mall, Kamis 06/10/2016.

Menurut keterangan Kasman (36), Security Pakuwon Supermall Jl. Pradah Indah Babatan Wiyung. Bahwa sebelum dak cor tersebut roboh, memang pada hari Rabu (05/10) malam dilakukan pengecoran pada bangunan baru di lantai 8 hingga pada pagi hari. Setelah selesai pengecoran, para pekerja sedang beristirahat.

"Sekira pukul 07.15 WIB, saat pergantian Pos Jaga tiba-tiba terdengar suara berisik. Setelah dicek, ternyata dak cor pada bangunan baru lantai 8 tepatnya pada bagian sisi luar sebelah timur telah roboh", kata Kasman.

Setelah dirinya melihat kejadian tersebut, langsung melaporkan kejadian tersebut kepada Dan Pos Jaga dan segera ditindaklanjuti laporan tersebut. Selanjutnya Pihak Polsek dan Klinik Korban Kecelakaan (K3) tiba di lokasi kejadian, dan melaksanakan pemeriksaan terhadap kejadian tersebut. 

Waktu itu hasil pemeriksaan sementara terkait dengan robohnya dak cor tersebut, dikarenakan alat penyangga atau scaffolding tidak kuat menahan cor tersebut. Hingga akhirnya mengakibatkan ambruknya dak cor, khususnya bagian luar sisi timur.

Tidak ada korban jiwa, karena pada saat kejadian para pekerja belum melaksanakan aktivitas. Untuk kerugian materiil belum ada konfirmasi dari pihak Kontraktor, karena masih sulit untuk dihubungi sampai kejadian ini diberitakan.

[/Diki]

Foto : Sholat Jenazah Almarhumah Hj. Sulistina Sutomo (Janda Pahlawan Nasional Bung Tomo) |
SURABAYA ,- Ratusan orang mengantar dan melaksanakan Sholat Jenazah Almarhumah Hj. Sulistina Sutomo (Janda Pahlawan Nasional Bung Tomo), dengan Imam KH. Nurcholish Aziz Al Hafid (Imam Rowatib Masjid Nasional Al-Akbar) di Masjid Nasional Al Akbar Pagesangan Surabaya, Rabu 31 Agustus 2016 sekitar pukul 15.04 WIB.

Rombongan Jenasah Almarhumah Hj. Sulistina Sutomo tiba di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya  menggunakan mobil jenasah Gartap III Nomil 9717- IX. Ikut dalam rombongan dari keluarga yaitu Bambang Sulistomo, Adhyaksaguna Sulistomo, Tin Sulistami, Sri Sulistami, Astrid W Sulistami, Ratna Sulistami, Herry Darwanto.

Para jamaah melaksanakan sholat Ashar terlebih dahulu, dilanjutkan sholat Jenazah. Pejabat yang mengikuti sholat jenazah, antara lain Soekarwo Gubernur Jawa Timur, Brigjen TNI Rahmat Pribadi Kasdam V/Brawijaya, Letkol Inf Bangkit Rahmat Tri Widodo Dandim 0832/Surabaya Selatan.

Sekitar pukul 15.30 WIB sholat Jenazah Almarhumah Hj. Sulistina Sutomo selesai, selanjutnya Jenasah dimasukkan ke Mobil Jenazah Gartap III Surabaya untuk dibawah menuju ke TPU Ngangel Rejo Jl. Bung Tomo No. 9 Surabaya. Melalui Rute Jl. A. Yani - Depan Stasiun Wonokromo - Jl. Ngagel - Tpu Ngagel Rejo.[/ata]


http://mediasurabaya.com

FOTO: Anggota Polsek Plosoklaten saat memantau toko emas |

Mencegah terjadinya kejahatan di wilayah Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, anggota Polsek Plosoklaten melaksanakan patroli secara intensif dengan sasaran tempat konsentrasi masyarakat dan lokasi pertokoan emas.

Kapolsek Plosoklaten, AKP Suharsono melalui Kasi Humas Polsek Plosoklaten, Aiptu Totok mengungkapkan, sebagai antisipasi terjadinya kejahatan di kawasan pertokoan di wilayah kecamatan Plosoklaten, pihaknya secara intensif melaksanakan patroli.

“Dengan kehadiran anggota Polisi di tengah masyarakat akan menambah kepercayaan masyarakat dan membuat perasaan aman dan nyaman setiap masyarakat beraktifitas,” kata Aiptu Totok.

Selain berpatroli juga disampaikan imbauan kamtibmas kepada pemilik pertokoan agar memasang CCTV di setiap toko emas sebagai upaya pencegahan terhadap terjadinya kejahatan.

“Kami sarankan kepada seluruh pemilik toko emas agar memasang kamera CCTV di tokonya,” kata Aiptu Totok.(hp kediri/ziz)

[ halopolisi.com ] 



http://mediasurabaya.com

Kompol Lily Djafar Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya saat menanyai para korban dan tersangka prostitusi online. Foto: Abidin suarasurabaya.net |

SURABAYA ,- Praktik prostitusi online kembali dibongkar Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya. Polisi berhasil mengamankan seorang mucikari bersama dua korban yang berstatus mahasiswi di salah satu Perguruan Tinggi di Surabaya, Kamis malam (25/8/2016) di salah satu hotel di Gubeng, Surabaya.

Dua mahasiwi itu yakni, SH (18) dan DN (20). Mereka dijual ke pelanggan oleh seorang tersangka mucikari bernama Novi Arini (28) yang tinggal indekos di Jalan Kedunganyar, Kota Surabaya.

Kompol Lily Djafar Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya mengatakan, dua korban ini dijual melalui sosial media facebook. Harganya sekali service dipatok Rp1,5 juta.

"Pembagiannya yang Rp1 juta untuk korban dan Rp500 ribu untuk mucikari," ujarnya, Jumat (26/8/2016).

Tersangka mucikari merupakan tetangga kos dengan dua korban. Dari situ kemudian saling mengenal hingga tersangka menawari korban bekerja sebagai PSK.

"Dalam perjalanan ke hotel, kedua korban mahasiswi itu diantarkan seorang sopir yang juga kami amankan," kata Kompol Lily.

Dari pengungkapan kasus itu, polisi mengamankan barang bukti uang Rp 400 ribu, bukti uang muka di rekening BCA, dan bill kamar hotel.

Menurut pengakuan korban DN, dirinya nekat masuk di dunia prostitusi karena untuk memenuhi kebutuhan hidup di Surabaya dan untuk bayar kuliah. Sebelumnya dia bekerja sebagai sales marketing di perusahaan swasta.

"Saya baru satu kali ini," katanya saat di Mapolrestabes Surabaya. (bid/ipg)

[ suarasurabaya.net ] 



http://mediasurabaya.com

Foto : Ilustrasi |

SURABAYA ,- Aksi unjuk rasa (unras) untuk memberikan dukungan kepada Persebaya Surabaya, oleh massa sekitar 3000 orang Seporter Bonek 1927 dipimpin oleh Andy Kristianto, dengan sasaran unjuk rasa Rumah Cholid Goromah (pemilik saham PT. Persebaya Indonesia) Jl. Ampel Maghfur, Semampir Surabaya dan Rumah Saleh Mukadar, Perum. San Diego Pakuwon City Surabaya, Minggu 14/08/2016.

Massa Persebaya menggunakan 1 unit mobil Komando dan sekitar 1500 Sepeda Motor dengan membawa poster dan spanduk, menuju Rumah Cholid Goromah (pemilik saham PT. Persebaya Indonesia) Jl. Ampel Maghfur, Semampir Surabaya.

Andi Kristanto melaksanakan orasi, pada saat terbentuknya PT. Persebaya merupakan kebanggaan kita di Surabaya, pada saat 2009 persebaya yang semestinya menjadi Club internal Surabaya malah menjadi milik pribadi kedua orang tersebut.

Pada tahun 2014 menyatakan akan mengundurkan diri apabila Persebaya diakui sebagai club nasional tetapi kenyataannya sampai sekarang mereka belum mau mengundurkan diri. Ada isu berkembang merekalah yang memiliki saham sepenuhnya. Semestinya semua saham dibagi sesuai dengan perjanjian dikembalikan ke koprasi club internal dan lain sebagainya.

Ada info berkembang CG mengembalikan 15 persen saham ke koprasi surya mahardika sampai sekarang belum ada realisasinya, kita akan menunggu sampai CG memberikan pertanggung jawabanya. Apabila CG tidak menepati surat pernyataan ini kami akan kembali dengan massa yang akan lebih besar lagi, tempat ini akan menjadi saksinya.

Selanjutnya seporter Bonek bergeser ke Rumah Saleh Mukadar, Perum. San Diego Pakuwon City Surabaya. Seporter Bonek berhenti diperempatan Kenprak Jl. Kenjeran Surabaya. Suporter Bonek memasuki jalan pintu keluar Laguana Pakuwon Jati Surabaya dan seporter Bonek dihadang 1 Kompi sabara Polres KP3 Tanjung Perak dan dari Polsek Kenjeran.

Perwakilan seporter Bonek Andi Kristianto melaksanakan mediasi dengan Wakapolres KP3 (AKBP Anthoni Haryadi), Wakapolrestabes Surabaya (AKBP Deny), Dandim 0831/ST (Letkol Inf Dodiet), Kanit Polrestabes Surabaya (AKBP Yosep Pinora) dan Kapolsek Kenjeran (Kompol Bagus DR). Dari pihak petugas tetap tidak mengijinkan seluruh seporter Bonek untuk memasuki kawasaan Pakuwon city. Hanya perwakilan saja yang boleh masuk untuk melaksanakan mediasi.

5 (lima) orang perwakilan seporter Bonek dipimpin Andi Kristianto melaksanakan mediasi dengan Anak dari Saleh Mukadar (Hanifah dan Masithoh) didampingi Wakapolres KP3 (AKBP Anthoni Haryadi), Wakapolrestabes Surabaya (AKBP Deny), Dandim 0831/ST (Letkol Inf Dodiet), Kanit Polrestabes Surabaya (AKBP Yosep Pinora) dan Kapolsek Kenjeran (Kompol Bagus DR).

Bahwa 15 persen saham dikembalikan ke Koprasi internal Persebaya (Surya abadi Persebaya) oleh Cholid dan Soleh Mukadar. Agar Soleh Mukadar membuat surat perjanjian terbaru seperti yang dilakukan oleh Cholid Gomora. Meminta Soleh Mukadar untuk mengembalikan hak saham untuk dikelola oleh 20 club Internal Persebaya. Meminta semua permohonan Seporter Bonek disampaikan kepada Soleh Mukadar agar segera di realisasikan. Selanjutnya mereka kembali ke mess Persebaya Jl. Karanggayam Surabaya melaksanakan Konsolidasi. [/Lang)



http://mediasurabaya.com

Foto : Bayi juga ikut Aksi Damai |

SURABAYA ,- Terkait dengan pemberitaan pencalonan Walikota Surabaya Tri Rismaharini pada Pilkada DKI Jakarta Tahun 2017, mendapat banyak ragam reaksi dari elemen masyarakat di Kota Surabaya. Seperti dari Relawan Sosial Media dan Aliansi Perempuan Jawa Timur yang tergabung dalam Komunitas Love Surabaya diikuti sekitar 20 orang yang dipimpin oleh Sdr. Sandi, di depan Taman Bungkul Jl. Raya Darmo Surabaya, Minggu 07/08/2016.

Aksi damai tersebut, dengan membawa poster bertuliskan : Surabaya bangga punya Bu Risma, Kami cinta Bu Risma, #Tolak Risma ke Jakarta, #Bu Risma milik Surabaya. Bu Risma kerja jangan diganggu, #Tolak Risma ke Jakarta. Surabaya Go Internasional karena Bu Risma, #Tolak Risma ke Jakarta. Jangan paksa Risma ke Jakarta, Ibu di Surabaya aja. Ibu Risma jangan tinggalkan kami
Surabaya bangga dengan Risma, tolak Risma ke Jakarta, Bu Risma milik Surabaya. Bu Risma kerja jangan diganggu. Bu Risma jangan tinggalkan kami. Jangan paksa Risma ke Jakarta. Ibu Risma jangan tinggalkan kami.

Aspirasi yang disampaikan, antara lain menolak Ibu Risma mengikuti pemilihan Gubernur Jakarta. Dan meminta kepada Ibu Risma untuk tetap sebagai Walikota Surabaya dan menyelesaikan tugasnya hingga akhir masa jabatannya. Serta meminta kepada Ibu Risma agar tetap membangun Kota Surabaya menjadi lebih baik.

Dalam aksinya yang dimulai sekitar pukul 06.10 WIB, mereka melakukan penggalangan tanda tangan di atas kain putih berukuran 1x5 meter sebanyak 6 lembar kepada para pengunjung Car Free Day. Aksi Damai berakhir sekitar pukul 09.00 WIB berjalan tertib dan lancar. [/dik)



http://mediasurabaya.com

Foto : Penemuan Granat Nanas di Lokasi SMP & SMA Giki 2 Gubeng Surabaya |

SURABAYA ,- Sekitar pukul 13.00 WIB ditemukan Bom Militer berupa "Granat Tangan" jenis nanas, sehingga menghebohkan masyarakat sekitar, di Lokasi SMP dan SMA Giki 2 Kelurahan Kertajaya Kecamatan Gubeng Kota Surabaya, Kamis 04/08/2016.

Namun tempat penemuan Granat yang lokasinya hanya sekitar 5 Km dari Polsek Gubeng tersebut baru dilaporkan sekitar pukul 15.00 WIB. Selanjutnya penanganan TKP dilakukan sekitar pukul 17.41 WIB oleh AKP Budiyanto bersama Anggotanya dan Kapolsek Gubeng.

Granat Nanas ditemukan pertama kali oleh Sdr. Sujarwanto (56) pekerjaan Kuli Bangunan di atas kabel di sekitar pembangunan pagar pada saat dalam pembuatan pagar Sekolah. Spesifikasi Granat berbentuk oval, diameter 6 cm, panjang 15 cm. Granat dalam keadaan berkarat dan pinnya tidak ada, namun statusnya masih aktif.

Dilakukan langkah-langkah penanganan rencana disposal oleh Gegana, identifikasi dan pendataan serta evakuasi. [/dik]

http://mediasurabaya.com




SIDOARJO ,Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Sidoarjo akan menggelar deklarasi antikorupsi yang melibatkan seribu jamaah dan mendatangkan pengawal kasus Suyono yang sekaligus Ketua PP Pemuda Muhammadiyah, Dahniel A Simanjutak pada Sabtu (30/7/2016) mendatang. 

Ketua PDPM Sidoarjo Syamsul Hadi mengungkapkan deklarasi ini sebagai upaya untuk menumbuhkan gerakan antikorupsi di lapisan masyarakat, agar bisa mencegah pengakaran kasus korupsi di setiap sudut masyarakat.

"Banyaknya kasus korupsi itulah yang menginisiasi kami supaya untuk segera menggelar deklarasi 'Berjamaah Melawan Korupsi'. Dan nantinya akan hadir secara langsung Ketua PP Pemuda Muhammadiyah untuk menyampaikan gagasan besarnya agar bisa didukung hingga ke pelosok-pelosok Indonesia," ujar Samsul.

Dikatakan Syamsul, gerakan berjamaah antikorupsi merupakan usaha preventif yang muncul dari anak-anak muda di lingkungan Muhammadiyah. 

Ini merupakan investasi jangka panjang untuk melahirkan pemimpin-pemimpin bangsa yang bersih dan jujur.

"Korupsi yang sudah demikian mengakar harus dicegah secara berjamaah. Gerakan ini harus dilakukan secara sadar dan masif," tutur Syamsul Hadi di sela rapat persiapan Deklarasi Berjamaah Antikorupsi, Selasa (26/7/2016).

Deklarasi, lanjutnya, akan dilaksanakan bersama seluruh elemen Muhammadiyah di Sidoarjo di Auditorium SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo.

"Kalau tidak kita siapkan mulai dari sekarang, maka masa depan bangsa ini akan kembali dikuasai koruptor-koruptor tengik. Dan ini merupakan wujud dari ikhtiar kami untuk menciptakan iklim berbangsa yang lebih baik di masa depan," pungkas Syamsul. [air]

Reporter : Fahrizal Tito




Foto : MSby | Anak Tenggelam di Sungai Rolak Kalimas Ngagel Surabaya -

SURABAYA ,- Sungai Rolak Wedok Kalimas Jl. Raya Ngagel Surabaya pada siang hari ini (10/07/2016) sekitar pukul 11.45 WIB memakan korban anak tenggelam. Korban bernama Abdul Ajis (14 th/Laki), alamat Jl. Simorejo No.26 Kelurahan Simomulyo Kecamatan Sukomanunggal Kota Surabaya.

Saat itu Ahmad Sugik (13 tahun/Laki) dan Abdul Ajis (14 tahun/Laki), serta Rika (15 tahun/Perempuan) sedang mandi di pinggir Sungai. Namun anak yang bernama Ahmad Sugik tidak bisa berenang, selanjutnya Akhmad Sugik ditolong oleh temannya yang bernama Abdul Ajis.

Namun nahas, Abdul Ajis yang menolong justru tenggelam karena tidak bisa berenang, sedangkan Ahmad Sugik bisa menepi. Saat ini teman korban, yaitu Akhmad Sugik & Rika, keduanya Kos di Jl. Simo Gunung Kramat Gang 4 Surabaya dibawa ke Kantor Polsek Wonokromo untuk dimintai keterangan.

Proses pencarian korban dilakukan oleh Tim SAR dan Satlak PB Linmas Kota Surabaya di seputaran Sungai Rolak Wedok Surabaya.

Sekitar pukul 16.08 WIB korban An. Abdul Ajis telah ditemukan, selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit dr. Soetomo Surabaya untuk dilakukan otopsi. [/ang]



http://mediasurabaya.com

SURABAYA,- Ada suara ledakan sebelum Plaza Delta Surabaya terbakar, Salah satu pusat perbelanjaan di Surabaya kembali diserang si jago merah setelah Royal Plaza, kini giliran Delta Plaza Surabaya. Asal api diduga kuat dari salah satu tempat makan yang ada di lantai dua sebut saja wrung soto. Kemungkinan adalah tabung LPG yang meledak.

Salah seorang pengujung Plaza Surabaya, M Sodiq, menyatakan kebakaran terjadi saat dirinya bersama temannya ingin berbuka puasa di kantin lantai 2. Maklum saat itu adzan maghrib sudah berkumandang. Plaza Delta Surabaya terbakar

“Sesampai di kantin, saya mendengar suara ledakan yang cukup keras. Orang-orang berhamburan keluar, begitu juga dengan saya. Saya menduga ledakan itu berasal dari kompor atau LPG,” kata Sodiq di lokasi kejadian, Sabtu (2/7/2016).

Saat ini warung Soto milik Ninik tengah distrerilisasi. Sedangkan kondisi stan soto sendiri rusak parah akibat kebakaran tersebut. Saat ini, api sudah berhasil dijinakkan oleh petugas pemadam kebakaran.

Bahkan untuk memadamkan api, sebanyak enam unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan. Akibat kebakaran ini, sejumlah toko yang ada di dalam plaza tutup. Hal ini, dilakukan untuk mengantisipasi sesuatu yang tak diinginkan. Plaza Delta Surabaya terbakar

Sejumlah pengunjung terlihat masih panik. Mereka masih berada di luar mal untuk menyelamatkan diri. Pasalnya di dalam pusat perbelanjaan tersebut masih dipenuhi asap yang bisa menimbulkan batuk dan sesak nafas.

[ babatpost.com ] 


Ekor truk yang menabrak Masjid di Simo Pomahan melintang di jalan. Foto: Prisdiyanto via E100 |
SURABAYA,- Sebuah truk tanpa muatan yang keluar dari Tol Simo menabrak masjid di Jalan Simo Pomahan hingga menembus pagar, Minggu (26/6/2016).

Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Kepala truk berwarna coklat ini menembus pagar dan menyentuh sisi tembok masjid bagian luar.

Belum ada kejelasan bagaimana peristiwa itu terjadi. Baik data truk, sopir, maupun kronologi truk tersebut menabrak masjid yang berada di sisi jalan ke arah Tandes itu.

Truk tersebut menabrak pagar masjid yang meluncur dari turunan Tol Banyu Urip-Tandes. Akibat peristiwa ini, kemacetanpun terjadi.

Banyak pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor yang membantu evakuasi serta menonton proses evakuasi.(den/dwi)

Laporan Denza Perdana
Editor: Dwi Yuli Handayani

[ suarasurabaya.net ] 

(Ilustrasi/Sindonews) : Sesosok mayat bayi berjenis kelamin laki laki ditemukan mengapung di permukaan Sungai Brantas yang melintasi Desa Jeli, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Tulungagung - 

TULUNGAGUNG - Sesosok mayat bayi berjenis kelamin laki laki ditemukan mengambang di permukaan Sungai Brantas yang melintasi Desa Jeli, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Tulungagung. Mayat itu sempat berhenti sebentar karena tersangkut bongkahan batu.

“Mayat bayi itu bergerak lagi setelah arus air menghempasnya, “ tutur Kartika (28) warga setempat yang pertama kali menyaksikan pemandangan saat membuang sampah Kamis 23 Juni 2016. Kartika spontan memanggil warga lain.

Warga pun berdatangan mendekati TKP. Bayi yang diperkirakan baru berumur sehari itu sempat dibiarkan terapung terseret arus sungai hingga 500 meter. Karena merasa kasihan warga memutuskan mengangkat mayat dari permukaan air.

“Saat itu juga kami langsung melapor ke kepolisian,“ timpal Kartika. Menurut Kapolsek Karangrejo AKP Pudji Hartanto bayi bernasib malang itu memiliki panjang sekitar 50 cm. Petugas menemukan jejak luka di beberapa bagian tubuhnya.

Petugas langsung memutuskan membawa ke RSUD dr Iskak Tulungagung guna keperluan autopsi. “Saat ini kami masih memintai keterangan saksi, termasuk menyelidiki adanya warga yang melahirkan dalam waktu dekat ini,“ paparnya.  


(sms)

Korban yang duduk saat ada di Polsek Wonokromo. Foto : Bruriy suarasurabaya.net - 

SURABAYA,- AL, anak perempuan yang hilang dan telah ditemukan, mengaku mengenal dan mengetahui hubungan intim layaknya suami istri dari gadget dan warung internet (warnet) dekat rumahnya di Jalan Krukah, Surabaya.

"Korban mengetahui itu (hubungan intim, red) dari warnet," kata AKP Agung Widoyoko Kanit Reskrim Polsek Wonokromo, kepada suarasurabaya.net, Selasa (21/6/2016).

Agung menambahkan, korban juga mengaku pertama kali melakukan hubungan intim dengan pacarnya di sebuah warnet.

Menindaklanjuti pengakuan korban tersebut, penyidik dari Polsek Wonokromo akan melakukan penyelidikan dengan meminta korban menunjukan lokasi warnet yang bisa digunakan untuk hubungan intim layaknya suami istri.

"Ini yang masih kita dalami. Tapi, kita tidak bisa langsung, harus melihat sisi korban. Karena, korban masih mengalami traumatik," kata Kompol Arisandi Kapolsek Wonokromo. 

Sebelumnya diberitakan, korban kabur dari rumah dan baru ditemukan lima hari kemudian lantaran kurang perhatian dan dimarahi orang tuanya.(bry/iss/ipg)
Editor: Iping Supingah

ilustrasi 
SURABAYA - Banyaknya kasus yang melibatkan anak di bawah umur, membuat Gerakan Menyelamatkan Masa Depan Anak (GEMMA) tergerak untuk mengangkat ke permukaan.
Hasilnya, ditemukan sedikitnya 100 kasus anak yang kecanduanpil koplo jenis double-L dan seks bebas.
Koordinator Gemma Esthi Susanti Hudiono menjelaskan, kasus yang kerap menimpa anak di bawah umur berkaca pada pola dinamika sosial. 
"Atas dasar ini, saya berani mengambil tindakan orisionil untuk memulai program baru. Sebab, sampai hari ini saya masih melihat ada ftont terdepan melihat anak-anak yang menjadi korban," katanya.
Melihat adanya fenomena itu, Esthi pun menetapkan policy program yang berfokus pada anak rentan di sekolah dengan indikator yang dibuat berdasarkan studi itu.
Bila dahulu fokus perhatian pada anak yang pernah berhadapan dengan hukum dan putus sekolah dari SMP banyak ditemukan di klub malam dan jalanan.
"Cara ini kami tinggalkan, saya katakan fokus di Setting ini menemukan anak telah mengalami kerusakan parah. Oleh karena itu, fokus kami lebih kepada anak rentan yang mengalami pubertas," jelas Esthi, Selasa (21/6/2016).
Masih kata Esthi, untuk memulai menyelamatkan anak yang telah terjerumus dimulai dari sekolah SMP. Untuk strategi baru, Esthi melatih lebih dari 600 anak selama 3 tahun, dan mendampingi anak kurang lebih 300 orang yang telah menjadi korban.
"Strategi saya ini pada awalnya diterima dengan skeptis dan rasa tidak percaya. Dan ternyata langkah kami tidak salah sama sekali. Justru anak-anak rentan ini telah banyak yang jadi korban," terang dia.
Dari semua anak yang menjadi korban, kebanyakan terkait dalam lingkup narkoba. Tidak hanya itu berawal dari obat tidur, CTM hingga kecanduan Double-L yang lebih murah untuk dikonsumsi. Di sini, hubungan narkoba dengan trafficking sangat nampak.
"Yang membuat saya terkejut adalah telah berkembang budaya perilaku seks baru dengan istilah Tempek Tukar Sabu (TTS). Kalau anak butuh sabu maka ditukar dengan seks. Bayangkan hal ini dilakukan oleh anak SMP. Istilah TTS muncul di mana-mana. Ini berarti telah terjadi proses penerimaan dan pembudayaan," jelasnya.
Untuk menghadapi fenomena itu, Esthi mengaku kebingungan. Sebab, program yang di jalankan pemerintah dan Lembaga Swadaya Masyarakat belum memadai.
"Kami berhasil memecahkan masalah jangka pendek ketika anak ada dalam bahaya namun kami belum berhasil memecahkan masalah jangka panjang anak," terang Esthi.
Ternyata lanjut Esthi, banyak pertemuan dengan beberapa pihak yang memberi data yang sama. Dari data itu, banyak anak yang terjerumus dalam mengkonsumsi Double-L.
"Kami telah mensosialisasikan ke pemerintah kota Surabaya. Dan besok (22/6) kami akan hearing dengan dewan Surabaya," jelas dia.
Terpisah, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan saat ini para orangtua harus lebih mawas diri terhadap anak-anaknya. Sebab bila lengah sedikit anak akan lebih gampang dipengaruhi oleh lingkungan.
"Saat saya bertemu dengan Bu Parti (Kepala BBN Kota Surabaya) beliau bilang kalau banyak anak sekarang terjerumus menjadi kurir narkoba, itu berarti kami para orangtua harus lebih meningkatkan pengawasan," katanya.
Oleh sebab itu, Risma mengimbau kepada orangtua untuk lebih aktif dan agresif terhadap anak-anak. Namun, sikap aktif dan agresif tidak dibarengi dengan sikap menekan kehendak sendiri.
"Semakin anak ditekan, mereka akan semakin berontak. Maka, orangtua harus bisa masuk ke dalam pergaulannya dengan cara menjadi sahabatnya," ujar Risma.

Foto : Msby | Metropolis - Kebakaran Pabrik Krupuk & Sirup Orson di Petemon Barat Surabaya

SURABAYA, Sudah terjadi 2 (dua) kali kebakaran di wilayah Petemon Surabaya, kebakaran pertama terjadi pada hari Senin (13/06) di Jl. Simo Kwagean/perempatan Petemon Gang 11 milik Ibu Sri Wahyuni (tinggal di Sidoarjo), namun kali ini (14/06) kebakaran terjadi di obyek Home Industri Pabrik Kerupuk, Jl. Petemon Barat Nomor 171 dan Pabrik UD Levis yang memproduksi Sirup Orson di. Jl. Petemon Barat Nomor 173 Surabaya dan 3 rumah warga di Kelurahan Petemon, Kecamatan Sawahan Surabaya, Selasa, 14 Juni 2016.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 17.45 WIB, saat warga sedang berbuka puasa. Kejadian saat semua pegawai home industri kerupuk sudah tidak beroperasi tiba-tiba api sudah membesar, diduga api berasal dari percikan-percikan api yg dikeluarkan cerobong dan mengenai barang-barang yang ada di Pabrik Orson dan membakar keseluruhan bangunan untuk produksi kerupuk, api semakin membesar akhirnya merembet ke 1 Home Industri minuman (syrup/orson).

Warga memadamkan api dengan alat seadanya dan petugas PMK tiba di lokasi dan langsung memadamkan api. Api juga merambat dan membakar satu rumah warga yang ada di Jl. Simo Kwagean Gang Buntu No. 18, lokasinya di belakang Pabrik Krupuk, karena akses jalan juga sempit/kampung padat penduduk api merambat ke dua rumah lagi No. 20 dan 22 RT.07 RW.01 Kel. Kupang Krajan Kec. Sawahan Surabaya. Api keseluruhan baru bisa dipadamkan pukul 21.30 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut.

Petugas yang membantu proses pemadam kebakaran, meliputi : 12 Unit Baruna (PMK), Polrestabes & Polsek Sawahan, Koramil Sawahan, Salinmas & Satlak PB Kota, Dishub Kota, Dinkes Kota, Dinsos Kota, Satpol PP Kec. Sawahan, PMI, PLN, Tagana, Rapi.

Info sementara dari ketua RW.1 Simo Kwagean Bapak Sutaji, bahwa pemilik Home Industri Krupuk Ibu Apsa, sedangkan Pemilik Pabrik Orson Bapak Chandra Kurniawan.

Sedangkan Warga terdampak yang rumahnya terbakar, antara lain milik : Bapak Abdul Rojak, Bapak Basuki, Bapak Suhartono. Yang beralamatkan di Jl. Simo Kwagean Gang Buntu No.18, 20 & 22.

Untuk sementara warga yang terdampak saat ini mengungsi di balai RW.01 Simo Kwagean sebagai tempat tinggal sementara dan kesehatan. Data sementara : Penduduk asli Surabaya 7 KK 28 Jiwa, Penduduk Musiman (Pegawai Home Industri Krupuk) 3 KK 11 Jiwa.

Hingga pukul 23.00 WIB beberapa petugas masih membantu pengurusan pengungsian bagi warga terdampak kebakaran, sampai saat ini situasi masih terkendali.

[/dik]



Posted via Blogaway


Foto : MSby | Serka Masroni & Sertu MZ. Arifin dengan Barang Bukti Minuman Beralkohol -

SURABAYA,- Untuk menghormati suasana Bulan Ramadhan 1437 H., sekaligus untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Dibeberapa lokasi Kota Surabaya, dilaksanakan Operasi Gabungan Skala Besar Multi Sasaran dengan melibatkan Petugas Gabungan dari Intansi Terkait, meliputi : Muspika, Jajaran Koramil di wilayah Kodim 0832/Surabaya Selatan, Polsek, dan Satpol PP, Sabtu malam sampai dengan Minggu pagi (11-12/06/2016)


Operasi Skala Besar dilaksanakan di wilayah Kecamatan : Tegalsari, Wonokromo. Karangpilang, Wiyung, Dukuh Pakis, Wonocolo, Lakarsantri, dan Sambikerep.


Sasaran operasi, meliputi : Rumah Kos, Miras, Toko, Balap Liar, Rumah Karaoke, Warung Remang, Lokasi Rawan, Rusun, dan Hotel.


Petugas telah menyita Barang Bukti (BB) 8 Krat Guinness, dan 108 Krat Bir Bintang, total 116 krat dari Toko Gariawan milik Bapak Gariawan Jl. Sepat Lidah Kulon Gang 6 RT.6 RW.3 Kel. Lidah Kulon Surabaya. Saat ini sedang dalam proses penyidikan Polsek Lakarsantri, sedangkan Barang Bukti (BB) 10 Krat diamankan di Kantor Satpol PP Kec. Lakarsantri Surabaya," kata Serka Masroni, Sertu MZ. Arifin dan Serda Nasirun, serta Serda Suyono, Sabtu 22.50 WIB.



Dilain tempat dalam operasi penertiban di Hotel Malibu Jl. Raya Ngagel No.127 Surabaya, telah terjaring 6 pasangan muda mudi," kata Pelda Subagyo Babinsa Kel. Sawunggaling, Minggu 01.00 WIB.



Patroli Gabungan Skala Besar dilanjutkan Patroli SAUR bersama warga Kel. Balas Klumprik dipimpin langsung oleh Camat Wiyung diikuti Lurah se Kecamatan Wiyung, Satpol PP, Linmas dan warga setempat di wilayah Kel. Balas Klumprik Kec. Wiyung Surabaya," pungkas Serda Sumadi Babinsa Kel. Jajar Tunggal, Minggu 01.00 WIB.



Sasaran Lapangan Sepak Bola, Rusun dan Warung di wilayah Waru Gunung, hasil nihil. Sedangkan di wilayah RT.07 RW.2 Kel. Kebraon, petugas menemukan orang mabuk dengan meminum oplosan arak An. Rifai sudah ditangani Polsek Karangpilang," kata Danramil 0832/06 Karangpilang Mayor Inf Abdul Muntolib.



Danramil Karangpilang menambahkan, Petugas juga menemukan Anak SMP Muhammaddiyah 6 Kelas 7 yang sedang mengendarai sepada motor bodong An.Iksan (13 th), alamat Prima Kebraon RT.2 RW.8 Kel. Kebraon, sudah ditangani Polsek Karangpilang," jelas Danramil, Minggu 01.09 WIB.



Patroli Gabungan menuju Plaza Graha Family Blok D 10 Rumah Makan Jepang dan menyita Barang Bukti (BB) Arak Cina sebanyak 3 Karton," kata Serma Sugeng Jaya menambahkan, Minggu 01.20 WIB.


Seperti pernah diberitakan sebelum ini, pembahasan Rancangan Peraturan Daerah tentang Pelarangan Peredaran Mihol atau Miras untuk menjadi Peraturan Daerah (Perda) Kota Surabaya telah berjalan cukup lama. Sementara Perda tersebut belum tuntas dibahas dan ditetapkan; untuk pengaturan peredaran Mihol atau Miras di Kota Surabaya, digunakan Permendag No 6/2015, untuk menjadi Perda masih menunggu pengesahan dari Gubernur Jawa Timur karena masih dikonsultasikan dulu ke Pemerintah Pusat.


Berdasarkan Surat Ketua Umum Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur Nomor 29/MUI/JTM/V/2016 tanggal 27 Mei 2016 tentang Peryataan Sikap MUI Provinsi Jawa Timur (Jatim) Soal Perda Minuman Beralkohol. Pernyataan dukungan MUI Provinsi Jatim atas disyahkannya Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kota Surabaya tentang pelarangan minuman beralkohol, serta dukungan terhadap sikap Menteri Dalam Negeri. Diharapkan pernyataan sikap ini menjadi perhatian semua elemen baik Pemerintah maupun masyarakat sebagai upaya mencegah dekadensi moral yang saat ini sudah sangat mengkhawatirkan. Surat Ketua Umum Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur tersebut ditujukan kepada Gubernur Jawa Timur, dengan tembusan : Ketua DPRD Provinsi Jatim, Pangdam V/Brawijaya, Kapolda Jatim, Kakanwil Kemenag Jatim, Bupati/Walikota se Jawa Timur, Dewan Pimpinan MUI Kabupaten/Kota se Jawa Timur.


[MCDim0832_Srt Ags]


[/Bip]



Posted via Blogaway


Foto : M Rofiq -

Probolinggo - Seorang pria ditemukan tewas penuh luka di sekujur tubuhnya menggegerkan warga. Korban, Mahrus (32) warga Kelurahan Kedungasem, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, ditemukan tewas setelah carok dengan Ali, warga Kebun Sari.

Melihat korban tewas berlumuran darah di ruang jenazah RSU dr Moh. Saleh Probolinggo, sang ibu langsung histeris dan pingsan. Kakak ipar korban, Mukhlas mengaku sebelum ditemukan tewas, korban berpamitan menemui seseorang menyelesaikan utang piutang, menggadaikan sepeda motor.

"Pamitnya ya mau menemui seseorang masalah utang. Tapi tak lama ditemukan mati dengan luka bacok," kata Mukhlas di kamar jenazah, Sabtu (11/6/2016).

Informasi yang dihimpun dari kesaksian warga, sebelumnya ada 5 orang terlibat cek cok di sekitar Gang Semeru. Saat itu satu pria dikeroyok 4
orang hingga ke tengah lahan jagung. Setelah itu dua orang roboh dan tiga lainnya melarikan diri.

Tim Inafis Polres Probolinggo langsung melakukan olah TKP dan mengamankan beberapa barang bukti. Sementara selain satu orang tewas, satu pria yang juga lawan korban kritis karena mengalami luka bacok. Kini dirawat di RS Dharma Husada. Polisi hingga kini masih memburu 3 pelaku lainnya yang identitasnya sudah dikantongi dan meminta keterangan saksi-saksi. (fat/fat)

[ detik.com ] 


(Dhimas Prasaja/Liputan6.com)
Surabaya - Di Jalan Peneleh Gang V, Surabaya, Jawa Timur, berdirilah Masjid Jami Peneleh. Konon kabarnya masjid tersebut dibangun oleh salah satu Walisongo, Sunan Ampel.
Raja Majapahit terakhir, yakni Brawijaya V, yang memberikan tanah tersebut kepada Sunan Ampel sebagai hadiah karena menumpas serangan tentara Tartar atau Mongol.

Di masjid tersebut ada sebuah beduk misterius. Beduk kintir namanya. Konon beduk itu ditemukan mengapung di Sungai Kalimas, Surabaya.

"Kintir itu berasal dari bahasa Jawa dimana artinya hanyut oleh arus (sungai) Kalimas. dan beduk ini tiba-tiba berhenti di Kalimas tentunya tepat di Peneleh," tutur Ketua Takmir Masjid Peneleh Mohammad Sufyan saat ditemui Liputan6.com.
 
Dia menceritakan, beduk itu lalu diambil dan diletakkan di Masjid Peneleh. Uniknya, saat dipindahkan ke Masjid Kemayoran Surabaya (sekitar 5 kilometer dari Masjid Peneleh), beduk tersebut tak bisa dibunyikan.

Benda itu hanya bisa berbunyi di Masjid Peneleh saja. 

"Di Masjid Ampel pun begitu tak nyaring bunyinya. Akhirnya kembali dibawalah beduk itu kembali ke sini (Masjid Peneleh), ternyata bisa bunyi dan dipakai sampai sekarang," tutur dia.


Tiang Besar

Meski dibangun sejak sekitar abad 18 atau tahun 1400-an Masehi, bangunan masjid seluas 1.000 meter persegi ini masih tampak kokoh. Bangunan utamanya terbuat dari kayu jati utuh.

Sufyan menjelaskan, masjid ini disangga oleh 10 tiang besar penopang bangunan utama atau soko guru.

"Adalah sepuluh tiang tersebut yang menandakan bahwa makna dari ajaran rukun Islam, dan hingga kedalaman 4 meter di tanah penyangga masjid ini adalah jati," ujar dia.‎
Menariknya lagi, tembok masjid ini dikelilingi 25 ventilasi dan 5 daun jendela. "Di masing-masing ventilasi tersebut terdapat hiasan aksara Arab berupa nama-nama 25 nabi," tutur Sufyan.

Saat menengok ke bagian atas, tulisan Arab juga menghiasi langit-langit. Tulisannya berisi nama empat sahabat dari Nabi Muhammad. Mereka, yakni Abu Bakar Ash Sidiq, Umar bin Khatab, Usman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib.

Untuk menuju Masjid Jami Peneleh ini bisa melalui Jalan Ahmad Jais kemudian masuk lewat gang kecil Jalan Peneleh Gang 5, Surabaya. Atau juga melalui Jalan Peneleh Gang 4, letaknya berjarak 50 meter dari Jembatan Peneleh yang juga merupakan alur Sungai Kalimas.


Foto : MSby | Kebakaran 2 Ruko Villa Bukit Mas -

SURABAYA,- Kebakaran melahap 2 (dua) Ruko Drum Spec dan Lovely Corpin Tour & Travel di Villa Bukit Mas Blok RF No.7 Jl. Abdul Wahab Siamin Surabaya. Dugaan sementara karena hubungan arus listrik (konsleting), Sabtu 28/05/2016 pukul 20.45 WIB.

Pemilik salah satu Ruko Drum Spec, Roby (30), pada saat kejadian pemilik Ruko tidak ada di tempat. Ketika api menyala diketahui oleh Security Perumahan Villa Bukit Mas yang sedang Jaga Malam.

Kemudian Security melaporkan ke Pengurus Perumahan, selanjutnya langsung ditindak lanjuti melalui telpon untuk menghubungi Pemadam Kebakaran Wiyung dan Pemadam Kebakaran Pasar Turi.

Api dapat dipadamkam sekitar pukul 21.55 WIB, diperkirakan kerugian mencapai kurang lebih 1 Milyar. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut, selanjutnya ditangani oleh Polsek setempat.

***Ang***


MEDIA SURABAYA

{picture#https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg50eTS1AmUdtk9hswT1j4GALeqv0qiq2zoRr0pvxsphOg8h3esdkJidWVoomVK57bn7Og3z95aqoDZKyITZjxHLO9aR6j1dnsCq3A7LTtmC4ErWdjsjdBT7s-LB8q7Eb2G1zz28hbVkTE/s1600/20180107_023259.png} Tahun 2016-2021, Kota Surabaya sebagai Kota sentosa yang berkarakter dan berdaya saing global berbasis ekologi. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {pinterest#http://pinterest.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.